Karang gigi (tartar atau dental calculus) adalah plak gigi yang mengeras dan menempel kuat pada permukaan gigi akibat penumpukan mineral dari air liur di plak yang tidak dibersihkan.
Karang gigi biasanya tampak sebagai lapisan keras kekuningan atau kecokelatan di dekat garis gusi dan tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi biasa.
Penyebab Karang Gigi
Penyebab utama karang gigi berkaitan dengan penumpukan plak yang tidak dibersihkan secara optimal.
1. Kebersihan gigi yang kurang baik
Jarang menyikat gigi (kurang dari dua kali sehari) dan tidak menggunakan benang gigi atau sikat interdental.
2. Plak yang dibiarkan menumpuk
Plak yang tidak dibersihkan akan mengeras menjadi karang gigi dalam 24-72 jam.
3. Pola makan tinggi gula dan karbohidrat
Makanan atau minuman manis dan tepung-tepungan memicu pembentukan plak lebih banyak.
4. Mulut kering (xerostomia)
Produksi air liur yang berkurang membuat plak lebih mudah menempel dan mengeras.
5. Merokok dan produk tembakau
Merokok dan produk tembakau dapat meningkatkan pembentukan plak, mempermudah karang gigi, dan memperburuk kesehatan gusi.
Gejala Karang Gigi
Karang gigi sering tidak menimbulkan keluhan di awal, tetapi lama‑kelamaan memicu gejala di gigi dan gusi.
1. Lapisan keras di gigi
Terasa kasar ketika diraba dengan lidah, berwarna kuning, kecokelatan, atau kehitaman di dekat garis gusi.
2. Perubahan pada gusi
Gusi tampak merah, bengkak, dan mudah berdarah saat menyikat gigi atau flossing (tanda gingivitis).
3. Bau mulut
Bau mulut menetap meski sudah menyikat gigi dan berkumur karena penumpukan bakteri di karang gigi.
4. Gigi ngilu atau tampak lebih panjang
Akibat gusi mulai turun pada penyakit gusi yang lebih lanjut.
Faktor Risiko Karang Gigi
Beberapa kondisi membuat seseorang lebih rentan mengalami karang gigi.
- Kebiasaan menyikat gigi yang buruk: tidak rutin atau teknik menyikat gigi yang kurang efektif.
- Tidak membersihkan sela gigi: tidak menggunakan benang gigi atau sikat interdental secara teratur.
- Merokok: perokok lebih sering mengalami penyakit gusi dan karang gigi yang berat.
- Gigi berjejal atau memakai behel: banyak area sulit terjangkau sehingga plak mudah menumpuk.
- Penyakit sistemik, seperti diabetes: memengaruhi respons imun dan memperberat penyakit gusi yang berkaitan dengan plak dan karang gigi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke dokter gigi bila Anda melihat lapisan keras pada gigi yang tidak hilang meski sudah menyikat gigi dengan benar, atau bila gusi sering berdarah saat menyikat gigi.
Keluhan seperti gusi bengkak, bau mulut kronis, gigi terasa goyang, nyeri saat mengunyah, atau benjolan berisi nanah di gusi menandakan kemungkinan penyakit gusi yang lebih berat dan membutuhkan penanganan profesional segera.
Diagnosis Karang Gigi
Diagnosis karang gigi dilakukan oleh dokter gigi melalui beberapa tahap pemeriksaan.
1. Pemeriksaan visual di kursi gigi
Dokter gigi melihat langsung adanya lapisan keras di gigi dan garis gusi menggunakan cermin dan alat explorer.
2. Perabaan permukaan gigi
Perabaan permukaan gigi untuk menilai seberapa tebal dan luas sebaran karang gigi di atas dan di bawah garis gusi.
3. Pengukuran kedalaman saku gusi (periodontal probing)
Pengukuran kedalaman saku gusi untuk menilai apakah sudah terjadi kerusakan jaringan penyangga gigi.
4. Foto rontgen gigi (X‑ray)
Foto rontgen gigi dilakukan bila dicurigai sudah terjadi kehilangan tulang akibat periodontitis.
Cara Menghilangkan Karang Gigi
Karang gigi tidak dapat dihilangkan sendiri di rumah; dibutuhkan perawatan profesional oleh dokter gigi.
1. Tidak cukup dengan sikat gigi dan obat kumur
Brushing dan flossing efektif untuk menghilangkan plak, tetapi tidak mampu mengangkat karang gigi yang sudah mengeras.
2. Scaling gigi oleh dokter gigi
Prosedur pembersihan karang gigi menggunakan alat manual atau ultrasonic scaler untuk mengangkat karang di atas dan di bawah garis gusi.
3. Scaling dan root planing
Pada kasus dengan penyakit gusi, permukaan akar gigi dibersihkan dan dirapikan untuk mengurangi kantong gusi dan mempermudah kebersihan jangka panjang.
Tirta Dental berpengalaman dalam perawatan gigi dan mulut dengan fokus pada kenyamanan pasien, didukung dokter gigi berpengalaman dan fasilitas modern.
Layanan mencakup pembersihan karang gigi (scaling), penambalan dan pencabutan gigi, perawatan estetika gigi (seperti pemutihan gigi atau bleaching), serta perawatan ortodonti (kawat gigi atau clear aligner), dan layanan lain sesuai kebutuhan pasien.
Biaya Membersihkan Karang Gigi
Secara umum, biaya scaling gigi dipengaruhi oleh tingkat keparahan karang gigi, kondisi gusi, dan kebijakan masing‑masing fasilitas kesehatan. Scaling gigi rutin biasanya lebih terjangkau dibanding perawatan periodontal lanjutan yang memerlukan beberapa kali kunjungan dan tindakan tambahan.
Di Tirta Dental by Tirta Medical Centre, Biaya Scaling Gigi All Grade adalah Rp499.000, sehingga pasien mendapatkan pembersihan karang gigi menyeluruh dengan tarif yang jelas dan transparan.
Karena tarif dapat berubah sewaktu‑waktu, sebaiknya Anda mengonfirmasi langsung ke Tirta Dental untuk mengetahui informasi harga dan promo terbaru.
Komplikasi Karang Gigi
Karang gigi yang dibiarkan dapat menimbulkan berbagai masalah pada gigi, gusi, dan kesehatan secara umum.
1. Gingivitis (radang gusi)
Gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah akibat iritasi kronis dari plak dan karang gigi.
2. Periodontitis
Infeksi gusi yang lebih berat yang merusak tulang penyangga gigi dan dapat menyebabkan gigi goyang hingga tanggal.
3. Gigi berlubang
Bakteri di sekitar karang gigi menghasilkan asam yang merusak enamel.
4. Bau mulut kronis dan gangguan estetika
Gigi tampak kuning atau kehitaman sehingga menurunkan kepercayaan diri.
5. Dampak sistemik
Penyakit periodontal yang tidak terkontrol dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan metabolik tertentu.
Pencegahan Karang Gigi
Pencegahan karang gigi fokus pada mengendalikan plak dan menjaga kesehatan gusi.
1. Menyikat gigi dua kali sehari
Gunakan pasta gigi berfluoride dengan teknik yang benar selama sekitar dua menit.
2. Flossing atau membersihkan sela gigi setiap hari
Benang gigi atau sikat interdental membantu mencegah plak menumpuk di sela gigi sehingga mengurangi risiko karang gigi.
3. Membatasi makanan dan minuman manis
Kurangi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana di antara waktu makan.
4. Menghindari merokok
Berhenti merokok menurunkan risiko penyakit gusi dan pembentukan karang gigi.
5. Kontrol rutin ke dokter gigi
Lakukan pemeriksaan dan pembersihan profesional setiap 6 bulan, atau lebih sering bila memiliki faktor risiko seperti diabetes atau riwayat penyakit gusi.
Referensi:
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/25102-tartar
- https://www.webmd.com/oral-health/tartar-dental-calculus-overview
- https://www.colgate.com/en-us/oral-health/plaque-and-tartar/what-is-tartar
- https://www.gentledental.com/resources/articles/what-is-tartar
- http://listerine-me.com/cavities-strong-teeth/what-is-tartar
- https://www.goldenstatedentistry.com/blog/dental-tartar-calculus-causes-prevention-and-removal
- https://www.parodontax.com/gum-health/all-about-gums/what-is-tartar/
- https://dublincornersdental.com/blog/plaque-to-tartar/
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2183/radang-gusi
- https://news-medical.net/health/Tartar-Causes.aspx
- https://www.higsondental.com/tartar-removal-from-teeth/

