Bagikan ke:

Kanker serviks mengancam kesehatan wanita di seluruh dunia. Penyakit ini dapat dicegah secara efektif melalui langkah-langkah preventif yang telah terbukti ilmiah. 

Pemahaman mendalam tentang pencegahan kanker serviks dapat membantu wanita membuat keputusan kesehatan lebih baik dan meminimalkan risiko penyakit ini.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Pencegahan kanker serviks perlu dipahami setiap wanita sejak dini karena sebagian besar kasus sebenarnya bisa dicegah.

Dengan kombinasi vaksinasi, deteksi dini, dan perubahan gaya hidup, risiko kanker serviks dapat diturunkan secara signifikan. Berikut cara mencegah kanker serviks yang perlu diketahui Sahabat Tirta:

1. Melakukan Vaksinasi HPV

Vaksin Human Papillomavirus (HPV) merupakan pencegahan utama paling efektif. Pemberian vaksin sebelum paparan virus mengurangi risiko kanker serviks hingga 90 persen. 

Vaksin memicu respons kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan strain HPV berbahaya, khususnya tipe 16 dan 18 yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan vaksin HPV untuk anak perempuan mulai usia 9 tahun dengan jadwal dosis berikut:

Anak dan Remaja

  • 1-2 dosis (selang 6-12 bulan) untuk usia 9-14 tahun
  • 2 dosis (selang 6 bulan) untuk usia 15-20 tahun

Dewasa

  • 2 dosis (selang 6 bulan) untuk perempuan di atas 21 tahun

Vaksinasi HPV umumnya tidak direkomendasikan untuk perempuan di atas 26 tahun karena manfaatnya lebih kecil. Meski begitu, pada usia 27-45 tahun bisa dikonsultasikan dengan dokter jika diperlukan.

Vaksinasi juga tidak disarankan bagi:

  • Riwayat alergi berat terhadap vaksin HPV atau isinya
  • Alergi pada ragi (untuk Vaksin Gardasil/Gardasil 9)
  • Kondisi hamil
  • Penyakit serius sedang berlangsung (boleh vaksin jika hanya batuk dan pilek ringan tanpa demam)

Vaksin HPV tersedia dalam tiga jenis: bivalent (tipe 16 dan 18), kuadrivalent (tipe 6, 11, 16, dan 18), dan nonavalent (9 tipe HPV).

Cegah Kanker Serviks Sejak Dini dengan Imunisasi HPV (Sumber: Youtube/@Kementerian Kesehatan RI)

2. Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks

Skrining rutin mengidentifikasi perubahan sel abnormal sebelum menjadi kanker. Beberapa metode pemeriksaan tersedia di fasilitas kesehatan.

– Pemeriksaan Pap Smear

Prosedur ini mengambil sampel sel leher rahim menggunakan sikat halus khusus, spatula, atau keduanya. Sel diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi abnormalitas atau tanda prakanker. Pap smear efektif mendeteksi lesi prakanker dengan sensitivitas 70.80%. 

Bagi wanita usia 21-29 tahun, lakukan pemeriksaan Pap smear secara berkala setiap 3 tahun. Sedangkan pada kelompok usia 30-65 tahun, skrining bisa dilakukan setiap 3 tahun dengan Pap smear saja, setiap 5 tahun pakai tes HPV, atau gabungan keduanya setiap 5 tahun.

Tes HPV DNA

Tes mendeteksi materi genetik HPV tipe risiko tinggi dengan sensitivitas lebih baik dari Pap smear. Tes mengidentifikasi infeksi HPV sebelum perubahan sel terlihat. Jika hasil negatif, pemeriksaan dapat ditunda hingga 5 tahun. Tes direkomendasikan untuk wanita usia 30 tahun ke atas dan aktif berhubungan seksual.

– Biopsi

Jika pemeriksaan awal mencurigakan, dokter mengambil sampel jaringan kecil. Pemeriksaan histologi memberikan diagnosis definitif tentang keberadaan perubahan prakanker atau kanker.

– Skrining dengan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)

Metode sederhana ini mengoleskan asam asetat pada leher rahim. Sel abnormal terlihat sebagai bercak putih dalam waktu singkat. Meskipun sensitivitasnya lebih rendah, IVA berguna sebagai skrining awal di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas.

3. Hindari Merokok

Merokok meningkatkan risiko kanker serviks signifikan pada wanita terinfeksi HPV. Zat beracun seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida merusak pertahanan kekebalan lokal. 

Karsinogen dalam asap mempercepat transformasi sel normal menjadi sel kanker. Wanita perokok memiliki risiko lebih tinggi dibanding non-perokok.

Paparan asap rokok pasif juga berbahaya. Zat beracun dapat mencapai organ reproduksi dan mengganggu pertahanan tubuh terhadap infeksi HPV.

4. Berhubungan Seks dengan Aman

Praktik seksual aman mencegah penularan HPV melalui kontak kulit ke kulit area genital. Kondom yang digunakan konsisten mengurangi risiko transmisi HPV, meskipun tidak memberikan perlindungan 100 persen. 

Penggunaan kondom tetap memberikan perlindungan signifikan terhadap HPV dan infeksi menular seksual lainnya. Membatasi jumlah pasangan seksual juga penting karena HPV mudah ditransmisikan dalam populasi.

5. Jaga Kebersihan Vagina

Pertahankan kebersihan area kewanitaan secara rutin setiap hari. Bilas menggunakan air bersih setelah buang air kecil atau besar, lalu keringkan segera. Pilihlah celana dalam berbahan katun yang longgar dan nyaman dipakai (tidak ketat).

6. Terapkan Pola Hidup Sehat

Sistem imun yang kuat membantu tubuh menghilangkan infeksi HPV sebelum berkembang menjadi kanker. 

Pola hidup sehat mencakup konsumsi makanan bergizi dengan buah dan sayuran untuk antioksidan, aktivitas fisik 150 menit per minggu, manajemen stres melalui relaksasi karena stres kronis melemahkan imun, dan tidur 7-9 jam setiap malam untuk regenerasi tubuh.

Tempat Vaksinasi & Deteksi Dini Kanker Serviks

Ilustrasi Tempat Vaksinasi & Deteksi Dini Kanker Serviks

Tirta Medical Centre (TMC) menyediakan layanan vaksinasi HPV dan deteksi dini kanker serviks dengan standar medis terbaik di Indonesia. TMC adalah klinik medical check up terpercaya dengan laboratorium berkualitas tinggi dan lebih dari 30 cabang di seluruh Indonesia.

TMC menawarkan tiga jenis vaksin HPV dan Harganya

  • Harga Vaksin HPV Cervarix (Rp800.000) melindungi tipe 16 dan 18. 
  • Harga Vaksin HPV Gardasil Kuadrivalent (Rp1.300.000) melindungi tipe 6, 11, 16, dan 18.
  • Harga Vaksin Gardasil 9 Nonavalent (Rp2.300.000) dan 3 dosis (Rp6.800.000) melindungi sembilan tipe HPV. 

Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga vaksin HPV atau reservasi promo TMC secara online di sini:

Program Home Care TiCare dari Tirta Medical Centre memungkinkan vaksinasi dilakukan di rumah atau kantor, meningkatkan aksesibilitas bagi individu, perusahaan, dan organisasi.

Layanan Deteksi Dini Kanker Serviks di TMC

TMC menyediakan pemeriksaan Pap Smear dan Tes HPV DNA dengan deteksi sensitif terhadap infeksi HPV tipe risiko tinggi. Berikut adalah harga deteksi dini atau screening kanker serviks di TMC:

  • Biaya Pemeriksaan Pap Smear: Rp139.000
  • Biaya Tes HPV DNA: Rp1.065.000

Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga deteksi dini kanker serviks atau reservasi promo TMC secara online di sini:

Dengan 30+ cabang tersebar di berbagai kota, wanita dapat mengakses layanan vaksinasi dan skrining kanker serviks di lokasi terdekat. Laboratorium TMC yang terakreditasi menjamin hasil pemeriksaan akurat.

Referensi:


Bagikan ke: