Bagikan ke:

Vaksin rotavirus merupakan salah satu imunisasi wajib pada bayi yang terbukti efektif mencegah diare berat akibat infeksi rotavirus, penyebab utama gastroenteritis berat yang dapat menimbulkan dehidrasi pada anak berusia di bawah 5 tahun.

Imunisasi rotavirus mulai dilaksanakan secara bertahap di Indonesia pada 2022 dan diperluas secara nasional pada 2023 

Apa itu Vaksin Rotavirus?

Rotavirus adalah virus yang menginfeksi lapisan usus dan menjadi penyebab tersering diare berat pada bayi serta anak usia di bawah 5 tahun. Sebelum vaksinasi rotavirus digunakan secara luas, hampir semua anak mengalami setidaknya satu kali infeksi rotavirus sebelum usia 5 tahun.

Infeksi rotavirus dapat menyebabkan diare cair, muntah, demam, dan nyeri perut. Sebagian anak mengalami demam tinggi, tetapi tingkat keparahan gejala dapat berbeda-beda. 

Vaksin rotavirus adalah vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine), diberikan melalui tetes mulut, bukan suntikan. Cara kerjanya adalah vaksin merangsang respons imun terhadap rotavirus sehingga ketika bayi terinfeksi di kemudian hari, risiko mengalami diare berat dan komplikasinya menjadi lebih rendah, meskipun perlindungannya tidak 100%. 

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah menetapkan imunisasi rotavirus sebagai bagian dari imunisasi rutin nasional melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1139/2022.

Manfaat Vaksin Rotavirus

Vaksin Rotavirus

Sebagai dokter, saya selalu menekankan kepada orang tua bahwa manfaat vaksin rotavirus jauh melampaui risikonya. 

Berdasarkan data sebelum era vaksinasi, rotavirus menyebabkan sekitar 2,7 juta kasus penyakit, 55.000–70.000 rawat inap, dan 20–60 kematian anak setiap tahun hanya di Amerika Serikat. Setelah program vaksinasi berjalan, angka rawat inap akibat rotavirus turun hingga 80%. Beberapa manfaat utama vaksin rotavirus meliputi:

  1. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention ), pada tahun pertama kehidupan, vaksin rotavirus memberikan perlindungan sekitar 85–98% terhadap penyakit rotavirus berat dan rawat inap, serta 74–87% terhadap penyakit rotavirus dengan tingkat keparahan apa pun. Besarnya perlindungan dapat berbeda menurut vaksin dan populasi. 
  2. Dalam uji klinis RotaTeq, vaksin menurunkan kemungkinan rawat inap akibat rotavirus sebesar 96% dan kunjungan ke instalasi gawat darurat sebesar 94% selama dua tahun pertama setelah vaksinasi. Besarnya efektivitas dalam praktik dapat berbeda menurut populasi dan kondisi pelaksanaan program 
  3. Mengurangi risiko dehidrasi berat yang dapat mengancam nyawa akibat muntah dan diare hebat
  4. Program vaksinasi rotavirus dapat memberikan perlindungan tidak langsung kepada orang yang belum divaksinasi dengan mengurangi sirkulasi virus di masyarakat. Namun, perlindungan ini tidak sepenuhnya menghilangkan risiko penularan di rumah atau tempat penitipan anak.
  5. Menurunkan beban ekonomi keluarga akibat biaya pengobatan dan kehilangan hari kerja orang tua.

Jenis dan Jadwal Vaksin

Jadwal Imunisasi IDAI 2024 mencantumkan vaksin rotavirus monovalen dua dosis dan pentavalen tiga dosis. Secara terpisah, program imunisasi nasional memberikan vaksin rotavirus tiga dosis pada usia 2, 3, dan 4 bulan. 

1. Vaksin Rotavirus Rotarix (1 Strain)

Rotarix adalah vaksin monovalen (RV1) yang dibuat dari satu strain rotavirus manusia yang dilemahkan melalui proses kultur sel . Sesuai rekomendasi IDAI 2024, vaksin ini diberikan sebanyak 2 dosis secara oral:

  • Dosis pertama: usia 6–12 minggu.
  • Dosis kedua: diberikan dengan interval minimal empat minggu setelah dosis pertama, dan rangkaian diselesaikan paling lambat pada usia 24 minggu. 

2. Vaksin Rotavirus RotaTeq (5 Strain)

RotaTeq mengandung lima strain reassortant rotavirus manusia–sapi. Baik vaksin pentavalen maupun monovalen dapat memberikan perlindungan terhadap beberapa genotipe rotavirus; jumlah strain dalam vaksin tidak dengan sendirinya menunjukkan keunggulan perlindungan klinis. 

Berdasarkan jadwal IDAI 2024, RotaTeq diberikan dalam 3 dosis:

  • Dosis pertama: usia 6–12 minggu.
  • Dosis kedua dan ketiga: interval 4–10 minggu antar dosis.
  • Dosis ketiga diberikan paling lambat pada usia 32 minggu. 

Dalam Jadwal Imunisasi IDAI 2024, dosis pertama RV1 maupun RV5 diberikan pada usia 6–12 minggu. Batas usia dan penanganan keterlambatan harus mengikuti pedoman serta informasi produk yang digunakan, bukan menggabungkan ketentuan dari pedoman yang berbeda. 

Orang tua dianjurkan memulai vaksinasi rotavirus tepat waktu, misalnya pada usia dua bulan sesuai program nasional, lalu melengkapi seluruh dosis sesuai jadwal agar perlindungan terbentuk sejak dini. Imunisasi rutin bayi secara keseluruhan sudah dimulai sejak lahir. 

Harga Vaksin Rotavirus di Tirta Medical Centre

Klinik Tirta Medical Centre (TMC) menyediakan kedua jenis vaksin dengan harga yang transparan dan kompetitif. Berikut rincian harga vaksin rotavirus di Klinik TMC (Bisa Home Care):

  • Harga Vaksin Rotavirus 1 Strain (Rotarix): Rp 620.000
  • Harga Vaksin Rotavirus 5 Strain (RotaTeq): Rp 590.000

Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga vaksin rotavirus atau reservasi promo TMC secara online di sini:

Efek Samping Vaksin Rotavirus

Sebagian besar bayi yang menerima vaksin rotavirus tidak mengalami masalah berarti. Namun sebagai dokter, penting untuk menginformasikan efek samping yang mungkin terjadi agar orang tua dapat memantau kondisi anak dengan baik.

Efek samping ringan yang umum terjadi meliputi:

  • Rewel atau mudah menangis (irritability).
  • Diare ringan yang bersifat sementara.
  • Muntah ringan.
  • Demam ringan.

Reaksi ringan setelah vaksinasi rotavirus biasanya mereda dalam beberapa hari. Hubungi tenaga kesehatan jika gejala menetap, memburuk, atau mengkhawatirkan; segera cari pertolongan jika muncul tanda intususepsi atau reaksi alergi berat. 

Tempat Terbaik untuk Vaksin Rotavirus (Bisa Homecare)

Memilih fasilitas kesehatan yang tepat untuk vaksinasi rotavirus sama pentingnya dengan memilih jenis vaksin itu sendiri. Klinik Tirta Medical Centre (TMC) menjadi pilihan tepat karena merupakan klinik Medical Check Up dengan laboratorium yang terpercaya dan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. 

Standar keamanan penyimpanan vaksin, ketepatan dosis, serta pengawasan tenaga medis profesional di TMC memastikan setiap prosedur vaksinasi berjalan aman dan sesuai standar medis.

Bagi orang tua yang memiliki keterbatasan waktu atau ingin menghindari antrean di klinik, TMC juga menghadirkan layanan Home Care TiCare, yang memungkinkan vaksinasi rotavirus dilakukan langsung di rumah tanpa mengurangi kualitas pelayanan medis. Layanan ini sangat membantu terutama bagi bayi yang rentan terhadap risiko infeksi saat berada di tempat umum.

Dengan lebih dari 30 lokasi cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, Tirta Medical Centre memudahkan akses vaksinasi rotavirus bagi keluarga di berbagai kota tanpa harus menempuh jarak jauh. 

Kombinasi antara laboratorium terpercaya, tenaga medis kompeten, jaringan cabang luas, dan fleksibilitas layanan Homecare TiCare menjadikan TMC sebagai pilihan terbaik untuk memastikan bayi Anda mendapatkan perlindungan optimal dari rotavirus sejak dini.

Referensi:


Bagikan ke: