Kekurangan vitamin D (defisiensi vitamin D) merupakan masalah kesehatan yang cukup luas di dunia, termasuk di Indonesia, meskipun negara ini beriklim tropis dengan paparan sinar matahari yang tinggi.
Vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium, pertumbuhan dan kekuatan tulang, serta fungsi imun dan metabolik. Ketahui info lengkap tentang ciri‑ciri, penyebab, efek, serta cara pemeriksaan, penanganan, dan pencegahan kekurangan vitamin D.
Ciri‑ciri Kekurangan Vitamin D
Ciri‑ciri kekurangan vitamin D sering tidak spesifik sehingga mudah diabaikan, namun dapat memengaruhi tulang, otot, imunitas, dan kondisi psikologis. Gejala paling sering terkait dengan nyeri otot, kelelahan, dan penurunan kepadatan tulang.
Pada bayi dan anak, gejala defisiensi vitamin D lebih jelas dan dapat memengaruhi pertumbuhan, antara lain:
- Rakhitis nutrisional: tulang melengkung (kaki berbentuk O atau genu varum), pembesaran pergelangan tangan dan lutut, keterlambatan duduk, merangkak, atau berjalan.
- Kurang energi, rewel, sering menangis, lemah otot, dan sering mengalami infeksi saluran pernapasan.
- Keterlambatan tumbuh gigi, nyeri tulang, dan keterlambatan pencapaian tinggi badan sesuai usia.
Pada orang dewasa, gejala cenderung lebih samar, seperti:
- Nyeri tulang dan otot, terutama di punggung, pinggul, dan kaki
- Otot lemah atau kram
- Kelelahan kronis, mood mudah berubah, atau gejala depresi ringan
- Tulang mudah rapuh, peningkatan risiko patah tulang, dan risiko osteomalasia atau osteoporosis
Penyebab Kekurangan Vitamin D
Penyebab utama kekurangan vitamin D adalah kurangnya paparan sinar UVB dari matahari, asupan vitamin D yang tidak memadai, dan penyakit yang mengganggu penyerapan atau metabolisme vitamin D.
Beberapa faktor risiko meliputi:
- Pola hidup jarang aktivitas diluar ruangan (banyak di rumah atau kantor, tidak beraktivitas di luar, dan penggunaan tabir surya berlebihan).
- Warna kulit lebih gelap, karena melanin mengurangi efisiensi sintesis vitamin D di kulit.
- Usia lanjut, karena penurunan produksi prekursor vitamin D di kulit.
- Obesitas, orang yang obesitas mempunyai jaringan lemak lebih banyak yang membuat Vitamin D tidak terserap dengan baik.
- Penyakit hati, ginjal, serta gangguan pencernaan
Data di Indonesia menunjukkan defisiensi vitamin D masih cukup tinggi, bahkan pada anak dan dewasa muda, karena pola makan kurang sumber vitamin D dan pola aktivitas cenderung di dalam ruangan.
Efek Kekurangan Vitamin D
Kekurangan vitamin D jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah:
- Pada tulang:
- Rakhitis pada anak (tulang lunak dan melengkung) dan osteomalasia pada dewasa (tulang lunak, nyeri, mudah lemah).
- Peningkatan risiko osteoporosis dan patah tulang, terutama pada perempuan menopause dan lansia.
- Pada sistem imun dan infeksi:
- Daya tahan tubuh menurun, risiko infeksi seperti ISPA lebih tinggi.
- Defisiensi vitamin D sebagai salah satu faktor risiko tuberkulosis
- Pada metabolik dan penyakit kronis:
- Terkait dengan peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2, resistensi insulin, dan gangguan kontrol glikemik.
- Beberapa studi menunjukkan hubungan dengan penyakit jantung, penyakit ginjal, serta gangguan neuropsikiatrik seperti demensia dan depresi.
Tempat Cek Kadar Vitamin D Terbaik (Bisa Homecare)
Untuk mengetahui status vitamin D, pemeriksaan yang paling sering digunakan adalah tes vitamin D 25‑OH (25‑hydroxyvitamin D), yang menggambarkan simpanan vitamin D di dalam tubuh.
Klinik Tirta Medical Centre (TMC) merupakan klinik medical check up dengan laboratorium terpercaya dan terakreditasi di Indonesia.
Biaya Cek Kadar Vitamin D 25‑OH Total di Tirta Medical Centre (TMC) adalah Rp448.000
Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga cek kadar vitamin D atau reservasi promo TMC secara online di sini:
Hasil pemeriksaan dapat dibahas dengan dokter untuk menentukan apakah diperlukan suplementasi vitamin D atau intervensi lain sesuai kondisi klinis.
TMC memiliki layanan TiCare Homecare, sehingga pemeriksaan kadar vitamin D dapat dilakukan di rumah atau kantor tanpa perlu datang ke klinik, dengan tenaga medis yang profesional. Saat ini, TMC telah memiliki 30+ lokasi cabang di seluruh Indonesia, sehingga akses layanan menjadi lebih mudah.
Batas normal kadar vitamin D umumnya sekitar 30–100 ng/mL, dengan defisiensi jika kurang dari 20 ng/mL.
Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin D
Penanganan defisiensi vitamin D bergantung pada tingkat kekurangan dan penyebab mendasarnya. Secara umum, tindakan yang direkomendasikan meliputi:
- Suplementasi vitamin D dengan dosis yang disesuaikan usia, berat badan, dan beratnya defisiensi, di bawah pengawasan dokter.
- Pada anak, biasanya diberikan bentuk vitamin D3 (cholecalciferol) dosis mingguan atau harian selama beberapa minggu hingga kadar membaik.
- Pada dewasa dan lansia, peningkatan dosis jangka pendek diikuti pemeliharaan dosis yang lebih rendah sering digunakan.
- Koreksi faktor penyebab, seperti mengurangi obesitas, mengelola penyakit hati atau ginjal, dan mengatur obat yang memengaruhi vitamin D.
- Pemantauan berkala kadar vitamin D
Cara Mencegah Kekurangan Vitamin D
Pencegahan defisiensi vitamin D dapat dilakukan melalui kombinasi:
- Paparan sinar matahari moderat, yaitu beraktivitas di luar ruangan sekitar 15–30 menit, beberapa kali seminggu, tanpa tabir surya berlebihan, terutama pada jam pagi hingga siang.
- Asupan makanan kaya vitamin D, seperti ikan berlemak, kuning telur, jamur, dan produk yang difortifikasi vitamin D.
- Suplementasi vitamin D pada kelompok berisiko, seperti bayi, anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan obesitas, sesuai rekomendasi dokter.
Untuk pemeriksaan rutin, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk menilai apakah perlu cek kadar vitamin D 25‑OH, terutama jika ada gejala atau faktor risiko seperti nyeri tulang, lemah otot, osteoporosis, diabetes, atau penyakit kronis lainnya.
Referensi:
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15050-vitamin-d-vitamin-d-deficiency
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532266/
- https://www.endocrinecenter.com/blog/10-unexpected-signs-of-a-vitamin-d-deficiency
- https://medlineplus.gov/vitaminddeficiency.html
- https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0002916523235935
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1025/mengenal-vitamin-d-dan-hubungannya-dengan-kejadian-dmt2-fokus-pada-beberapa-studi-dan-penelitian-tentang-vitamin-d-dengan-dmt2–series-02
- https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplemen-vitamin-d

