Bagikan ke:

Vaksin pneumonia adalah imunisasi untuk mencegah infeksi berat pada paru-paru dan organ lain akibat bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus).

Di Indonesia, vaksin pneumokokus (PCV) sudah masuk program imunisasi nasional untuk bayi guna menurunkan kasus pneumonia dan kematian pada anak.

Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama rawat inap dan kematian pada bayi, balita, lansia, dan orang dengan penyakit kronis. Karena itu, vaksin pneumonia atau vaksin pneumokokus menjadi bagian penting dari upaya pencegahan penyakit.

Sahabat Tirta dapat memperoleh vaksin pneumonia di Klinik Tirta Medical Centre (TMC) maupun melalui layanan homecare TiCare yang aman dan nyaman.

Apa Itu Vaksin Pneumonia?

Vaksin pneumonia (vaksin pneumokokus) adalah vaksin yang membantu tubuh membentuk antibodi untuk melawan bakteri pneumokokus penyebab pneumonia, meningitis, dan sepsis.

Saat bakteri masuk, sistem kekebalan yang sudah “dilatih” oleh vaksin akan merespons lebih cepat sehingga risiko sakit berat dan komplikasi menurun.

WHO dan CDC merekomendasikan vaksin pneumokokus sebagai bagian imunisasi rutin untuk anak kecil, orang dewasa dengan risiko tinggi, dan kelompok usia lanjut. Kemenkes RI juga telah memasukkan vaksin PCV dalam program imunisasi dasar bayi di seluruh Indonesia.

Tujuan Vaksin Pneumonia

Seseorang sedang Vaksinasi Pneumonia

Beberapa tujuan utama vaksin pneumonia antara lain:

  • Mencegah penyakit pneumokokus invasif seperti meningitis dan sepsis.
  • Menurunkan risiko pneumonia berat yang membutuhkan rawat inap.
  • Mengurangi angka kematian dan kecacatan akibat infeksi pneumokokus.
  • Memberikan perlindungan jangka panjang terutama pada kelompok rentan.

Siapa yang Perlu Vaksin Pneumonia?

Vaksin Pneumonia

Tidak semua orang membutuhkan jadwal imunisasi pneumonia yang sama, tetapi kelompok berikut sangat dianjurkan mendapatkan vaksin pneumokokus.

1. Bayi dan Anak di Bawah 5 Tahun

Semua anak <5 tahun direkomendasikan mendapat vaksin PCV sebagai bagian imunisasi rutin. Di Indonesia, program nasional PCV menargetkan jutaan anak setiap tahun untuk melindungi mereka dari bahaya radang paru.

2. Dewasa Usia 50 Tahun ke Atas

CDC kini merekomendasikan vaksin pneumokokus rutin untuk semua dewasa usia ≥50 tahun karena risiko pneumonia dan komplikasi meningkat dengan bertambahnya usia.
Rekomendasi ini juga diadopsi dalam berbagai pedoman klinis terbaru untuk dewasa.

3. Dewasa 19–49 Tahun dengan Risiko Tinggi

Kelompok ini mencakup penderita:

  • Penyakit jantung atau paru kronis.
  • Diabetes, penyakit hati, atau penyakit ginjal kronis.
  • Gangguan kekebalan (HIV, kanker, terapi imunosupresif, pasca transplantasi).
  • Asplenia (limpa tidak berfungsi atau sudah diangkat).

4. Perokok dan Pengguna Alkohol Berat

Perokok aktif dan pengguna alkohol berat lebih mudah mengalami infeksi paru sehingga termasuk kelompok yang dianjurkan menerima vaksin pneumonia.

Jenis vaksin dan jadwal untuk masing-masing kelompok ditentukan oleh dokter berdasarkan usia dan kondisi medis.

Jenis-Jenis Vaksin Pneumonia

Ilustrasi Jenis-Jenis Vaksin Pneumonia

Secara umum ada dua kelompok utama vaksin pneumonia: vaksin pneumokokus konjugat (PCV) dan vaksin polisakarida (PPSV23).

1. Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)

PCV mengandung komponen bakteri yang diikat dengan protein pembawa sehingga menimbulkan respon imun yang kuat, termasuk pada bayi.
Jenis yang digunakan secara luas antara lain:

  • PCV10 (Synflorix).
  • PCV13 (Prevenar 13).
  • PCV15 (Vaxneuvance).
  • PCV20 (Prevenar 20).

PCV diberikan pada:

  • Bayi dan anak sebagai imunisasi rutin.
  • Dewasa, terutama usia ≥50 tahun atau dengan faktor risiko tertentu.

2. Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PPSV23)

PPSV23 (Pneumovax 23) mencakup 23 serotipe pneumokokus dan digunakan terutama untuk dewasa dan anak ≥2 tahun dengan risiko tinggi. Vaksin ini tidak direkomendasikan untuk bayi, tetapi bermanfaat sebagai tambahan perlindungan serotipe pada dewasa.

Dalam praktik klinis dewasa, kini umumnya digunakan skema PCV20 tunggal atau kombinasi PCV15 yang dilanjutkan PPSV23.

Harga Vaksin Pneumonia di Tirta Medical Centre (TMC)

Tirta Medical Centre menyediakan beberapa jenis vaksin pneumonia (PCV dan PPSV23) untuk anak dan dewasa dengan harga yang transparan. Pilihan vaksin yang tersedia antara lain Synflorix, Prevenar 13, Vaxneuvance, Prevenar 20, dan Pneumovax 23. Berikut harga vaksin pneumonia di TMC:

Jenis VaksinMerek VaksinHarga Vaksin
Vaksin Pneumonia 10SYNFLORIXRp890,000
Vaksin Pneumonia 13PREVENAR 13Rp1,080,000
Vaksin Pneumonia 15VAXNEUVANCERp1,140,000
Vaksin Pneumonia 20PREVENAR 20Rp1,139,000
Vaksin Pneumonia PPSV23PNEUMOVAX 23Rp960,000

Informasi harga vaksin pneumonia terbaru bisa Sahabat Tirta lihat di halaman “Harga Vaksin” atau melalui layanan pelanggan TMC di sini (WhatsApp):

Jadwal Imunisasi Pneumonia untuk Bayi dan Anak

Program imunisasi nasional PCV di Indonesia menggunakan skema 2 dosis primer dan 1 dosis lanjutan.

Contoh skema umum untuk bayi sehat:

  • Dosis 1: usia 2 bulan.
  • Dosis 2: usia 3 bulan.
  • Dosis 3 (booster): usia 12 bulan.

Untuk anak yang terlambat imunisasi, dokter akan menyusun jadwal catch-up berdasarkan usia saat mulai vaksin dan kondisi medis.

Jadwal Vaksin Pneumonia untuk Dewasa

Vaksin pneumokokus dapat mulai diberikan pada orang dewasa sejak usia 19 tahun, menggunakan PCV13, PCV15, atau PCV20.

Berikut jadwal yang direkomendasikan PAPDI tahun 2025 berdasarkan kategori kondisi kesehatan.

Dewasa sehat usia 19–49 tahun

  • 1 dosis PCV13, PCV15, atau PCV20 (PCV20 cukup satu kali seumur hidup).
  • Bila menggunakan PCV13 atau PCV15, dapat dilanjutkan PPSV23 dengan jeda paling cepat 8 minggu setelah PCV.

Dewasa dengan kondisi medis khusus (diabetes, penyakit jantung kronis, penyakit paru kronis, keganasan, atau perokok aktif):

  • 1 dosis PCV13 atau PCV15, dilanjutkan PPSV23 paling cepat 8 minggu kemudian.
  • Bila belum pernah mendapat vaksin pneumokokus sama sekali, berikan PCV13/PCV15 terlebih dahulu, lalu tambahkan PPSV23.

Lansia usia ≥50 tahun:

  • 1 dosis PCV13, PCV15, atau PPSV23.
  • Bila PCV13/PCV15 diberikan lebih dulu, PPSV23 dapat diberikan paling cepat 8 minggu kemudian.
  • Bila PPSV23 yang diberikan lebih dulu, PCV13/PCV15 baru dapat diberikan minimal 1 tahun setelahnya.

Catatan penting terkait riwayat vaksin sebelumnya:

  • Sudah pernah dapat PCV13 atau PCV15 saja: dapat diberikan PCV20 minimal 1 tahun kemudian.
  • Sudah pernah dapat PCV13/PCV15 dan PPSV23: PCV20 dapat diberikan minimal 5 tahun kemudian (khusus usia tertentu sesuai indikasi).
  • Kelompok imunokompromais atau pasien hemodialisis: jadwal dan dosis berbeda, dokter akan menentukan secara individual.

Karena variasi kondisi kesehatan dan riwayat imunisasi tiap orang berbeda, sebaiknya Sahabat Tirta berkonsultasi langsung dengan dokter penyakit dalam untuk memastikan jenis vaksin dan jadwal yang paling tepat.

Efek Samping Vaksin Pneumonia

Secara umum, vaksin pneumonia aman dan efek sampingnya ringan serta bersifat sementara.

Efek samping yang sering dilaporkan:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak ringan di tempat suntikan.
  • Demam ringan, lemas, atau sakit kepala.
  • Pada anak: rewel, nafsu makan menurun, gangguan tidur sementara.

Tempat Vaksinasi Pneumonia Terbaik (Bisa Dilakukan di Rumah)

Tirta Medical Centre merupakan jaringan klinik yang menyediakan layanan medical check up, laboratorium, dan vaksinasi, termasuk vaksin pneumonia anak dan dewasa.
Cabang TMC tersebar di berbagai kota, sehingga Sahabat Tirta dapat memilih lokasi yang paling dekat dan nyaman.

Beberapa keunggulan vaksinasi pneumonia di TMC:

  • Pilihan vaksin lengkap: PCV10, PCV13, PCV15, PCV20, dan PPSV23.
  • Tenaga medis profesional dan berpengalaman dalam tindakan imunisasi.
  • Standar penyimpanan vaksin sesuai rantai dingin dan protokol Kemenkes.
  • Layanan home care untuk vaksin pneumonia di rumah, cocok untuk lansia atau anak kecil.

Sahabat Tirta dapat melakukan reservasi online atau menghubungi call center TMC untuk berkonsultasi mengenai jenis vaksin pneumonia yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga.

FAQ Seputar Vaksin Pneumonia

1. Apakah semua orang dewasa perlu vaksin pneumonia, dan mulai usia berapa?


Pedoman terbaru dari Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI merekomendasikan vaksin pneumokokus untuk semua dewasa usia ≥50 tahun dan untuk dewasa 19–49 tahun dengan faktor risiko seperti penyakit jantung, paru, diabetes, atau gangguan imun.


2. Apakah vaksin pneumonia aman untuk anak, dan apa efek samping yang perlu diwaspadai?


Vaksin PCV yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui uji klinis ketat dan dinyatakan aman untuk bayi dan anak.

Efek samping yang umum adalah demam ringan, rewel, dan kemerahan di tempat suntikan; segera bawa ke fasilitas kesehatan bila demam tinggi, sesak napas, atau reaksi alergi berat seperti bengkak pada wajah dan kesulitan bernapas.


3. Apakah vaksin pneumonia perlu diulang, dan berapa kali dalam seumur hidup?


Pada banyak orang dewasa sehat, satu kali vaksin PCV20 atau kombinasi PCV15 yang diikuti satu dosis PPSV23 biasanya cukup untuk perlindungan jangka panjang.

Pada sebagian kelompok berisiko tinggi tertentu, dosis PPSV23 tambahan dapat dipertimbangkan setelah interval minimal 5 tahun sesuai rekomendasi CDC/ACIP dan riwayat vaksinasi pasien. Keputusan ini harus ditentukan secara individual oleh dokter. 

Referensi:


Bagikan ke: