Bagikan ke:

Osteoarthritis (OA) merupakan bentuk arthritis yang paling prevalen secara global dan menjadi salah satu penyebab utama disabilitas kronis pada populasi dewasa. 

Secara patofisiologis, kondisi ini bukan sekadar proses penuaan sendi yang tak terhindarkan, melainkan sebuah kelainan kompleks yang melibatkan degradasi tulang rawan artikular, remodeling tulang subkondral, dan peradangan sinovial tingkat rendah. 

Apa Itu Osteoarthritis?

Osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif yang menyerang seluruh struktur sendi (whole joint disease), termasuk tulang rawan, ligamen, sinovium, dan tulang di bawahnya. 

Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan pelindung yang melapisi ujung tulang mengalami kerusakan seiring waktu, menyebabkan hilangnya bantalan yang memungkinkan gerakan sendi tanpa gesekan. Tanpa bantalan ini, tulang dapat bergesekan secara langsung, memicu pembentukan osteofit (tonjolan tulang baru) dan pengerasan tulang subkondral.

Data demografis Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan pada populasi lansia. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan RI, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai angka 25,9 juta jiwa pada 2019, dengan proyeksi pertumbuhan yang konsisten di setiap tahunnya. 

Kondisi osteoarthritis menjadi masalah kesehatan yang cukup serius, dengan estimasi total penderita di Indonesia sekitar 55 juta orang, mencerminkan beban penyakit sebesar 24,7% dari total populasi.

Distribusi kasus osteoarthritis berdasarkan kelompok usia menunjukkan pola yang jelas menurut data RISKESDAS. Pada kelompok usia di bawah 40 tahun, prevalensi penyakit masih tergolong rendah hanya mencapai 5%. 

Namun pada rentang usia 40-60 tahun, angka kasus melonjak drastis menjadi 30%, dan terus meningkat signifikan pada populasi usia lebih dari 61 tahun dengan prevalensi mencapai 65%.

Gejala Osteoarthritis

Ilustrasi Gejala Osteoarthritis

Manifestasi klinis osteoarthritis berkembang secara gradual dan bersifat progresif. Karakteristik utama yang membedakannya dari arthritis inflamasi sistemik adalah sifat nyerinya yang bersifat mekanis nyeri muncul atau memberat saat sendi digunakan dan berkurang saat istirahat.

Berikut adalah spektrum gejala yang sering ditemukan pada pasien:

1. Nyeri Sendi (Arthralgia)

Rasa nyeri tumpul di dalam sendi yang terlokalisasi. Pada stadium lanjut, nyeri dapat menetap bahkan saat istirahat.

2. Kekakuan Pagi Hari (Morning Stiffness)

Kekakuan sendi saat bangun tidur atau setelah periode inaktivitas, biasanya berlangsung kurang dari 30 menit.

3. Krepitasi

Sensasi suara berderak atau meletup saat sendi digerakkan, akibat permukaan sendi yang tidak rata.

4. Pembengkakan dan Tenderness

Terjadi akibat efusi sendi atau peradangan jaringan lunak di sekitar sendi.

5. Instabilitas Sendi

Terutama pada lutut, pasien sering merasa sendi seolah-olah akan “melipat” atau tidak mampu menopang beban.

Lokasi SendiGejala Spesifik
LututInstabilitas saat berjalan dan nyeri saat menaiki tangga.
PanggulNyeri di selangkangan atau bokong, sering menjalar ke lutut.
TanganBenjolan keras pada sendi jari (Nodus Heberden dan Bouchard).
Tulang BelakangKekakuan leher atau punggung bawah, kemungkinan kompresi saraf.

Penyebab Osteoarthritis

Seorang Pria Mengalami Osteoarthritis

Etiologi osteoarthritis bersifat multifaktorial, melibatkan interaksi antara faktor mekanis dan biologis. Penyebabnya adalah kerusakan progresif pada matriks ekstraseluler tulang rawan oleh enzim proteolitik yang dipicu oleh stres mekanis kronis.

Faktor risiko yang mempercepat degenerasi ini meliputi:

1. Usia dan Jenis Kelamin

Risiko osteoarthritis meningkat setelah usia 50 tahun dan wanita memiliki risiko yang lebih tinggi.

2. Obesitas

Merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Setiap 1 kg kenaikan berat badan meningkatkan beban pada lutut sebesar 4 kg. Selain itu, jaringan lemak memproduksi sitokin pro-inflamasi (adipokin) yang merusak kartilago secara sistemik.

3. Cedera Sendi

Riwayat trauma seperti robekan ligamen (ACL) atau fraktur intra-artikular dapat memicu osteoarthritis di kemudian hari.

4. Genetik

Riwayat keluarga dengan osteoartritis meningkatkan risiko.

5. Aktivitas Berulang

Pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang (berlutut atau mengangkat beban) memberikan stres kronis pada sendi tertentu.

Diagnosis Osteoarthritis

Penegakan diagnosis dilakukan melalui kombinasi anamnesis klinis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Dokter akan menilai rentang gerak (range of motion) dan mencari tanda-tanda osteofit atau efusi. 

Pemeriksaan Radiografi (X-ray) untuk melihat penyempitan celah sendi dan sklerosis subkondral. Pada kasus tertentu, MRI digunakan untuk menilai kerusakan jaringan lunak secara lebih mendetail, sementara aspirasi cairan sendi dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti asam urat atau infeksi.

Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin sangat disarankan untuk meminimalkan risiko kerusakan permanen pada sendi. Klinik Tirta Medical Centre (TMC) merupakan solusi utama bagi Sahabat Tirta dan keluarga yang memerlukan pemeriksaan kesehatan komprehensif. 

Sebagai Klinik Medical Check Up yang mempunyai laboratorium terpercaya dan terbaik di Indonesia, TMC menjamin hasil pemeriksaan yang akurat dengan standar profesional tinggi untuk mendukung diagnosis medis yang tepat.

Layanan TMC sangat mengedepankan kenyamanan pasien, di mana layanan TMC bisa dilakukan di rumah atau kantor dengan menggunakan layanan Homecare TiCare. 

Fleksibilitas ini didukung oleh infrastruktur yang luas, karena klinik TMC sudah ada di 30+ lokasi cabang se-Indonesia, memastikan akses kesehatan berkualitas selalu berada dalam jangkauan Anda.

Pengobatan Osteoarthritis

Tata laksana osteoarthritis bertujuan untuk meredakan nyeri, mempertahankan mobilitas, dan meningkatkan kualitas hidup pasien, mengingat kerusakan tulang rawan yang terjadi bersifat ireversibel.

1. Terapi Non-Farmakologis

Edukasi pasien, manajemen berat badan, dan latihan fisik low-impact (berenang atau bersepeda) adalah fondasi utama. Penggunaan alat bantu seperti deker (brace) atau tongkat dapat mengurangi beban sendi.

2. Terapi Farmakologis

Analgesik lini pertama meliputi parasetamol atau NSAID topikal. Jika nyeri menetap, NSAID oral (ibuprofen, celecoxib) dapat diberikan dengan pengawasan ketat.

3. Intervensi Bedah

Pada stadium akhir (Grade IV), prosedur arthroplasty atau penggantian sendi total merupakan opsi untuk memulihkan fungsi sendi secara signifikan.

Pencegahan Osteoarthritis

Meskipun degenerasi sendi berkaitan dengan usia, progresivitasnya dapat dihambat melalui pola hidup sehat. Menjaga berat badan ideal adalah langkah preventif untuk mengurangi stres mekanis pada sendi penopang beban.

Rutinitas latihan kekuatan otot, terutama otot quadriceps, sangat disarankan untuk menstabilkan sendi lutut. Selain itu, penting untuk menjaga ergonomi saat bekerja dan segera menangani cedera sendi guna mencegah kerusakan jangka panjang.

FAQ

– Apa yang harus dilakukan jika terkena osteoarthritis?

Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis pasti. Fokuslah pada penurunan berat badan jika obesitas dan tetap aktif dengan olahraga rendah benturan.

– Apa bedanya pengapuran dan osteoarthritis? 

“Pengapuran” adalah istilah awam di Indonesia untuk osteoarthritis. Istilah ini muncul karena pada foto rontgen terlihat pertumbuhan tulang baru atau bony outgrowth yang menyerupai kapur di tepi sendi. Ini berbeda dengan osteoporosis atau pengeroposan tulang.

– Osteoarthritis apakah bisa disembuhkan?

Secara medis, tulang rawan yang sudah aus tidak dapat kembali seperti semula secara alami. Namun, gejalanya dapat dikelola dengan sangat baik sehingga penderita tetap bisa beraktivitas normal dengan rasa nyeri berkurang melalui manajemen pengobatan yang tepat.

Referensi:


Bagikan ke: