Cegukan saat puasa kerap muncul tanpa peringatan dan dapat mengganggu aktivitas ibadah maupun keseharian. Secara medis, cegukan atau singultus terjadi akibat kontraksi involunter pada otot diafragma yang diikuti penutupan mendadak pita suara, sehingga menghasilkan bunyi khas “hik”.
Meskipun umumnya tidak berbahaya, memahami cara menghilangkan cegukan saat puasa secara tepat akan membantu Sahabat Tirta kembali beraktivitas dengan nyaman.
Penyebab Cegukan Saat Puasa
Perubahan pola makan selama bulan puasa menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko cegukan.
Saat berpuasa, lambung kosong dalam waktu cukup lama, kemudian menerima asupan dalam porsi besar secara cepat saat berbuka. Kondisi ini memicu iritasi pada saraf frenikus (phrenic nerve) dan saraf vagus yang berperan mengontrol gerakan diafragma.
Beberapa penyebab cegukan yang umum dijumpai saat puasa:
- Makan terlalu cepat saat sahur atau berbuka, menyebabkan udara tertelan berlebihan (aerophagia) dan distensi lambung yang menekan diafragma.
- Makanan pedas atau bersuhu ekstrem, yang merangsang mukosa lambung sehingga memicu refleks cegukan.
- Minuman bersoda saat berbuka, karena karbonasi memperbesar volume gas dalam lambung sehingga menekan diafragma dari bawah.
- Stres, kelelahan, atau emosi intens, yang dapat mengaktifkan jalur saraf yang terlibat dalam refleks cegukan.
- Perubahan suhu mendadak di lambung, misalnya meminum es langsung setelah makanan panas.
Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa
Berikut ini 7 cara menghilangkan cegukan saat puasa yang dapat dipraktikkan secara mandiri:
1. Menahan Napas Selama 10 Detik
Tarik napas dalam, tahan selama ±10 detik, lalu hembuskan perlahan. Teknik ini secara sementara meningkatkan kadar CO₂ dalam darah, yang membantu merelaksasi spasme diafragma secara alami.
2. Minum Air Dingin Secara Perlahan
Teguk air putih dingin dalam cicipan kecil secara bertahap, bukan langsung banyak sekaligus. Sensasi dingin pada esofagus dapat menstimulasi saraf vagus dan memutus siklus refleks cegukan. Cara ini aman dilakukan setelah berbuka puasa.
3. Menelan Satu Sendok Teh Gula Pasir
Tekstur granul gula merangsang reseptor saraf di tenggorokan bagian belakang, membantu memutus pola impuls saraf ritmis yang mempertahankan siklus cegukan. Cara ini tidak dianjurkan bagi penderita diabetes tanpa izin dokter.
4. Menarik Lutut ke Dada
Duduk tegak, tarik kedua lutut ke arah dada, dan tahan posisi tersebut selama beberapa detik sambil menundukkan tubuh ke depan. Fleksi tubuh ini memberikan tekanan lembut ke arah diafragma dan dapat menghentikan kontraksi yang tidak terkendali.
5. Berkumur dengan Air Dingin
Berkumur selama ±30 detik menggunakan air dingin merangsang saraf glossopharyngeus dan vagus di area faring, yang secara refleks dapat membantu menghentikan siklus cegukan.
6. Bernapas ke Dalam Kantong Kertas
Bernapas masuk dan keluar ke dalam kantong kertas secara perlahan selama beberapa siklus meningkatkan konsentrasi CO₂ dalam darah, sehingga meredakan spasme diafragma. Penting: gunakan kantong kertas kecil dan pastikan mulut serta hidung tidak tertutup penuh.
7. Stimulasi Titik Tekanan Diafragma
Condongkan tubuh ke depan dan tekan lembut area tepat di bawah tulang dada (processus xiphoideus) selama beberapa detik. Tekanan langsung pada regio ini dapat meredakan kontraksi diafragma yang berulang.
Cara Mencegah Cegukan Saat Puasa
Pencegahan cegukan saat puasa berfokus pada modifikasi kebiasaan makan dan manajemen gaya hidup. Berikut langkah-langkah yang direkomendasikan:
- Makan dengan tenang dan perlahan saat sahur dan berbuka.
- Mulailah berbuka dengan takjil ringan dan porsi kecil sebelum mengonsumsi makanan utama, agar lambung beradaptasi secara bertahap.
- Hindari minuman bersoda dan beralkohol saat berbuka puasa.
- Batasi makanan yang sangat pedas atau bersuhu ekstrem (sangat panas atau sangat dingin).
- Kelola stres dengan baik dengan luangkan beberapa menit untuk bernapas dalam sebelum makan.
- Hindari merokok, karena merokok menyebabkan masuknya udara berlebih ke dalam saluran cerna yang dapat memicu cegukan.
Kapan Perlu Periksa ke Dokter?
Sebagian besar cegukan berlangsung beberapa menit saja dan reda dengan sendirinya. Namun, segera konsultasikan kondisi Anda kepada dokter apabila:
- Cegukan berlangsung lebih dari 48 jam tanpa berhenti (chronic hiccups).
- Cegukan muncul berulang kali dan mengganggu tidur, makan, atau kekhusyukan ibadah.
- Cegukan disertai nyeri dada, mual berat, sesak napas, atau gejala neurologis seperti sakit kepala hebat.
Cegukan yang tidak mereda dapat menjadi tanda gangguan medis yang lebih serius, seperti refluks gastroesofageal (GERD), kelainan sistem saraf pusat, atau efek samping obat tertentu.
Untuk pemeriksaan yang lebih komprehensif, Sahabat Tirta dapat mempercayakan kesehatan kepada Klinik Tirta Medical Centre (TMC). TMC merupakan klinik medical check up dengan laboratorium terpercaya dan terbaik di Indonesia, yang siap membantu diagnosis secara akurat dan profesional.
Kini, kemudahan semakin hadir melalui layanan Homecare TiCare, layanan pemeriksaan kesehatan yang dapat dilakukan langsung di rumah atau kantor Anda tanpa perlu antre.
Dengan lebih dari 30 lokasi cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, TMC hadir sebagai mitra kesehatan Anda yang terpercaya dan mudah dijangkau kapan saja.
Referensi:
- https://www.medicalnewstoday.com/articles/9896
- https://www.verywellhealth.com/how-to-get-rid-of-hiccups-7488794
- https://www.nhs.uk/symptoms/hiccups/
- https://www.goodrx.com/health-topic/respiratory/how-to-get-rid-of-hiccups-fast
- https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-hiccups

