Bagikan ke:

Influenza atau flu adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, atau C. Meski kerap dianggap penyakit biasa, flu dapat memicu komplikasi serius bahkan fatal, khususnya pada kelompok rentan. 

Vaksin influenza hadir sebagai salah satu upaya pencegahan paling efektif yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan dunia, termasuk WHO dan CDC.

Apa Itu Vaksin Influenza?

Vaksin influenza adalah sediaan biologis yang dirancang untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar mampu mengenali dan melawan virus influenza. 

Vaksin ini mengandung antigen dari virus influenza yang telah diinaktivasi, dilemahkan, atau diproduksi secara rekombinan sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit, tetapi cukup kuat untuk memicu respons imun.

Setelah disuntikkan, tubuh membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk membentuk antibodi yang efektif. Perlindungan ini pun bukan permanen; seiring waktu, kadar antibodi menurun dan virus influenza terus bermutasi, sehingga vaksinasi perlu diulang setiap tahun.

Perlu dipahami bahwa vaksin influenza tidak melindungi dari semua jenis pilek (common cold). Common cold disebabkan oleh rhinovirus dan ratusan virus lain yang berbeda dari virus influenza, sehingga keduanya adalah kondisi yang terpisah.

Cara Kerja Vaksin Influenza dalam Tubuh

Vaksin Influenza

Saat antigen dari vaksin masuk ke dalam tubuh, sel-sel imun terutama limfosit B akan mengenalinya sebagai benda asing dan mulai memproduksi antibodi spesifik. 

Antibodi ini tersimpan sebagai “memori imun,” sehingga ketika tubuh terpapar virus influenza yang sesungguhnya, sistem kekebalan dapat merespons jauh lebih cepat dan efektif.

Vaksin influenza membantu mengurangi penyebaran virus di masyarakat, meskipun herd immunity sulit tercapai secara optimal karena virus influenza sering bermutasi. 

Semakin banyak individu yang tervaksinasi, semakin sulit virus bersirkulasi dan menginfeksi mereka yang tidak dapat divaksin, seperti bayi di bawah 6 bulan.

Manfaat Vaksin Influenza

Vaksin influenza memberikan manfaat nyata bagi individu maupun masyarakat luas. Berikut manfaat-manfaat utamanya yang didukung bukti ilmiah:

Manfaat Vaksin Influenza bagi Individu

  • Mencegah infeksi flu: Vaksin influenza terbukti efektif mengurangi risiko terkena flu sebesar 40–60% selama musim flu berlangsung
  • Meringankan gejala: Bagi yang tetap terinfeksi meski sudah divaksinasi, gejala yang dialami cenderung lebih ringan dan masa pemulihan lebih singkat
  • Menurunkan risiko komplikasi serius: Vaksinasi secara signifikan mengurangi kejadian pneumonia, rawat inap di ICU, dan kematian akibat flu terutama pada lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita komorbid
  • Mengurangi risiko rawat inap: Sebuah studi menunjukkan bahwa pasien dewasa yang divaksinasi memiliki kemungkinan 59% lebih rendah dirawat di ICU dibanding yang tidak divaksinasi
  • Melindungi ibu hamil dan bayi: Vaksin yang diberikan kepada ibu hamil mentransfer antibodi ke janin, memberikan perlindungan pasif pada bayi hingga usia 6 bulan sebelum bayi dapat menerima vaksin sendiri

Manfaat Vaksin Influenza bagi Masyarakat

  • Mencegah penyebaran virus: Vaksin influenza dapat mengurangi risiko seseorang terinfeksi, sehingga berpotensi menurunkan penularan, tetapi efek perlindungan tidak langsung terhadap orang lain tidak selalu konsisten.
  • Mengurangi beban fasilitas kesehatan: Penurunan kasus flu dan komplikasinya meringankan tekanan pada rumah sakit, khususnya saat puncak musim flu
  • Mengurangi jumlah infeksi, yang secara teori dapat menurunkan peluang terjadinya ko-infeksi virus, tetapi perannya dalam mencegah munculnya galur baru belum menjadi manfaat utama yang terbukti secara langsung.

Menurut WHO, influenza menyebabkan sekitar 5 juta kasus komplikasi berat dan hingga 650.000 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Jenis-Jenis Vaksin Influenza

Jenis-jenis Vaksin Influenza

Vaksin influenza tersedia dalam beberapa formulasi dengan mekanisme produksi yang berbeda. Pemilihan jenis vaksin bergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan ketersediaan di wilayah masing-masing.

1. Vaksin Influenza Inaktif (Inactivated Influenza Vaccine / IIV)

Vaksin ini mengandung virus influenza yang telah dimatikan sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi. IIV tersedia dalam dua bentuk:

  • Vaksin Trivalent: Melindungi dari 3 strain virus influenza (2 strain virus influenza A dan 1 strain virus influenza B).
  • Vaksin Quadrivalent: Melindungi dari 4 strain virus influenza (2 strain virus influenza A dan 2 strain virus influenza B).

IIV dapat diberikan melalui suntikan intramuskular dan umumnya aman untuk individu berusia 6 bulan ke atas.

2. Vaksin Influenza Hidup Dilemahkan (Live Attenuated Influenza Vaccine / LAIV)

LAIV mengandung virus influenza hidup yang sudah dilemahkan dan diberikan dalam bentuk semprotan hidung. Direkomendasikan untuk individu sehat berusia 2–49 tahun dan tidak dianjurkan bagi ibu hamil atau individu dengan gangguan imunitas. Pada 2024, FDA Amerika Serikat juga menyetujui penggunaan LAIV (FluMist) untuk pemberian mandiri oleh pasien atau pengasuh.

3. Vaksin Influenza Rekombinan (Recombinant Influenza Vaccine / RIV)

RIV diproduksi tanpa menggunakan telur ayam, sehingga aman bagi penderita alergi telur. Vaksin ini mengandung protein hemagglutinin (HA) yang mewakili virus influenza tipe A dan B. RIV tersedia dalam bentuk quadrivalent dan diindikasikan untuk individu berusia 18 tahun ke atas.

4. Vaksin Influenza Berbasis Kultur Sel (Cell Culture IIV / ccIIV)

Vaksin berbasis kultur sel menghindari perubahan antigen akibat adaptasi pada telur, yang secara teori dapat meningkatkan kesesuaian dengan virus yang beredar. Vaksin ini tidak mengandung telur sama sekali dan disetujui penggunaannya untuk individu berusia 6 bulan ke atas.

Formulasi Khusus

JenisSasaranKeunggulan
Vaksin Dosis TinggiLansia ≥65 tahunKandungan antigen 4× lebih banyak dari dosis standar
Vaksin dengan AdjuvanLansia ≥65 tahunBahan tambahan untuk memperkuat respons imun
Vaksin IntradermalDewasa umumJarum lebih pendek, disuntikkan ke lapisan kulit

Pentingnya Vaksin Influenza Setiap Tahun

Berbeda dari banyak vaksin lain yang hanya diberikan sekali seumur hidup atau beberapa kali, vaksin influenza perlu diperbarui dan diberikan ulang setiap tahun. Ada dua alasan utama di balik ini:

1. Mutasi virus yang cepat

Virus influenza mengalami antigenic drift (mutasi bertahap) dan sesekali antigenic shift (perubahan drastis), membuat antibodi dari vaksin tahun sebelumnya kurang efektif terhadap strain baru yang beredar

2. Penurunan kadar antibodi

Kekebalan yang terbentuk dari vaksin influenza juga mengalami penurunan alami seiring waktu, sehingga perlindungan optimal hanya bertahan beberapa bulan

Setiap tahun, WHO menganalisis data surveilans global untuk memprediksi strain yang paling mungkin bersirkulasi pada musim berikutnya, lalu merekomendasikan komposisi vaksin yang paling relevan.

Siapa yang Direkomendasikan untuk Vaksin Influenza?

Vaksin influenza direkomendasikan untuk semua individu berusia 6 bulan ke atas yang tidak memiliki kontraindikasi. Namun, kelompok-kelompok berikut sangat diprioritaskan karena berisiko tinggi mengalami komplikasi serius:

  • Lansia (usia ≥60 tahun)
  • Anak-anak usia 6 bulan – 5 tahun
  • Ibu hamil (pada semua trimester)
  • Individu dengan komorbid: diabetes, penyakit jantung, penyakit paru kronis, HIV/AIDS, dan kondisi imunokompromais
  • Tenaga kesehatan yang rentan terpapar dan berpotensi menularkan ke pasien

Di Indonesia, meskipun vaksinasi influenza belum masuk program imunisasi nasional rutin, vaksin ini tetap direkomendasikan bagi kelompok berisiko tinggi sebagai upaya pencegahan flu musiman.

Efek Samping Vaksin Influenza

Sakit Kepala Merupakan Efek Samping Vaksin Influenza

Vaksin influenza umumnya aman dan ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar penerimanya. Efek samping yang muncul biasanya ringan dan bersifat sementara.

  • Reaksi lokal di area suntikan: Nyeri, kemerahan, dan bengkak yang biasanya reda dalam 1–3 hari
  • Gejala sistemik ringan: Demam ringan, nyeri otot, atau rasa tidak enak badan selama 1–2 hari pasca vaksinasi
  • Sakit kepala ringan: Terjadi pada sebagian kecil penerima vaksin
  • Mual: Biasanya singkat dan tidak memerlukan penanganan khusus

Penting untuk dipahami bahwa gejala mirip flu ringan yang muncul setelah vaksinasi bukan berarti seseorang tertular flu dari vaksin. Gejala tersebut adalah respons imun normal yang menandakan tubuh sedang membangun kekebalan.

Kontraindikasi dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum menerima vaksin influenza, informasikan kepada tenaga kesehatan jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Riwayat reaksi alergi berat terhadap vaksin influenza sebelumnya
  • Individu dengan alergi telur umumnya tetap dapat menerima vaksin influenza sesuai usia dan kondisi, tanpa perlu tindakan khusus tambahan. 
  • Sedang mengalami demam tinggi (vaksinasi sebaiknya ditunda hingga kondisi membaik)
  • Riwayat Sindrom Guillain-Barré (GBS) dalam 6 minggu setelah vaksinasi influenza sebelumnya
  • Sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan (konsultasikan terlebih dahulu meskipun vaksin IIV umumnya aman untuk ibu hamil)

Vaksin Influenza Terdekat & Terbaik di Tirta Medical Centre

Tirta Medical Centre (TMC) menyediakan layanan vaksinasi influenza yang aman dan terpercaya. Vaksin influenza yang digunakan adalah vaksin quadrivalent terkini sesuai rekomendasi WHO untuk memberikan perlindungan optimal.

Sebelum vaksinasi, dokter akan melakukan skrining untuk memastikan tidak ada kontraindikasi. Vaksinasi dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dengan prosedur yang steril. Pasien akan dipantau selama 15-30 menit pasca vaksinasi untuk mengantisipasi kemungkinan reaksi alergi.

Vaksinasi influenza dapat dilakukan di seluruh cabang Klinik Tirta Medical Centre se-Indonesia atau dengan menggunakan layanan homecare. TMC menawarkan tiga jenis vaksin influenza kuadrivalen dengan harga terjangkau untuk pencegahan Influenza:

  • Biaya Vaksin Influenza (Flubio, 3 Strain): Rp325.000
  • Biaya Vaksin Influenza (Fluarix Tetra, 4 Strain): Rp390.000
  • Biaya Vaksin Influenza (Influvac Tetra, 4 Strain): Rp390.000

Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga vaksin campak atau reservasi promo TMC secara online di sini:

Tirta Medical Centre juga menyediakan layanan konsultasi terkait vaksinasi influenza. Pasien dapat berkonsultasi mengenai manfaat, risiko, serta jadwal vaksinasi yang tepat sesuai kondisi masing-masing individu.

Dengan mendapatkan vaksinasi influenza di Tirta Medical Centre, Anda turut berperan dalam upaya pencegahan penyakit flu dan melindungi diri serta orang-orang di sekitar Anda dari risiko komplikasi serius akibat infeksi influenza.

Benarkah Vaksin Influenza Bisa Mencegahnya ? (Sumber: Youtube/Anak Sehat dan Berkualitas)

Referensi:


Bagikan ke: