Bagikan ke:

Campak bukan penyakit eksklusif milik anak-anak. Orang dewasa yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap virus campak, baik karena belum pernah divaksinasi maupun karena imunitas yang memudar akan berisiko terinfeksi.

Bahkan, pada orang dewasa, campak cenderung menimbulkan gejala yang lebih berat dan komplikasi yang lebih serius dibandingkan pada anak.

Ciri-ciri Campak pada Orang Dewasa

Gejala campak pada orang dewasa pada dasarnya serupa dengan anak-anak, namun intensitasnya seringkali lebih parah. Gejala biasanya muncul 7–14 hari setelah paparan virus.

Berikut ciri-ciri khas campak yang perlu diwaspadai:

  1. Demam tinggi, dapat mencapai 40°C atau lebih
  2. Batuk kering yang persisten dan cukup mengganggu
  3. Mata merah dan berair (konjungtivitis) yang disertai sensitivitas terhadap cahaya
  4. Pilek yang muncul bersama gejala awal
  5. Bercak Koplik, yaitu bintik-bintik putih kecil di dalam rongga mulut, muncul 2–3 hari setelah gejala awal dan merupakan tanda patognomonik campak
  6. Ruam kemerahan khas yang dimulai dari wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, dada, punggung, tangan, dan kaki dalam 3–5 hari

Ruam campak pada kulit yang gelap terkadang lebih sulit dikenali.

Penyebab Campak pada Orang Dewasa

Campak disebabkan oleh virus Morbillivirus yang bersifat airborne (menyebar melalui udara). Virus ini termasuk salah satu patogen paling menular di dunia, satu penderita campak dapat menginfeksi hingga 9 dari 10 orang tidak kebal yang berada di ruangan yang sama, bahkan setelah penderita tersebut meninggalkan ruangan selama 2 jam.

Penularan campak dapat terjadi melalui:

  • Droplet udara yang dikeluarkan saat penderita bernapas, batuk, atau bersin
  • Transmisi vertikal dari ibu hamil kepada janin atau bayi

Seseorang sudah menularkan virus sejak 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam timbul, sehingga penularan sering tidak disadari.

Orang dewasa dengan risiko tinggi tertular antara lain mereka yang belum pernah divaksinasi, hanya mendapat satu dosis vaksin, sering bepergian ke luar negeri, serta mereka dengan sistem imun yang lemah.

Pencegahan Campak pada Orang Dewasa

Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak. Dua dosis vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) memberikan perlindungan hingga 97%.

Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi, hanya mendapat satu dosis, atau tidak yakin dengan status vaksinasinya sangat dianjurkan untuk segera melengkapi imunisasi.

Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat program deteksi dini dan cakupan imunisasi campak di seluruh Indonesia sebagai upaya mencapai eliminasi campak nasional.

Selain vaksinasi, langkah pencegahan lain meliputi:

  • Menghindari kontak langsung dengan penderita campak aktif
  • Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar
  • Segera berkonsultasi ke dokter jika diduga terpapar virus campak

Dapatkan Vaksin Campak di Tirta Medical Centre (Bisa Homecare)

Bagi Sahabat yang ingin memastikan kekebalan terhadap campak, Klinik Tirta Medical Centre menyediakan layanan vaksinasi campak dengan biaya terjangkau:

Jenis VaksinHarga
Vaksin CampakRp360.000

Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga vaksin campak atau reservasi promo TMC secara online di sini:

Segera konsultasikan status vaksinasi Anda kepada dokter di Tirta Medical Centre untuk mendapatkan rekomendasi vaksin yang tepat sesuai kondisi kesehatan Anda.

Risiko Komplikasi Campak pada Orang Dewasa

Campak pada orang dewasa membawa risiko komplikasi yang lebih besar dibandingkan pada anak usia sekolah. Komplikasi serius yang dapat terjadi meliputi:

  1. Pneumonia: infeksi paru-paru yang merupakan penyebab kematian paling umum akibat campak
  2. Ensefalitis (peradangan otak): terjadi pada sekitar 1 dari 1.000 kasus dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen
  3. Otitis media (infeksi telinga tengah)
  4. Kebutaan akibat defisiensi vitamin A yang memburuk selama infeksi
  5. Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE): komplikasi neurologis fatal yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi campak awal
  6. Komplikasi kehamilan pada wanita hamil: risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, bahkan keguguran

Selain itu, virus campak dapat menyebabkan “immune amnesia” kondisi di mana sistem imun kehilangan memorinya terhadap infeksi yang pernah dihadapi sebelumnya, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit lainnya pascapemulihan.

Pantangan Campak pada Orang Dewasa

Selama masa sakit dan pemulihan campak, terdapat beberapa hal yang harus dihindari agar kondisi tidak memburuk:

  1. Jangan memaksakan aktivitas fisik berat: istirahat adalah kunci pemulihan yang optimal
  2. Hindari kontak dengan orang lain: pasien campak harus diisolasi setidaknya 4 hari setelah ruam muncul untuk mencegah penularan lebih lanjut
  3. Jangan mengonsumsi suplemen vitamin A secara mandiri tanpa pengawasan dokter: meskipun vitamin A bermanfaat pada campak, kelebihan dosis dapat menyebabkan toksisitas organ yang berbahaya
  4. Hindari penggunaan aspirin (terutama pada anak dan remaja) karena berisiko memicu sindrom Reye
  5. Jangan mengabaikan gejala perburukan seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau sakit kepala hebat, segera cari pertolongan medis darurat
  6. Hindari tempat ramai dan fasilitas umum selama masa infeksi aktif untuk mencegah penularan ke populasi rentan

Referensi:


Bagikan ke: