Menunaikan ibadah haji memerlukan persiapan kesehatan matang.Aktivitas fisik intensif seperti tawaf, sa’i, wukuf, serta berjalan jauh dalam iklim panas ekstrem dapat membebani jantung, paru, otot, hingga sistem metabolik.
Karena itu, sistem pemeriksaan istithaah kesehatan haji yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama untuk memastikan setiap calon jamaah layak menunaikan ibadah haji. Berikut daftar cek kesehatan calon jamaah haji yang perlu Sahabat Tirta ketahui:
1. Melakukan Medical Check Up Khusus untuk Jamaah Haji
Pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji dilakukan dalam beberapa tahapan komprehensif. Tahapan pertama mencakup pemeriksaan medis umum dengan pengukuran antropometri, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah untuk mendeteksi hipertensi.
Pemeriksaan laboratorium meliputi cek darah lengkap, tes urine lengkap, pemeriksaan diabetes, fungsi hati, fungsi ginjal, profil lipid, dan tes kehamilan (wanita usia subur).
Pemeriksaan radiologi termasuk rontgen dada untuk jantung dan paru-paru.
Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) untuk fungsi jantung, dan pemeriksaan mata untuk penglihatan.
Pemeriksaan kebugaran dasar: beberapa daerah menambahkan tes 6-minute walk test untuk menilai kapasitas fisik jamaah lanjut usia atau dengan komorbid.
Penetapan status istithaah kesehatan dilakukan tiga bulan sebelum keberangkatan oleh dokter, menentukan apakah calon jamaah dinyatakan istithaah (layak berangkat), istithaah dengan pendampingan, atau tidak istithaah kesehatan.
2. Vaksinasi yang Wajib & Dianjurkan sebagai Syarat Calon Jamaah Haji Indonesia
Vaksinasi merupakan komponen wajib dari persiapan kesehatan calon jamaah haji dari Indonesia. Pemerintah Arab Saudi dan WHO telah menetapkan vaksinasi wajib untuk semua calon jamaah haji.
1. Vaksin Meningitis
Vaksin meningitis meningokokus (MenACWY) adalah vaksinasi wajib untuk melindungi empat serovar meningitis: A, C, W, dan Y. Arab Saudi mempersyaratkan vaksin diberikan maksimal lima tahun sebelumnya dan minimal sepuluh hari sebelum keberangkatan.
Vaksinasi penting mengingat risiko penyebaran tinggi dalam kepadatan massa di Makkah dan Madinah.
2. Vaksin Polio
Vaksin polio wajib untuk melindungi terhadap virus penyebab kelumpuhan dan mencegah importasi dari wilayah endemis. Vaksin demam kuning (yellow fever) wajib bagi calon jamaah dari negara-negara area endemis demam kuning.
3. Vaksin yang Direkomendasikan
Vaksin influenza sangat direkomendasikan untuk usia lanjut dan kondisi kesehatan kronis, serta vaksin pneumokokus untuk berusia lebih dari 65 tahun.
Vaksin COVID-19 juga menjadi persyaratan Arab Saudi untuk kelompok tertentu (misalnya komorbid, usia >65 tahun, atau sesuai kebijakan negara pengirim).
3. Rencanakan Perjalanan Anda agar Lancar dan Sehat
Persiapan perjalanan yang baik memastikan kesehatan tetap terjaga. Calon jamaah harus melakukan latihan olahraga ringan hingga sedang secara regular seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang, tiga hingga empat kali seminggu, dimulai beberapa bulan sebelum keberangkatan.
Calon jamaah dengan penyakit kronis harus berkonsultasi dokter spesialis sebelum keberangkatan untuk memastikan kondisi terkontrol.
Nutrisi dan hidrasi harus dipersiapkan dengan baik. Cuaca Tanah Suci yang sangat panas meningkatkan risiko dehidrasi signifikan, sehingga calon jamaah harus terbiasa minum air putih secara regular.
Semua obat regular harus dibawa dalam kemasan asli dengan label jelas untuk seluruh perjalanan, ditambah perlengkapan kesehatan dasar seperti plester, perban, obat pencuci luka, dan termometer. Akomodasi dan kebersihan lingkungan harus diperhatikan untuk mencegah penularan infeksi.
4. Setelah Haji, Tetap Jaga Kesehatan
Berdasarkan data Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) selama 70 hari ibadah haji 1446 H/2025M, tercatat 1.710 jamaah Indonesia dirawat inap di rumah sakit Arab Saudi (RSAS). Diagnosis dominan meliputi pneumonia, komplikasi diabetes melitus, serta Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Layanan kefarmasian mencapai 12.396 resep, dengan obat flu batuk kombinasi menjadi yang paling sering digunakan.
Pemulihan kesehatan setelah ibadah haji penting untuk diperhatikan. Jamaah harus melakukan istirahat cukup karena perjalanan panjang dan aktivitas fisik dapat menyebabkan kelelahan signifikan.
Jamaah dengan penyakit kronis harus melakukan kunjungan untuk periksa kesehatan dengan dokter dalam satu hingga dua minggu setelah kembali untuk evaluasi kesehatan.
Mempertahankan gaya hidup sehat dengan olahraga regular, pola makan sehat, dan pengelolaan stres membantu menjaga kesehatan.
Layanan Medical Check Up Haji dan Vaksinasi di Tirta Medical Centre (TMC)
Tirta Medical Centre (TMC) menyediakan layanan medical check up khusus calon jamaah haji yang sudah terintergrasi dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (SISKOHATKES) dari Kementerian Kesehatan khususnya wilayah Jakarta.
Tidak hanya itu, para calon jamaah haji juga dimudahkan untuk mendapatkan E-ICV untuk vaksinasi polio dan meningitis. E-ICV berlaku di beberapa cabang TMC: Jakarta, Tangerang Selatan, Cikande, Medan, Balikpapan, Luwuk, Tabalong, Pekanbaru, Surabaya, Banjarmasin, Muara Teweh, Angsana, Morowali, Mataram, Berau Derawan, Maluk, Batu Sopang, dan Makassar).
TMC adalah Klinik Medical Check Up terpercaya dengan laboratorium modern terbaik di Indonesia. Tim profesional kesehatan berpengalaman siap memberikan layanan untuk mempersiapkan kesehatan sebelum ibadah haji.
Layanan TMC mencakup konsultasi medis, pemeriksaan fisik, laboratorium lengkap, radiologi, dan kardiologi jika diperlukan. Vaksinasi mencakup meningitis, polio, demam kuning, dan vaksin tambahan lainnya.
Dengan 30+ cabang se-Indonesia, layanan TMC mudah diakses calon jamaah haji di berbagai wilayah.
PROMO Vaksinasi Haji di Tirta Medical Centre (TMC):
- Harga Vaksin polio (1-2 pasien): Rp375.000
- Harga Vaksin polio (3-4 pasien): Rp310.000
- Harga Vaksin polio (5 pasien): Rp250.000
- Harga Bundling Vaksin Polio + Meningitis (1 pasien): Rp555.000
- Harga Bundling Vaksin Polio + Meningitis (5 pasien): Rp530.000
Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update biaya vaksin untuk haji atau reservasi promo secara online di sini ya:
Referensi:
- Badan Pengelola Keuangan Haji. Pemeriksaan Istithaah Kesehatan Haji yang Perlu Diketahui: https://bpkh.go.id/istithaah-kesehatan-haji-yang-perlu-diketahui/
- Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Pemeriksaan Istithaah Kesehatan Calon Jamaah Haji: https://dinkes.salatiga.go.id/pemeriksaan-istithaah-kesehatan-calon-jamaah-haji/
- Mountelizabeth. Ready for Haj? Here’s Your Complete Health Checklist: https://www.mountelizabeth.com.sg/health-plus/article/haj-health-checklist
- The Straits Times. Health certificate required for haj pilgrims from 2026, seniors above 70 to get selection priority: https://www.straitstimes.com/singapore/health-certificate-required-for-haj-pilgrims-from-2026-seniors-above-70-to-get-selection-priority
- Kemenkes BBKK Soekarno Hatta. Pemberlakuan Elektronik ICV: https://www.bbkksoetta.com/newsdetail/171/
- Kemenkes. Kemenkes Ketatkan Pengawasan International Certificate of Vaccination (ICV) Meningitis: https://kemkes.go.id/id/kemenkes-ketatkan-pengawasan-international-certificate-of-vaccination-icv-meningitis
- Kemenkes. Resmi Berhenti Beroperasi: Layanan Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Tahun 2025: https://kemkes.go.id/id/resmi-berhenti-beroperasi-layanan-kesehatan-haji-indonesia-di-arab-saudi-berhasil-tekan-angka-kematian-jemaah-tahun-2025

