Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis kanker yang berkembang dari sel-sel di serviks bagian bawah rahim yang terhubung langsung ke vagina. Penyakit ini berkembang secara perlahan, biasanya diawali oleh perubahan sel yang disebut lesi prakanker sebelum akhirnya menjadi kanker.
Di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak pada perempuan setelah kanker payudara. Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa setiap tahun diperkirakan terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks yang teridentifikasi.
Yang mengkhawatirkan, sekitar 70 persen di antaranya baru terdeteksi pada tahap stadium lanjut, sehingga berpotensi meningkatkan angka kematian secara signifikan.
Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe risiko tinggi (tipe 16 &18), virus yang ditularkan melalui kontak seksual. Faktor risiko lainnya meliputi kebiasaan merokok, sistem imun yang lemah, aktivitas seksual di usia dini, dan memiliki banyak pasangan seksual.
Deteksi dini merupakan kunci keberhasilan pengobatan, karena pada stadium awal, kanker serviks umumnya belum menimbulkan gejala yang berarti.
Gejala Kanker Serviks

Berikut 11 gejala kanker serviks yang perlu diwaspadai setiap perempuan:
1. Perdarahan vagina di luar siklus menstruasi
Perdarahan di antara siklus menstruasi adalah salah satu tanda paling umum yang mengarah pada kelainan serviks.
2. Perdarahan setelah berhubungan seksual
Perdarahan pascakoitus sering menjadi tanda awal adanya gangguan pada jaringan serviks, termasuk pada stadium dini kanker.
3. Perdarahan setelah menopause
Perdarahan vagina pada perempuan yang telah memasuki masa menopause bukan kondisi normal dan wajib segera dievaluasi oleh dokter spesialis.
4. Menstruasi lebih banyak dan lebih lama dari biasanya
Volume darah menstruasi yang jauh meningkat atau durasi yang memanjang dapat mengindikasikan pertumbuhan sel abnormal di area serviks.
5. Keputihan tidak normal
Keputihan yang bercampur darah, berbau tidak sedap, bertekstur encer berlebih, atau berubah warna merupakan sinyal peringatan yang harus segera dikonsultasikan.
6. Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)
Rasa nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan intim dapat terjadi akibat peradangan atau pertumbuhan tumor di sekitar serviks.
7. Nyeri panggul
Nyeri panggul yang terasa tumpul, menetap, dan semakin memberat seiring waktu mengindikasikan kanker yang mulai melibatkan jaringan sekitarnya.
8. Nyeri punggung bawah
Tekanan tumor yang membesar pada saraf atau struktur di sekitar tulang belakang dapat menyebabkan nyeri punggung bawah yang persisten dan tidak kunjung membaik.
9. Pembengkakan pada kaki
Pada stadium lanjut, kanker serviks dapat menekan pembuluh limfa di panggul dan memicu edema (pembengkakan) pada satu atau kedua tungkai.
10. Gangguan berkemih
Kesulitan buang air kecil, rasa nyeri saat berkemih, atau adanya darah dalam urin dapat terjadi apabila tumor telah menyebar ke area kandung kemih.
11. Kelelahan ekstrem dan penurunan berat badan
Kelelahan yang tidak sesuai dengan aktivitas harian, disertai penurunan nafsu makan dan berat badan tanpa sebab yang jelas, bisa menjadi tanda kanker stadium lanjut yang berdampak secara sistemik.
⚠️ Catatan Medis: Gejala-gejala di atas dapat disebabkan oleh kondisi selain kanker serviks. Namun, bila Sahabat Tirta mengalami satu atau lebih tanda tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Cara Mencegah Kanker Serviks
Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah. Berikut cara mencegah kanker serviks berbasis bukti ilmiah:
1. Vaksinasi HPV
Vaksin HPV terbukti efektif mencegah infeksi HPV tipe risiko tinggi (terutama tipe 16 dan 18) yang menjadi penyebab utama kanker serviks.
WHO merekomendasikan vaksinasi pada anak perempuan satu atau dua dosis untuk usia 9–14 tahun, dua dosis dengan interval 6-12 bulan untuk remaja usia 15-20 tahun. Selain itu, dua dosis dengan interval 6 bulan untuk wanita dengan usia lebih dari 21 tahun.
2. Pap smear dan tes HPV rutin
Pap smear mampu mendeteksi perubahan sel prakanker sebelum berkembang menjadi kanker invasif. Disarankan mulai dilakukan sejak usia 21 tahun dan diulangi setiap 3 tahun, atau dikombinasikan dengan tes HPV setiap 5 tahun bagi perempuan di atas usia 30 tahun.
3. Praktik seks yang aman
Penggunaan kondom secara konsisten dan membatasi jumlah pasangan seksual dapat mengurangi risiko penularan HPV.
4. Berhenti merokok
Merokok memperburuk infeksi HPV dengan melemahkan respons imun lokal pada serviks, sehingga virus lebih sulit dieliminasi oleh tubuh.
5. Pemeriksaan ginekologi berkala
Kunjungan rutin ke dokter kandungan memungkinkan deteksi dini berbagai kelainan reproduksi, bahkan sebelum gejala kanker serviks muncul.
Tempat Vaksin HPV (Bisa Homecare)
Vaksinasi HPV adalah investasi kesehatan jangka panjang paling efektif dalam mencegah kanker serviks. Salah satu pilihan terpercaya untuk mendapatkan vaksin HPV adalah Klinik Tirta Medical Centre (TMC).
TMC merupakan klinik Medical Check Up dengan laboratorium bersertifikat yang diakui sebagai salah satu yang terpercaya dan terbaik di Indonesia.
Dengan jaringan yang telah hadir di 30+ lokasi cabang se-Indonesia, TMC memudahkan masyarakat luas mengakses layanan vaksinasi berkualitas di dekat tempat tinggal Sahabat Tirta.
Bagi Anda yang memiliki keterbatasan waktu atau mobilitas, TMC menyediakan layanan Homecare TiC. Vaksinasi HPV dapat dilakukan langsung di rumah atau kantor Anda oleh tenaga medis profesional yang terlatih dan berpengalaman.
Harga Vaksin HPV di Klinik TMC
| Jenis Vaksin | Jumlah Dosis | Harga |
| Harga Gardasil 4 | 1 Dosis | Rp1.300.000/Orang |
| Harga Gardasil 4 | 3 Dosis | Rp3.900.000/Orang |
| Harga Gardasil 9 | 1 Dosis | Rp2.300.000/Orang |
| Harga Gardasil 9 | 3 Dosis | Rp6.800.000/Orang |
Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga vaksin HPV atau reservasi promo TMC secara online di sini:
Gardasil 4 melindungi dari HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Sementara itu, Gardasil 9 memberikan perlindungan lebih luas terhadap 9 tipe HPV, termasuk tipe 31, 33, 45, 52, dan 58 yang turut berperan dalam perkembangan kanker serviks dan kanker lainnya.
Segera hubungi Klinik TMC untuk menjadwalkan vaksinasi HPV di cabang terdekat atau pesan layanan Homecare TiCare untuk kemudahan vaksinasi di lokasi Anda.
Referensi:
- https://kemkes.go.id/id/kemenkes-tegaskan-komitmen-eliminasi-kanker-serviks-36-ribu-kasus-baru-terdeteksi-setiap-tahun
- https://www.who.int/news/item/20-12-2022-WHO-updates-recommendations-on-HPV-vaccination-schedule
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501
- https://www.cancer.org/cancer/types/cervical-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html
- https://www.mdanderson.org/cancerwise/cervical-cancer-symptoms–what-to-look-for-and-when-to-see-a-doctor.h00-159852189.html
- https://medlineplus.gov/cervicalcancer.html
- https://www.pennmedicine.org/conditions/cervical-cancer
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4169/gejala-dan-penyebab-kanker-serviks-cervical-cancer-yang-perlu-kita-ketahui
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12216-cervical-cancer
- https://www.nhs.uk/conditions/cervical-cancer/symptoms/
- https://www.healthline.com/health/cervical-cancer/symptoms

