Kanker adalah kelompok penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkontrol, dapat menyerang jaringan sekitarnya dan menyebar ke organ lain (metastasis).
Penyakit kanker termasuk salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia dan banyak jenisnya dapat dikendalikan atau diobati bila terdeteksi lebih dini.
Apa itu Penyakit Kanker?
Secara medis, kanker adalah istilah umum untuk lebih dari 100 penyakit yang timbul ketika sel normal mengalami kerusakan materi genetik (DNA), lalu membelah terus-menerus tanpa mengikuti mekanisme kontrol tubuh.
Sel-sel abnormal ini dapat membentuk massa yang disebut tumor atau berkembang di darah dan sistem limfatik pada kanker darah.
Tumor dapat bersifat jinak (benign) atau ganas (malignant). Tumor ganas mampu menginvasi jaringan sekitar dan menyebar ke organ lain melalui aliran darah atau getah bening (metastasis). Metastasis inilah yang umumnya membuat kanker mengancam jiwa karena mengganggu fungsi vital organ-organ tubuh.
Ciri-ciri Kanker
Gejala kanker sangat bergantung pada jenis dan lokasi kanker, tetapi ada beberapa tanda umum yang sering ditemukan. Beberapa ciri-ciri kanker yang perlu diwaspadai antara lain:
- Muncul benjolan baru atau benjolan lama yang membesar
- Nyeri yang tidak kunjung hilang
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Kelelahan yang berat
Keluhan lain yang sering menyertai termasuk demam berulang, keringat malam, perubahan pola buang air besar atau buang air kecil, batuk kronis atau batuk berdarah, memar atau perdarahan spontan, serta perubahan pada kulit atau tahi lalat.
Kanker juga dapat menimbulkan gejala spesifik sesuai organ yang terkena, misalnya sulit menelan pada kanker kerongkongan atau perdarahan dari jalan lahir pada kanker serviks.
Penyebab Kanker
Secara prinsip, kanker terjadi akibat mutasi (perubahan) pada DNA sel yang mengatur kapan sel harus tumbuh, membelah, dan mati. Mutasi ini menyebabkan sel kehilangan kontrol, membelah terus-menerus, dan mengabaikan sinyal tubuh untuk berhenti atau mati (apoptosis).
Mutasi gen dapat bersifat diwariskan (germline) dari orang tua, namun sebagian besar kanker disebabkan oleh mutasi yang diperoleh sepanjang hidup akibat paparan faktor lingkungan, gaya hidup, infeksi, atau proses penuaan.
Berikut beberapa pemicu kanker (karsinogen) yang dapat Anda ketahui:
- Faktor fisik (radiasi UV dan ionisasi)
- Kimia (rokok, asbes, aflatoksin, alkohol)
- Biologis (virus HPV, hepatitis B atau hepatitis C, Helicobacter pylori, dan lain-lain)
Jenis-jenis Kanker
Kanker dapat muncul hampir di seluruh bagian tubuh dan biasanya dinamai sesuai organ atau jenis sel asalnya. Secara garis besar, kanker dapat dibagi menjadi beberapa kelompok:
1. Karsinoma
Kanker yang berasal dari sel epitel yang melapisi permukaan luar dan dalam tubuh, misalnya kanker payudara, paru, usus besar, lambung, prostat, dan kulit non-melanoma seperti karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.
2. Sarkoma
Kanker yang berasal dari jaringan ikat, seperti tulang, otot, lemak, dan pembuluh darah.
3. Kanker darah dan sistem limfatik
Termasuk leukemia, limfoma, dan mieloma multipel, yang mengenai sel darah dan sumsum tulang.
4. Tumor otak dan sistem saraf pusat
Dapat berasal dari sel saraf atau jaringan penunjang di otak dan medula spinalis.
Secara global, kanker payudara, paru, kolorektal, prostat, dan serviks termasuk jenis kanker yang paling sering ditemukan, dengan variasi berdasarkan jenis kelamin dan wilayah.
Faktor Risiko Kanker
Tidak semua orang dengan faktor risiko pasti akan terkena kanker, namun risiko akan meningkat bila faktor-faktor ini ada dan saling berakumulasi. Beberapa faktor risiko penting antara lain:
1. Usia
Risiko kanker meningkat seiring pertambahan usia karena kerusakan DNA menumpuk dan mekanisme perbaikan sel menurun.
2. Riwayat keluarga dan genetik
Mutasi gen tertentu yang diturunkan, misalnya BRCA1/2 pada kanker payudara atau kanker ovarium, dapat meningkatkan risiko kanker.
3. Merokok dan produk tembakau
Rokok merupakan salah satu penyebab utama berbagai kanker, termasuk paru, mulut, tenggorokan, pankreas, dan kandung kemih.
4. Konsumsi alkohol berlebihan
Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker hati, mulut, kerongkongan, payudara, dan kolorektal.
5. Kelebihan berat badan dan obesitas
Obesitas berhubungan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, seperti payudara pascamenopause, endometrium, kolorektal, ginjal, dan pankreas.
6. Kurang aktivitas fisik dan pola makan tidak sehat
Diet tinggi lemak jenuh, makan-makanan daging olahan, rendah serat, serta kurang olahraga turut meningkatkan risiko kanker.
7. Paparan zat karsinogen
Zat karsinogen misalnya asbes, benzena, pestisida, dan polusi udara dalam jangka panjang.
8. Infeksi tertentu
Infeksi virus HPV adalah penyebab utama dari kanker serviks, sementara infeksi virus hepatitis B atau C dapat memicu kanker hati.
Selain itu, infeksi bakteri Helicobacter pylori dapat menyebabkan kanker lambung, dan penderita HIV berisiko lebih tinggi terkena beberapa jenis kanker akibat sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke dokter bila Anda mengalami gejala yang mencurigakan, seperti benjolan baru, perdarahan tidak wajar, penurunan berat badan drastis, nyeri menetap, atau keluhan lain yang tidak membaik lebih dari dua minggu.
Pemeriksaan sedini mungkin penting karena kanker pada stadium awal umumnya punya peluang sembuh dan kontrol yang jauh lebih baik.
Untuk deteksi dini dan skrining kanker, Anda dapat memanfaatkan layanan medical check up di Klinik Tirta Medical Centre (TMC), yang memiliki laboratorium pemeriksaan yang terpercaya dan berstandar tinggi di Indonesia.
TMC menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan skrining kanker yang dapat dilakukan di klinik maupun di rumah atau kantor melalui layanan Homecare TiCare, sehingga memudahkan karyawan maupun keluarga yang memiliki mobilitas tinggi.
Selain itu, jaringan Klinik TMC telah hadir di 30+ cabang di berbagai kota di Indonesia, sehingga akses pemeriksaan menjadi lebih dekat dan terjangkau untuk masyarakat luas.
Bila Anda memiliki faktor risiko kanker atau keluhan yang meragukan, konsultasi dengan dokter di TMC dapat membantu menentukan jenis skrining dan pemeriksaan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
Stadium Kanker & Diagnosisnya
Penentuan diagnosis kanker dimulai dari anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik menyeluruh, serta pemeriksaan penunjang sesuai dugaan jenis kanker.
Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan darah, penanda tumor, pencitraan (USG, CT-scan, MRI, foto rontgen), hingga biopsi untuk mengambil sampel jaringan yang diperiksa di bawah mikroskop.
Stadium kanker menggambarkan seberapa jauh penyebaran kanker di tubuh, biasanya dinilai dengan sistem TNM (Tumor, Node, Metastasis) dan dikelompokkan dari stadium I sampai IV.
Stadium awal (I–II) umumnya masih terbatas di organ asal, sedangkan stadium lanjut (III–IV) menunjukkan keterlibatan kelenjar getah bening atau metastasis ke organ jauh.
Penentuan stadium sangat penting untuk menyusun rencana pengobatan dan memperkirakan prognosis (kemungkinan perjalanan penyakit).
Pengobatan Kanker
Pilihan pengobatan kanker bergantung pada jenis, lokasi, stadium, kondisi umum pasien, serta tujuan terapi (kuratif, kontrol jangka panjang, atau paliatif). Beberapa modalitas utama yang digunakan antara lain:
1. Operasi (pembedahan)
Operasi bertujuan mengangkat tumor dan jaringan sekitarnya, terutama bila kanker masih terlokalisasi.
2. Radioterapi
Menggunakan radiasi dosis tinggi untuk membunuh sel kanker atau mengecilkan ukuran tumor.
3. Kemoterapi
Pemberian obat-obatan sitotoksik secara oral atau infus untuk menghentikan pertumbuhan dan membunuh sel kanker, sering dikombinasikan dengan operasi atau radioterapi.
4. Terapi target (targeted therapy)
Terapi target bekerja lebih selektif pada target tertentu di sel kanker dibanding kemoterapi konvensional, meskipun tetap dapat menyebabkan efek samping pada jaringan normal tertentu.
5. Imunoterapi
Membantu sistem imun tubuh mengenali dan menyerang sel kanker.
6. Terapi hormon
Terapi hormon digunakan pada kanker yang sensitif hormon, misalnya kanker payudara dan prostat, untuk menghambat pengaruh hormon terhadap pertumbuhan sel kanker.
7. Transplantasi sumsum tulang atau sel punca hematopoietik
Terutama pada beberapa jenis leukemia atau limfoma.
Pada stadium lanjut atau bila kanker tidak dapat disembuhkan, fokus terapi dapat bergeser pada pengendalian gejala dan peningkatan kualitas hidup (paliatif), misalnya dengan pengaturan nyeri dan dukungan nutrisi serta psikososial.
Komplikasi Kanker
Kanker dan terapinya dapat menimbulkan berbagai komplikasi, baik akibat penyakitnya sendiri maupun efek samping pengobatan. Beberapa komplikasi yang sering dijumpai antara lain:
- Nyeri kronis dan gangguan fungsi organ akibat massa tumor atau metastasis.
- Kelelahan berat, penurunan berat badan, dan kelemahan umum.
- Gangguan pencernaan (mual, muntah, diare, konstipasi) dan gangguan nafsu makan.
- Gangguan pernapasan, sesak napas, atau batuk kronis bila kanker mengenai paru atau rongga dada.
- Gangguan darah seperti anemia, penurunan sel darah putih, dan trombositopenia yang meningkatkan risiko infeksi dan perdarahan.
- Masalah psikologis seperti kecemasan, depresi, dan gangguan tidur yang berdampak besar pada kualitas hidup pasien dan keluarga.
Penatalaksanaan komprehensif yang mencakup terapi medis, dukungan nutrisi, rehabilitasi, dan konseling psikososial sangat penting untuk mengurangi dampak komplikasi ini.
Pencegahan Kanker
Tidak semua kanker dapat dicegah, tetapi bukti menunjukkan bahwa sekitar sepertiga hingga hampir separuh kasus kanker dapat dikurangi risikonya melalui perubahan gaya hidup dan intervensi kesehatan masyarakat. Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:
1, Berhenti merokok dan menghindari asap rokok
Hal ini adalah langkah tunggal paling efektif untuk menurunkan risiko berbagai jenis kanker.
2. Membatasi alkohol
Konsumsi alkohol sebaiknya dibatasi atau dihindari untuk mengurangi risiko kanker hati, payudara, saluran cerna, dan lainnya.
3. Menjaga berat badan ideal dan aktif bergerak
Lakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu dan pertahankan berat badan sehat.
4. Menerapkan pola makan sehat
Perbanyak buah, sayur, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan batasi daging olahan, makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan makanan tinggi garam.
5. Melindungi kulit dari sinar matahari
Gunakan tabir surya, pakaian pelindung, dan hindari paparan sinar UV berlebihan untuk mencegah kanker kulit.
6. Vaksinasi
Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks dan beberapa kanker lain, serta vaksin hepatitis B untuk menurunkan risiko kanker hati.
7. Deteksi dini dan skrining berkala
Deteksi dini dengan pap smear, pemeriksaan payudara, dan skrining kanker lain sesuai anjuran usia dan faktor risiko.
Konsultasikan dengan dokter atau fasilitas kesehatan seperti TMC untuk menentukan program skrining dan pencegahan kanker yang paling sesuai dengan kondisi dan faktor risiko pribadi Anda.
Referensi:
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12194-cancer
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/symptoms-causes/syc-20370588
- https://medlineplus.gov/cancer.html
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK20362/
- https://www.cancer.org.au/cancer-information/what-is-cancer
- https://www.nhs.uk/conditions/cancer/
- https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/penyakit-kardiovaskular/kanker
- https://www.cdc.gov/cancer/risk-factors/index.html
- https://www.cdc.gov/cancer/risk-factors/obesity.html
- https://www.healthline.com/health/cancer

