Bagikan ke:

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyebab rawat inap dan kematian tersering pada anak dan dewasa muda di Indonesia. Vaksin demam berdarah hadir sebagai perlindungan tambahan, terutama untuk Anda yang tinggal di daerah endemis dan sering terpapar gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Vaksin demam berdarah bukan sebagai pengganti pola hidup bersih atau 3M Plus, tetapi sebagai “lapisan pelindung ekstra” agar risiko sakit berat dan dirawat di rumah sakit bisa berkurang secara signifikan.

Apa itu Vaksin Demam Berdarah Tetravalen?

Vaksin demam berdarah tetravalen adalah vaksin yang dirancang untuk melindungi tubuh dari keempat serotipe virus dengue (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4). Di Indonesia, vaksin demam berdarah Qdenga (TAK-003) sudah mendapatkan izin edar dari BPOM.

– Vaksin Qdenga (TAK-003)

  • Merupakan vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated) dengan komposisi tetravalen.
  • Diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak 3 bulan melalui suntikan subkutan di lengan atas.
  • Berbagai studi menunjukkan vaksin Qdenga dapat membantu menurunkan risiko terkena dengue simptomatik dan secara signifikan mengurangi risiko rawat inap akibat dengue 

Penerima Vaksin Demam Berdarah Tetravalen

Ilustrasi Vaksin Demam Berdarah Tetravalen

Pemberian vaksin demam berdarah harus disesuaikan dengan kelompok yang mendapatkan manfaat terbesar dan kondisi kesehatannya. Konsultasi dengan dokter sangat penting sebelum Anda memutuskan untuk vaksin.

1. Kelompok yang Direkomendasikan:

Vaksin demam berdarah, terutama Qdenga, umumnya direkomendasikan untuk:

  • Anak dan remaja usia 6–18 tahun yang tinggal di daerah endemis DBD.
  • Dewasa muda hingga usia 45 tahun yang tinggal atau bekerja di daerah dengan transmisi dengue tinggi.
  • Individu dengan riwayat pernah terkena DBD sebelumnya (dengan atau tanpa bukti laboratorium), karena kelompok ini memiliki risiko kekambuhan yang bisa lebih berat.
  • Orang yang sulit menghindari paparan nyamuk (misalnya sering beraktivitas di luar rumah pada pagi dan sore hari).

Untuk memaksimalkan proteksi terhadap demam berdarah, BPOM memperluas jangkauan vaksin Qdenga. Sekarang, vaksin demam berdarah Qdenga resmi mengantongi izin edar untuk masyarakat berusia 4 sampai 60 tahun.

2. Kelompok yang Tidak Direkomendasikan:

Secara umum, vaksin demam berdarah tidak dianjurkan atau perlu ditunda dan konsultasi lebih lanjut pada:

  • Anak di bawah usia 4 tahun.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Penderita gangguan sistem imun berat (imunodefisiensi bawaan atau didapat).
  • Pasien yang sedang menjalani terapi imunosupresif dosis tinggi (misalnya kemoterapi, kortikosteroid jangka panjang dosis besar).
  • Penderita HIV dengan gangguan fungsi imun yang bermakna.
  • Orang dengan riwayat reaksi alergi berat (anafilaksis) terhadap komponen vaksin atau dosis vaksin sebelumnya.
  • Orang yang sedang demam tinggi atau infeksi akut berat (vaksinasi ditunda sampai kondisi membaik).

Sebelum vaksin demam berdarah, dokter akan melakukan skrining, menanyakan riwayat penyakit, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan alergi yang pernah muncul setelah imunisasi.

Berapa Harga Vaksin Demam Berdarah?

Biaya vaksin demam berdarah bervariasi tergantung jenis vaksin dan kebijakan masing‑masing fasilitas kesehatan. Di Klinik Tirta Medical Centre (TMC), kisaran harga vaksin terbaru adalah:

  • Vaksin Qdenga 1 dosis: sekitar Rp 695.000.
  • Paket Vaksin Qdenga 2 dosis: sekitar Rp 1.300.000.
  • Vaksin Dengvaxia 0,5 ml: sekitar Rp 1.400.000.

Note: Harga dapat berubah sewaktu‑waktu, termasuk saat ada promo vaksin demam berdarah tertentu, sehingga sebaiknya Anda menghubungi TMC atau mengakses situs resmi untuk memperoleh informasi biaya terkini dan melakukan reservasi online.

Persiapan dan Prosedur Vaksin Demam Berdarah Tetravalen

Vaksinasi Demam Berdarah

Agar vaksin demam berdarah berjalan aman dan nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda siapkan.

– Persiapan Sebelum Vaksinasi:

  • Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan cukup fit, tidak sedang demam tinggi atau infeksi berat.
  • Sampaikan kepada dokter bila memiliki riwayat alergi berat terhadap obat atau vaksin tertentu.
  • Informasikan semua obat yang sedang dikonsumsi, termasuk obat imunosupresif atau kemoterapi.
  • Bacalah dan pahami informed consent sebelum menandatangani persetujuan tindakan medis.

– Prosedur Pemberian Vaksin:

  • Vaksin demam berdarah Qdenga diberikan lewat suntikan subkutan (di jaringan lemak bawah kulit) di lengan atas.
  • Total 2 dosis, dengan jarak antar dosis 3 bulan.
  • Setiap dosis berisi 0,5 ml vaksin tetravalen.
  • Setelah penyuntikan, Anda akan diminta menunggu sekitar 15–30 menit di fasilitas kesehatan untuk memantau kemungkinan reaksi alergi segera.

– Efek samping yang mungkin muncul:

  • Reaksi lokal: nyeri di tempat suntikan, kemerahan, sedikit bengkak; biasanya hilang dalam 1–3 hari.
  • Reaksi sistemik: sakit kepala, nyeri otot, lemas, mengantuk, hilang nafsu makan, atau demam ringan.

Kebanyakan efek samping bersifat ringan hingga sedang dan dapat hilang dengan istirahat, kompres dingin, atau obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter.

Cara Mencegah DBD

Fogging untuk Mencegah DBD

Vaksin demam berdarah bukan satu‑satunya cara mencegah DBD. Kementerian Kesehatan tetap menekankan pentingnya pengendalian nyamuk dan lingkungan sebagai kunci pencegahan dengue.

Anda dapat menerapkan prinsip 3M Plus untuk mencegah DBD, berikut adalah prinsip 3M:

  1. Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin.
  2. Menutup rapat tempat penampungan air (drum, tandon, ember).
  3. Mendaur ulang atau membuang barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Sementara itu, tindakan pendukung yang masuk dalam kategori “Plus” meliputi berbagai langkah praktis berikut:

  • Membudidayakan tumbuhan pengusir nyamuk di sekitar hunian.
  • Rutin mengecek setiap wadah yang berpotensi menampung air bersih.
  • Menaruh ikan pemakan jentik di dalam bak atau kolam.
  • Memakai losion atau cairan antikuman dan nyamuk.
  • Memproteksi jendela serta lubang angin rumah dengan kawat kasa.
  • Mengagendakan kerja bakti warga untuk merawat kebersihan lingkungan.
  • Menyimpan baju kotor di dalam keranjang yang ada tutupnya agar tidak menjadi sarang hinggap.
  • Menaburkan bubuk abate (larvasida) pada bak air yang areanya sulit dikuras.
  • Membenahi area talang dan saluran air yang tersumbat atau menggenang.

Kombinasi antara vaksin demam berdarah, 3M Plus, dan perilaku hidup bersih menjadi strategi pencegahan yang paling efektif untuk menekan angka DBD di masyarakat.

Tempat Vaksin Demam Berdarah Terbaik di Indonesia

Tirta Medical Centre (TMC) merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan vaksin demam berdarah dengan standar pelayanan yang terukur, tenaga kesehatan berpengalaman, dan bisa dengan homecare.

Keunggulan vaksinasi DBD di Tirta Medical Centre antara lain:

  • Skrining kesehatan terlebih dahulu oleh tenaga medis sebelum vaksin.
  • Tenaga medis terlatih dan berpengalaman dalam tindakan vaksinasi.
  • Fasilitas klinik modern, bersih, dan steril.
  • Harga kompetitif, dengan pilihan paket vaksin Qdenga 2 dosis yang lebih hemat.
  • Pemantauan pascavaksinasi untuk mendeteksi dini bila ada efek samping.

Anda dapat melakukan reservasi vaksin demam berdarah secara online melalui kanal resmi Tirta Medical Centre untuk mendapatkan jadwal yang paling nyaman dan meminimalkan waktu tunggu di klinik.

FAQ Seputar Vaksin Demam Berdarah

1. Apakah vaksin demam berdarah wajib diberikan?


Saat ini, vaksin demam berdarah seperti Qdenga belum menjadi imunisasi wajib nasional dan bersifat sebagai imunisasi pilihan yang sangat dianjurkan bagi mereka yang tinggal di daerah endemis atau memiliki riwayat DBD, guna mengurangi risiko keparahan penyakit. 


2. Kapan waktu terbaik untuk mendapatkan vaksin demam berdarah?


Vaksin demam berdarah dapat diberikan kapan saja sepanjang tahun selama Anda dalam kondisi sehat dan memenuhi kriteria usia (4–60 tahun untuk Qdenga menurut izin BPOM).


3. Apakah orang yang sudah pernah DBD tetap perlu vaksin demam berdarah?


Ya, justru orang yang sudah pernah mengalami DBD berisiko mengalami infeksi ulang yang bisa lebih berat karena mekanisme kekebalan tubuh terhadap serotipe virus yang berbeda. 

Vaksin demam berdarah membantu menurunkan risiko kekambuhan berat dan rawat inap, namun dokter akan tetap menilai kondisi Anda secara menyeluruh sebelum memutuskan pemberian vaksin.

Referensi:


Bagikan ke: