Mata merupakan organ indera yang memiliki peran vital dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, di tengah gaya hidup modern yang semakin bergantung pada layar digital, kesehatan mata kerap kali terabaikan.
Berbagai gangguan penglihatan seperti glaukoma dan degenerasi makula dapat dikurangi risikonya melalui gaya hidup sehat, sementara deteksi dini melalui pemeriksaan rutin merupakan kunci untuk mencegah perkembangan gangguan penglihatan yang lebih serius, termasuk miopia.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa banyak penyebab kehilangan penglihatan dapat dideteksi lebih awal, dan pada beberapa kondisi seperti retinopati diabetik, kehilangan penglihatan sering dapat dicegah atau ditunda melalui pemeriksaan rutin, deteksi dini, dan pengobatan yang tepat.
Cara Menjaga Kesehatan Mata

Berikut adalah sembilan cara menjaga kesehatan mata yang berbasis bukti medis dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Lakukan Pemeriksaan Mata Secara Berkala
Pemeriksaan mata rutin merupakan langkah paling efektif untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini. American Academy of Ophthalmology merekomendasikan pemeriksaan mata komprehensif dengan interval yang bervariasi berdasarkan usia:
- Usia < 40 tahun: setiap 5–10 tahun (tanpa faktor risiko)
- Usia 40–54 tahun: setiap 2–4 tahun
- Usia 55–64 tahun: setiap 1–3 tahun
- Usia ≥ 65 tahun: setiap 1–2 tahun
Bagi individu dengan riwayat diabetes atau hipertensi, pemeriksaan tahunan direkomendasikan tanpa memandang usia.
2. Terapkan Aturan 20-20-20 saat Menggunakan Layar Digital
Aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 6 meter (20 kaki) selama 20 detik, aturan ini didukung oleh beberapa bukti ilmiah yang menunjukkan perbaikan signifikan pada gejala mata kering dan stabilitas film air mata.
Namun, bukti tentang efektivitasnya dalam mengurangi gejala Computer Vision Syndrome (CVS) secara keseluruhan masih terbatas dan hasilnya bervariasi.
3. Gunakan Pelindung Mata yang Tepat
Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari secara kronis dapat meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula. Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan penggunaan kacamata hitam berfilter UV-A dan UV-B saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Bagi pekerja di depan layar komputer, penggunaan kacamata blue light filter dapat mengurangi paparan cahaya biru, meskipun bukti klinis efektivitasnya dalam mencegah kerusakan retina atau kelelahan mata digital pada manusia masih inkonklusif dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.
4. Konsumsi Nutrisi yang Mendukung Kesehatan Mata
Asupan gizi yang tepat berperan besar dalam menjaga fungsi penglihatan jangka panjang. Vitamin A, C, E, serta lutein dan zeaxanthin merupakan nutrisi utama yang melindungi retina dari kerusakan oksidatif.
National Eye Institute (NEI) menyebutkan bahwa konsumsi makanan kaya antioksidan secara teratur dapat menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia. Pastikan pola makan harian mencakup sumber nutrisi lengkap untuk mata.
5. Jaga Kebersihan Tangan dan Hindari Mengucek Mata
Tangan yang tidak bersih mengandung berbagai mikroorganisme patogen yang mudah berpindah ke mata saat disentuh. Kebiasaan mengucek mata tidak hanya meningkatkan risiko konjungtivitis dan infeksi kornea, tetapi juga dapat memperparah kondisi mata yang sudah bermasalah.
Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh area wajah, terutama sebelum memasang atau melepas lensa kontak.
6. Hentikan Kebiasaan Merokok
Merokok secara signifikan meningkatkan risiko berbagai penyakit mata serius, termasuk katarak, degenerasi makula, dan neuropati optik.
CDC menyebutkan bahwa perokok memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi untuk mengalami degenerasi makula dibandingkan non-perokok. Berhenti merokok, bahkan pada usia lanjut, tetap memberikan manfaat nyata bagi kesehatan penglihatan.
7. Kendalikan Penyakit Sistemik seperti Diabetes dan Hipertensi
Diabetes dan hipertensi merupakan faktor risiko penting untuk kehilangan penglihatan yang sering dapat dicegah atau ditunda, terutama melalui pengendalian penyakit yang baik dan pemeriksaan mata rutin.
Retinopati diabetik, misalnya, adalah komplikasi diabetes yang merusak pembuluh darah retina secara progresif dan menjadi penyebab utama kebutaan pada usia produktif. Pengendalian kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol secara konsisten merupakan bagian integral dari upaya menjaga kesehatan mata jangka panjang.
8. Pastikan Pencahayaan Ruangan Cukup saat Membaca atau Bekerja
Membaca atau bekerja dalam kondisi pencahayaan yang kurang memadai menyebabkan mata bekerja lebih keras, sehingga mempercepat kelelahan mata. Untuk kenyamanan visual, gunakan pencahayaan yang cukup dan tidak menyilaukan, serta atur posisi layar agar pantulan cahaya tidak langsung mengenai mata.
9. Istirahatkan Mata dengan Tidur yang Cukup
Tidur yang cukup membantu menjaga kenyamanan dan fungsi permukaan mata, dan kurang tidur dikaitkan dengan gejala seperti mata kering serta iritasi.
Selain tidur, beristirahat sejenak di sela aktivitas visual yang panjang dapat membantu mengurangi ketegangan mata dan meningkatkan kenyamanan.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski upaya pencegahan mandiri sangat dianjurkan, terdapat sejumlah kondisi yang memerlukan evaluasi medis segera. Segera konsultasikan kondisi mata Anda kepada dokter apabila mengalami gejala berikut:
- Penglihatan tiba-tiba kabur atau berbayang
- Nyeri pada bola mata yang tidak kunjung mereda
- Mata merah disertai keluarnya cairan abnormal
- Muncul kilatan cahaya atau titik-titik mengambang (floaters) yang bertambah banyak
- Penurunan penglihatan pada satu atau kedua mata
- Pembengkakan kelopak mata yang menetap, memberat, atau disertai nyeri, demam, kemerahan berat, atau gangguan penglihatan perlu dievaluasi dokter.
Kondisi-kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal dari penyakit serius seperti glaukoma, ablasi retina, atau uveitis yang membutuhkan penanganan segera untuk mencegah kerusakan permanen.
Untuk pemeriksaan kesehatan mata yang komprehensif, percayakan pada Tirta Medical Centre (TMC). TMC merupakan klinik medical check up terpercaya dengan laboratorium berstandar tinggi yang telah hadir di lebih dari 30 lokasi cabang di seluruh Indonesia.
TMC juga menghadirkan layanan Homecare TiCare yang memungkinkan pemeriksaan kesehatan dilakukan langsung di rumah atau kantor Anda, memberikan kemudahan akses layanan medis profesional tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari.
FAQ
– Makanan Apa Saja agar Mata Tetap Sehat?
Pola makan bernutrisi seimbang sangat berperan dalam menjaga fungsi penglihatan yang optimal. Berikut adalah makanan yang direkomendasikan secara medis untuk kesehatan mata:
- Wortel dan ubi jalar — kaya beta-karoten (provitamin A) yang esensial untuk fungsi retina dan penglihatan malam
- Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli mengandung lutein dan zeaxanthin, dua karotenoid yang terakumulasi di makula dan membantu melindungi retina melalui efek antioksidan serta penyaringan cahaya biru.
- Ikan berlemak (salmon, tuna, sarden) — sumber asam lemak omega-3 yang mendukung fungsi retina dan mencegah mata kering
- Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden merupakan sumber omega-3 yang mendukung kesehatan retina.
- Telur mengandung lutein dan zeaxanthin, serta beberapa nutrien lain seperti vitamin A dan zinc, yang dapat mendukung kesehatan mata.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian (almond, biji bunga matahari) — sumber vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan pelindung sel retina
- Buah citrus seperti jeruk, kiwi, dan stroberi kaya vitamin C, yang berperan sebagai antioksidan dan dikaitkan dengan kesehatan mata serta penurunan risiko beberapa penyakit mata terkait usia
Konsumsi beragam makanan tersebut secara rutin, dipadukan dengan hidrasi yang cukup, merupakan fondasi penting dalam menjaga kesehatan mata dari dalam.
– Apa Saja Ciri-ciri Mata Tidak Sehat?
Mengenali tanda-tanda gangguan mata sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk. Beberapa ciri mata tidak sehat yang perlu diwaspadai antara lain:
- Penglihatan buram atau kabur — dapat menandakan gangguan refraksi yang tidak terkoreksi atau katarak stadium awal
- Mata merah dan iritasi berkepanjangan — mengindikasikan konjungtivitis, alergi, atau paparan iritan berlebihan
- Mata terasa kering, gatal, atau perih — gejala umum dry eye syndrome yang semakin lazim di era digital
- Sensitif terhadap cahaya dapat terjadi pada beberapa kondisi, termasuk migrain, uveitis, dry eye, dan pada kasus tertentu masalah mata yang lebih serius, sehingga perlu dinilai bila berat atau disertai nyeri dan penurunan penglihatan
- Munculnya kilatan cahaya atau floaters — perlu segera dievaluasi dokter karena berisiko menandakan ablasi retina
- Kelopak mata bengkak atau berkerak — dapat mengindikasikan blefaritis, hordeolum (bintitan), atau chalazion
- Penglihatan ganda perlu dievaluasi dokter karena dapat berasal dari gangguan mata maupun saraf; pada beberapa kasus, terutama bila mendadak atau disertai gejala neurologis lain, penilaian segera sangat penting.
Apabila salah satu atau lebih tanda di atas muncul dan tidak membaik dalam dua hingga tiga hari, konsultasi dengan dokter spesialis mata sangat dianjurkan.
Jika gejala mata menetap, memburuk, atau disertai tanda bahaya seperti penurunan penglihatan mendadak, nyeri berat, kilatan cahaya, atau floaters baru yang banyak, segera periksakan diri ke dokter mata.
Referensi:
- https://www.cdc.gov/vision-health/prevention/taking-care-of-your-eyes.html
- https://www.webmd.com/eye-health/good-eyesight
- https://medlineplus.gov/eyecare.html
- https://www.ama-assn.org/public-health/prevention-wellness/what-doctors-wish-patients-knew-about-improving-eye-health
- https://www.nei.nih.gov/eye-health-information/healthy-vision/nei-for-kids/healthy-vision-tips
- https://www.ncascade.com/17-eye-healthy-habits/
- https://ayosehat.kemkes.go.id/?p=1602
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1333/bagaimana-menjaga-kesehatan-mata-dari-gawai
- https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kreativitas/article/view/18623
- https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kreativitas/article/view/10611
- https://jurnal.ruangide.org/JPMKT/article/view/182

