Bagikan ke:

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat gangguan produksi atau fungsi insulin.

Menurut World Health Organization (WHO), diabetes termasuk salah satu ancaman kesehatan global yang terus mengalami peningkatan prevalensi setiap tahunnya. Data International Diabetes Federation (IDF) 2025 mencatat, sekitar 19,5 – 20 juta penduduk Indonesia usia 20-79 tahun hidup dengan diabetes

Memahami penyebab diabetes berdasarkan jenisnya menjadi langkah awal yang krusial, baik untuk pencegahan maupun pengelolaan penyakit secara optimal.

Bagaimana Pencegahan Penyakit Diabetes yang Paling Efektif? (Sumber: Youtube/Kata Dokter)

Penyebab Diabetes Berdasarkan Jenisnya

Secara klinis, diabetes diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe utama, masing-masing dengan mekanisme dan faktor penyebab yang berbeda.

1. Penyebab Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 terjadi akibat reaksi autoimun, yaitu ketika sistem imun tubuh menyerang dan menghancurkan sel beta pankreas yang bertugas memproduksi insulin. 

Akibatnya, produksi insulin berkurang drastis atau berhenti sama sekali, sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dan menumpuk di aliran darah. 

Penyebab pasti diabetes tipe 1 belum diketahui, namun kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor kerentanan genetik dan faktor lingkungan, seperti infeksi virus (misalnya rubella atau enterovirus) yang memicu respons autoimun tubuh.

2. Penyebab Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum dan terutama disebabkan oleh resistensi insulin, yakni kondisi di mana sel-sel tubuh tidak mampu merespons insulin secara efektif. 

Pankreas awalnya mengompensasi dengan memproduksi lebih banyak insulin, namun lama-kelamaan kemampuannya menurun. Faktor utama penyebabnya meliputi:

  • Obesitas – Kelebihan lemak, terutama di area perut, mengganggu kerja insulin
  • Gaya hidup tidak aktif (sedentary lifestyle) – Kurang olahraga memperburuk resistensi insulin
  • Pola makan tinggi gula dan lemak jenuh – Memicu lonjakan gula darah yang berulang
  • Riwayat keluarga atau genetik – Keturunan dari penderita DM meningkatkan risiko signifikan
  • Usia – Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 45 tahun

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa riwayat keluarga, pola makan tidak sehat, dan kurang aktivitas fisik merupakan faktor risiko utama diabetes tipe 2.

3. Penyebab Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional terjadi selama kehamilan pada wanita yang sebelumnya tidak menderita diabetes. Kondisi ini dipicu oleh perubahan hormonal yang menyebabkan resistensi insulin sementara. 

Meski umumnya menghilang setelah melahirkan, riwayat diabetes gestasional meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada masa mendatang. 

Faktor risiko meliputi usia ibu di atas 25 tahun, obesitas sebelum kehamilan, dan riwayat keluarga dengan diabetes.

4. Penyebab Diabetes Akibat Kondisi Lain (Tipe Khusus)

Beberapa kondisi medis dapat memicu diabetes sekunder, antara lain penyakit pankreas (pankreatitis kronis), gangguan hormonal seperti sindrom Cushing, serta penggunaan obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid jangka panjang. 

Mutasi genetik yang memengaruhi fungsi pankreas, seperti fibrosis kistik dan hemokromatosis, juga termasuk dalam kategori ini.

Cara Mengatasi Diabetes

Cara Mengatasi Diabetes dengan Mengatur Pola Makan

Pengelolaan diabetes memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup modifikasi gaya hidup, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta terapi medis bila diperlukan. Berikut adalah cara-cara yang terbukti efektif secara medis:

1. Mengatur pola makan (diet diabetes)

Pola makan sehat dengan tinggi serat, rendah gula tambahan, dan seimbang sangat dianjurkan; frekuensi makan perlu disesuaikan dengan kondisi individu.

2. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu (seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang) meningkatkan sensitivitas insulin secara signifikan.

3. Memantau kadar gula darah

Pemantauan mandiri secara rutin membantu mendeteksi fluktuasi gula darah dan mengevaluasi efektivitas terapi.

4. Konsumsi obat-obatan sesuai resep dokter

Pada diabetes tipe 2, dokter dapat meresepkan obat antidiabetik oral (misalnya metformin). Diabetes tipe 1 mutlak memerlukan suntikan insulin.

5. Mengelola stres

Stres kronis memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga direkomendasikan.

6. Menjaga berat badan ideal

Penurunan berat badan sebesar 5–10% pada penderita obesitas terbukti memperbaiki kontrol glikemik secara bermakna.

7. Kontrol kesehatan rutin

Pemeriksaan HbA1c, cek tekanan darah, dan cek kolesterol secara berkala sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Cek Gula Darah di Klinik Tirta Medical Centre (TMC)

Cek Gula Darah

Jika Anda merasakan gejala-gejala dari penyakit diabetes atau memiliki faktor risiko diabetes, segera lakukan pemeriksaan gula darah di Tirta Medical Centre (TMC). 

Klinik Medical Check Up dengan laboratorium terpercaya dan terakreditasi terbaik di Indonesia. TMC hadir di 30+ lokasi cabang se-Indonesia, sehingga memudahkan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Tersedia berbagai pilihan pemeriksaan diabetes atau cek gula darah yang terjangkau: 

  • Harga Tes Gula Darah Sewaktu (GDS): Rp40.000
  • Harga Tes Gula Darah Puasa (GDP): Rp40.000
  • Harga Tes Glukosa 2 Jam Post Prandial (GD2PP): Rp40.000
  • Harga Tes HbA1c: Rp185.000, dan 
  • Harga Paket Pemeriksaan Diabetes lengkap: Rp595.000.

Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga cek gula darah atau reservasi promo TMC secara online di sini:

Bagi Anda yang tidak sempat datang langsung ke klinik, TMC menyediakan layanan Homecare TiCare yang memungkinkan pemeriksaan gula darah dilakukan di rumah atau kantor dengan tenaga medis profesional yang datang langsung ke lokasi Anda. 

Dengan layanan ini, tidak ada alasan untuk menunda deteksi dini diabetes. Kesehatan Anda adalah investasi terbaik, percayakan pemantauan gula darah Anda kepada TMC.

FAQ Seputar Diabetes

– Gejala awal diabetes seperti apa?

Gejala awal diabetes yang paling umum mencakup sering buang air kecil (poliuria), rasa haus berlebihan (polidipsia), mudah lapar (polifagia), kelelahan, penglihatan kabur, dan penyembuhan luka yang lambat. 
Pada beberapa kasus, terutama diabetes tipe 2, gejala dapat muncul secara perlahan sehingga sering tidak disadari hingga penyakit sudah berkembang.


– Apakah diabetes bisa menyebabkan sesak napas?

Ya, diabetes dapat menyebabkan sesak napas, meskipun ini bukan gejala yang paling umum. Sesak napas pada penderita diabetes dapat terjadi akibat ketoasidosis diabetik (KAD), kondisi darurat medis saat kadar keton menumpuk dalam darah. 


– Bagaimana cara agar terhindar dari penyakit diabetes?

Pencegahan diabetes, khususnya tipe 2, dapat dilakukan dengan: menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu, mengonsumsi makanan bergizi seimbang rendah gula dan lemak jenuh, tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, serta melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan diabetes atau kelebihan berat badan.

Referensi:


Bagikan ke: