Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi pada sistem pernapasan dengan prevalensi tinggi di Indonesia, khususnya pada anak-anak mencapai 25% dan lebih dari 30% di beberapa wilayah.
Penyakit ini dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup. Ketahui informasi lengkap tentang ISPA dari definisi hingga penanganannya.
Apa itu ISPA?
ISPA adalah peradangan pada saluran pernapasan atas maupun bawah yang disebabkan infeksi virus, bakteri, atau jamur.
Saluran pernapasan atas mencakup hidung, sinus, faring, dan laring. Infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) meliputi trakea, bronkus, bronkiolus, dan alveolus paru.
ISPA diklasifikasikan menjadi ISPA atas (sinusitis, rhinitis, radang tenggorokan, common cold, tonsillitis, laringitis) dan ISPA bawah (bronkitis akut, bronkiolitis, tuberkulosis (TBC), aspergilosis, pneumonia).
Penyakit ISPA bersifat akut dengan durasi umumnya sekitar 14 hari dan paling sering menyerang anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem imun lemah. Namun, ISPA dapat menjadi berat atau berkepanjangan pada kelompok risiko tinggi seperti bayi, lansia, ibu hamil, dan individu dengan imunitas rendah.
Gejala ISPA
Gejala ISPA bervariasi tergantung lokasi infeksi dan jenis patogen. Berikut adalah gejala-gejala utama ISPA:
- Batuk berdahak atau kering umumnya berlangsung selama satu hingga dua minggu
- Pilek atau hidung tersumbat dengan cairan jernih atau berwarna
- Sakit tenggorokan dan rasa tidak nyaman saat menelan
- Demam, dapat mencapai lebih dari 39°C pada kasus berat
- Sakit kepala dan tubuh terasa pegal
- Kelelahan dan energi menurun
- Bersin yang dapat meningkatkan penyebaran penyakit
- Napas berbunyi atau mengi pada infeksi saluran pernapasan bawah
- Kesulitan bernapas pada kasus parah, terutama pada anak kecil
Penyebab ISPA

Penyebab ISPA sangat beragam mencakup berbagai agen infeksius:
- Rhinovirus sebagai penyebab paling umum pilek biasa
- Respiratory Syncytial Virus (RSV) penyebab bronkiolitis pada bayi
- Virus influenza tipe A dan B
- Parainfluenza virus penyebab croup pada anak-anak
- Adenovirus dengan lebih dari 50 jenis berbeda
- Human metapneumovirus dengan gejala mirip RSV
- Streptococcus pneumoniae bakteri penyebab pneumonia bakteri
- Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia pneumoniae bakteri atipik
- Legionella pneumophila bakteri penyebab pneumonia berat
Cara Penularan ISPA
ISPA dapat menular melalui beberapa mekanisme transmisi:
- Transmisi droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara dalam jarak kurang dari satu sampai dua meter
- Penularan langsung melalui kontak dengan sekresi pernapasan atau benda terkontaminasi
- Inhalasi aerosol pernapasan di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk
- Penggunaan benda bersama seperti mainan, peralatan makan, atau handuk
Tingkat penularan ISPA pada balita sangat tinggi dengan perkiraan terjadi tiga hingga enam kali per tahun.
Diagnosis ISPA

Diagnosis ISPA ditegakkan melalui kombinasi evaluasi klinis dan pemeriksaan penunjang:
- Anamnesis menggali riwayat penyakit, gejala, faktor risiko, dan kontak dengan penderita
- Pemeriksaan fisik sistematis meliputi tanda vital, pemeriksaan hidung, tenggorokan, kelenjar getah bening, dan auskultasi paru
- Rontgen toraks membedakan pneumonia dengan bronkitis akut, di mana pneumonia menunjukkan infiltrate pada parenkim paru.
- Pulse oximetry mengukur saturasi oksigen untuk menilai hipoksemia
- Tes laboratorium darah termasuk hitung darah lengkap dan CRP
- Tes cepat influenza atau RSV untuk identifikasi cepat patogen viral
Layanan Diagnosis di Tirta Medical Centre (TMC)
Klinik Tirta Medical Centre menyediakan pemeriksaan diagnostik ISPA berkualitas tinggi:
- Biaya Rontgen Thorax AP/PA: Rp150.000
- Biaya Pemeriksaan Fisik: Rp90.000
- Biaya Tes Darah Lengkap atau Hematologi Lengkap: Rp95.000
- Biaya CRP Kuantitatif: Rp210.000
Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga untuk diagnosis ISPA atau reservasi promo TMC secara online di sini:
Pengobatan ISPA
Pengobatan ISPA disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan:
- Pengobatan suportif meliputi istirahat, minum cairan banyak, inhalasi uap, dan terapi hangat
- Antipiretik seperti parasetamol 1000 mg setiap 6 jam (4 kali sehari) dengan dosis maksimal 4 gram/hari, diberikan jika mengalami keluhan demam atau nyeri kepala
- Antitusif untuk batuk kering atau ekspektoran untuk batuk berdahak
- Terapi inhalasi dengan bronkodilator pada kasus dengan obstruksi
- Anak-anak dengan pneumonia umumnya diobati dengan amoxicillin setidaknya 40mg/kg/dosis dua kali sehari atau 80mg/kg/hari selama lima hari
- Pernapasan cepat tanpa retraksi dada atau tanda bahaya umum harus diobati dengan amoksisilin oral: setidaknya 40 mg/kg/dosis dua kali sehari (80 mg/kg/hari) selama lima hari.
- Oksigen terapeutik pada hipoksemia dengan SpO2 kurang dari 90 persen
- Corticosteroid hanya untuk croup berat dengan gejala stridor
- Terapi komplementer termasuk madu untuk batuk pada anak di atas 1 tahun
Pencegahan ISPA

Pencegahan merupakan strategi terbaik untuk mengurangi insiden ISPA:
- Vaksin influenza tahunan dan vaksin pneumonia untuk populasi berisiko
- Higienitas pernapasan menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin
- Cuci tangan rutin dengan sabun dan air selama 20 detik
- Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci
- Jaga jarak dari individu yang sakit minimal 1 meter
- Lingkungan hidup sehat dengan ventilasi baik dan hindari asap rokok
- Nutrisi dan istirahat untuk mendukung fungsi sistem imun
- Hindari berbagi peralatan pribadi dengan seseorang yang terinfeksi
- Pembersihan dan disinfeksi permukaan benda yang sering disentuh
Kapan Harus ke Dokter?
Beberapa situasi memerlukan evaluasi medis segera:
- Demam tinggi lebih dari 39°C tidak turun dengan antipiretik atau berlangsung lebih dari 3 hari
- Kesulitan bernapas
- Nyeri dada berat disertai batuk
- Batuk berdahak dengan darah
- Kepanikan atau perubahan tingkat kesadaran
- Gejala berlangsung lebih dari 3 minggu tanpa perbaikan
- Penderita kelompok berisiko tinggi (bayi, lansia, penyakit kronis)
Pemeriksaan Lengkap di Tirta Medical Centre (TMC)
Klinik Tirta Medical Centre adalah pilihan terpercaya untuk diagnosis dan tatalaksana ISPA. TMC merupakan klinik medical check up dengan laboratorium terpercaya dan terbaik di Indonesia.
TMC tersedia di 30+ lokasi cabang se-Indonesia dengan teknologi diagnostik modern dan tenaga medis profesional berpengalaman.
Paket pemeriksaan ISPA untuk diagnosis akurat di TMC mencakup pemeriksaan fisik, rontgen thorax AP/PA, tes darah lengkap, dan CRP kuantitatif.
Klinik TMC memiliki standar kebersihan ketat, tim dokter spesialis, dan laboratorium bersertifikat. Layanan tersedia dengan jam operasional fleksibel termasuk hari minggu dan libur pada cabang tertentu.
FAQ
– Apakah ISPA sama dengan TBC?
Tidak, ISPA dan TBC berbeda meskipun keduanya infeksi pernapasan. ISPA adalah infeksi akut sekitar 14 hari disebabkan virus atau bakteri umum, sedangkan TBC adalah infeksi kronis disebabkan Mycobacterium tuberculosis berlangsung berbulan-bulan.
Gejala TBC berupa batuk lebih dari 3 minggu sering berdarah, keringat malam, dan penurunan berat badan. Diagnosis TBC dengan tes tuberkulin Mantoux atau pemeriksaan dahak AFB (Acid-Fast Bacilli).
– Apakah ISPA menular?
Ya, ISPA sangat mudah menular terutama yang disebabkan virus. Penularan terjadi melalui droplet pernapasan saat batuk atau bersin, dapat juga melalui kontak langsung atau benda terkontaminasi.
Tingkat penularan tertinggi adalah 3–5 hari pertama sakit. Untuk mencegah penularan, gunakan masker, tutup mulut saat batuk, dan cuci tangan berkala.
– Apakah ISPA dapat sembuh sendiri?
Ya, mayoritas ISPA dapat sembuh sendiri dalam 14 hari, namun pada kasus tertentu yang berat diperlukan rawat inap. Perlu dilakukan perawatan suportif seperti istirahat, minum cairan cukup, dan mengelola gejala.
Pada pneumonia bakteri atau sistem imun compromised, antibiotik mungkin diperlukan. Jika gejala tidak membaik setelah 7 hari atau semakin memburuk, konsultasikan ke dokter.
– Apakah ISPA bisa sembuh total?
Iya, ISPA dapat sembuh total baik viral maupun bakteri dengan penanganan tepat. Mayoritas pasien ISPA sembuh sepenuhnya dalam 1–2 minggu.
Penting menyelesaikan antibiotik sepenuhnya untuk mencegah resistensi. Beberapa mengalami batuk beberapa minggu setelah infeksi akut sembuh, ini normal dan hilang sendirinya.
Referensi:
- Healthline. Acute Respiratory Infection: Causes, Symptoms, and Diagnosis: https://www.healthline.com/health/acute-respiratory-disease
- NCBI Bookshelf. Acute Respiratory Infections in Children – Disease Control Priorities in Developing Countries: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK11786/
- npj Primary Care Respiratory Medicine. Characterizing acute respiratory infections in primary care for better management of viral infections: https://www.nature.com/articles/s41533-025-00434-w
- WHO. Trends of acute respiratory infection, including human metapneumovirus, in the Northern Hemisphere: https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2025-DON550
- Alomedika. Diagnosis Bronkitis Akut: https://www.alomedika.com/penyakit/pulmonologi/bronkitis-akut/diagnosis
- NCBI Bookshelf. Scientific basis of WHO recommendations for treatment of pneumonia: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK264159/
- Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen. Faktor Risiko Gejala Penyakit Pernapasan Ispa pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara: https://journalcenter.org/index.php/klinik/article/download/4099/3236/15130
- Alomedika. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) – patofisiologi, diagnosis, penatalaksanaan: https://www.alomedika.com/penyakit/telinga-hidung-tenggorokan/ispa

