Vaksin rabies adalah intervensi medis paling efektif untuk mencegah infeksi virus rabies yang hampir selalu fatal setelah gejala muncul. Di Indonesia, program vaksinasi rabies menjadi bagian penting dari upaya eliminasi rabies 2030.
Apa Itu Vaksin Rabies?
Vaksin rabies adalah vaksin inaktif yang bekerja dengan merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi, terbuat dari virus rabies yang telah dimatikan (inactivated virus).
Rabies sendiri merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menular ke manusia melalui gigitan, cakaran, atau jilatan hewan yang terinfeksi, terutama anjing, kera, kelelawar atau kucing.
Vaksin rabies dapat diberikan dalam dua skenario utama:
- Profilaksis pra-pajanan (Pre-exposure prophylaxis/PrEP): vaksinasi sebelum terjadi paparan virus rabies, umumnya untuk orang berisiko tinggi.
- Profilaksis pasca-pajanan (Post-exposure prophylaxis/PEP): vaksinasi setelah terjadi gigitan atau paparan hewan yang diduga terinfeksi rabies.
Vaksinasi rabies modern jauh lebih aman dan efektif dibandingkan versi sejarahnya yang memerlukan hingga 30 suntikan.
Manfaat Vaksin Rabies

Vaksin rabies memiliki manfaat krusial dalam mencegah infeksi virus rabies yang hampir selalu berakibat fatal setelah gejala muncul. Berikut manfaat utamanya:
1. Mencegah infeksi rabies
Vaksinasi memberikan kekebalan aktif terhadap virus rabies dengan merangsang produksi antibodi spesifik.
2. Menyelamatkan nyawa
Rabies memiliki tingkat kematian mendekati 100% setelah gejala muncul, sehingga vaksinasi pasca-pajanan (PEP) sangat penting untuk mencegah progresi penyakit.
3. Vaksinasi pra-pajanan (PrEP)
Membentuk memori imun jangka panjang. Booster umumnya hanya dianjurkan bagi individu yang terus memiliki risiko tinggi terpapar rabies atau berdasarkan hasil pemeriksaan kadar antibodi.
4. Mengurangi kebutuhan imunoglobulin
Orang yang sudah divaksinasi sebelumnya tidak memerlukan Rabies Immune Globulin (RIG) saat terjadi paparan ulang.
5. Mendukung program eliminasi rabies
Vaksinasi manusia dan hewan menjadi strategi kunci dalam program Indonesia Bebas Rabies 2030.
Siapa yang Perlu Vaksin Rabies?
Menurut WHO dan CDC, kelompok berikut sangat direkomendasikan untuk menerima vaksinasi rabies:
Profilaksis Pra-Pajanan (sebelum gigitan):
- Dokter hewan dan asisten dokter hewan
- Pekerja laboratorium yang menangani virus rabies
- Petugas kebun binatang dan penangkaran hewan
- Pekerja lapangan yang berkontak dengan hewan liar (biolog, peneliti)
- Anak-anak di daerah endemis rabies yang berisiko tinggi
- PrEP dianjurkan bagi pelancong yang akan bepergian ke daerah endemis rabies apabila berisiko tinggi terpapar hewan atau akan berada di daerah dengan akses terbatas terhadap pelayanan PEP, terlepas dari lamanya perjalanan.
Profilaksis Pasca-Pajanan (setelah gigitan):
- Semua orang yang digigit, dicakar, atau dijilat hewan yang diduga rabies
- Korban gigitan anjing, kucing, atau kera liar/tidak diketahui status vaksinasinya
- Gigitan kelelawar (risiko tinggi rabies)
Penting untuk segera membersihkan luka dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit, kemudian segera ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi dan vaksinasi jika diperlukan.
Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin Rabies
Dosis dan jadwal pemberian vaksin rabies ditentukan berdasarkan jenis vaksin serta kondisi paparan pasien. Vaksin ini diberikan melalui suntikan intramuskular dan digunakan baik untuk pencegahan sebelum pajanan maupun setelah pajanan.
Untuk profilaksis pra-pajanan, terdapat beberapa skema pemberian yang umum digunakan. Pada Purified Vero Rabies Vaccine /PVRV (Verorab), pemberian dilakukan pada:
- hari ke-0
- hari ke-7 setelah dosis 1
- hari ke-28 setelah dosis 1
- Booster I (setelah dosis 1)
- Booster II (setelah dosis 1)
Sementara pada Purified Chick Embryo Cell-culture Vaccine /PCECV (Rabipur), jadwal pemberiannya adalah:
- hari ke-0 1 dosis
- hari ke-7 1 dosis
- hari ke-28 1 dosis
Pada profilaksis pasca-pajanan, vaksin rabies diberikan sesegera mungkin setelah terjadi gigitan, cakaran, atau pajanan yang berisiko.
Penentuan jumlah dosis sangat bergantung pada tingkat risiko luka, kondisi hewan yang menggigit, serta hasil observasi hewan tersebut. Bila hewan terbukti negatif, pemberian vaksin dapat dihentikan sesuai evaluasi tenaga medis.
Pada luka dengan risiko tinggi, pemberian vaksin rabies umumnya perlu disertai serum anti rabies. Karena itu, jadwal vaksin tidak boleh ditentukan sendiri dan harus mengikuti penilaian klinis oleh dokter.
Cara Pemberian Vaksin Rabies
Vaksin rabies diberikan melalui injeksi oleh tenaga kesehatan terlatih dengan prosedur sebagai berikut:
– Lokasi Penyuntikan
- Dewasa dan anak besar: Otot deltoid (lengan atas)
- Bayi dan anak kecil: Otot paha anterior (vastus lateralis)
- Hindari penyuntikan di area gluteal (bokong) karena respons imun kurang optimal
– Metode Injeksi
- Intramuskular (IM): Metode standar dengan dosis 0,5–1 mL per suntikan
- Intradermal (ID): Alternatif dengan dosis lebih kecil (0,1 mL) untuk program massal, tetapi memerlukan keahlian khusus
– Prosedur Pemberian
- Pemeriksaan luka: Evaluasi derajat luka gigitan (Kategori I, II, atau III menurut WHO)
- Pembersihan luka: Cuci dengan sabun dan air mengalir minimal 15 menit
- Pemberian RIG (jika perlu): Untuk luka Kategori III, RIG disuntikkan di sekitar luka
- Vaksinasi: Suntikkan vaksin sesuai jadwal yang ditentukan
- Observasi: Pasien diamati 15–30 menit untuk memantau reaksi alergi
Harga Vaksin Rabies di Tirta Medical Centre
Berikut adalah harga vaksin rabies di Klinik Tirta Medical Centre (TMC):
- Harga Vaksin Rabies Speeda: Rp 500.000
- Harga Vaksin Rabies Verorab: Rp 770.000
Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga vaksin rabies atau reservasi promo TMC secara online di sini:
Efek Samping Vaksin Rabies
Efek samping vaksin rabies umumnya ringan dan bersifat sementara. Menurut CDC dan sumber medis terpercaya, efek samping umum yang ringan dapat terjadi meliputi:
- Nyeri, kemerahan, bengkak, atau gatal di lokasi suntikan
- Sakit kepala
- Demam ringan
- Mual, muntah, atau nyeri perut
- Nyeri otot atau sendi
- Pusing atau kelelahan
Penting: Manfaat vaksin rabies jauh lebih besar daripada risikonya, terutama mengingat rabies hampir selalu fatal setelah gejala muncul.
Tempat Vaksin Rabies (Bisa Homecare)
Vaksin rabies tersedia di Tirta Medical Centre (TMC), berikut beberapa keunggulan TMC untuk vaksinasi rabies:
- Klinik Medical Check Up Terpercaya: TMC merupakan klinik medical check up yang memiliki laboratorium terpercaya dan terbaik di Indonesia dengan standar akreditasi tinggi.
- Layanan Home Care TiCare: Vaksinasi rabies dapat dilakukan di rumah atau kantor Anda melalui layanan Home Care TiCare, menghadirkan kenyamanan tanpa perlu datang ke klinik.
- Jaringan Luas: TMC sudah memiliki 30+ lokasi cabang se-Indonesia, memastikan akses mudah di berbagai kota besar.
- Tenaga Medis Profesional: Vaksinasi dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman dengan protokol keselamatan ketat.
- Fasilitas Lengkap: Tersedia berbagai jenis vaksin rabies (Speeda dan Verorab)
Dengan layanan komprehensif dan jangkauan luas, Tirta Medical Centre menjadi solusi tepat untuk vaksinasi rabies yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Referensi:
- https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/rabies-vaccine-intramuscular-route/description/drg-20069868
- https://www.chop.edu/vaccine-education-center/vaccine-details/rabies-vaccine
- https://www.who.int/teams/control-of-neglected-tropical-diseases/rabies/vaccinations-and-immunization
- https://www.hhs.nd.gov/health/diseases-conditions-and-immunization/rabies/rabies-vaccine-information
- https://historyofvaccines.org/blog/how-modern-rabies-vaccine-came-be/
- https://www.walgreens.com/topic/pharmacy/scheduler/rabies-vaccine.jsp
- https://www.aphis.usda.gov/national-wildlife-programs/rabies/vaccine
- https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/current-vis/downloads/rabies.pdf
- https://www.cdc.gov/yellow-book/hcp/travel-associated-infections-diseases/rabies.html
- https://nhs.uk/conditions/rabies/

