Sifilis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini sering kali luput untuk dideteksi pada wanita, terutama pada tahap awal, karena gejalanya yang dapat sangat ringan atau tidak terlihat sama sekali.
Pemahaman mengenai gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatan sifilis sangat penting bagi setiap wanita untuk mencegah komplikasi serius termasuk masalah reproduksi dan penularan kepada bayi selama kehamilan.
Gejala Sifilis pada Wanita

Sifilis berkembang dalam beberapa tahap dengan gejala yang berbeda pada setiap tahapnya. Berikut adalah gejala yang perlu diketahui:
1. Chancre (Luka Kecil) pada Tahap Primer
Pada tahap pertama, gejala berupa luka kecil di kulit yang disebut chancre. Luka ini bertepi tegas, dasar bersih, tidak terasa sakit dan muncul di area genital, anus, atau mulut, sehingga kadang tidak disadari.
Pada wanita, chancre sering kali berkembang di dalam vagina, sehingga sulit terlihat tanpa pemeriksaan medis. Chancre dapat muncul 10 hingga 90 hari setelah infeksi, dengan rata-rata muncul 21 hari setelah paparan bakteri Treponema pallidum.
2. Ruam Kulit pada Tahap Sekunder
Gejala tahap sekunder muncul sekitar 2 hingga 12 minggu setelah chancre berkembang.
Pada fase ini, wanita dapat mengalami ruam kemerahan di kulit, terutama di telapak tangan dan kaki. Ruam ini biasanya tidak gatal, berwarna cokelat kemerahan, berbentuk lesi datar atau sedikit terangkat, dan terasa padat saat disentuh.
3. Gejala Sistemik Tahap Sekunder
Selain ruam, wanita dapat mengalami gejala lain seperti demam ringan, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, rambut rontok, penurunan berat badan, dan kelelahan yang signifikan. Dapat juga muncul kondiloma lata, yaitu lesi lembap di lipatan tubuh.
Gejala-gejala ini dapat hilang dengan sendirinya, namun bakteri tetap berada dalam tubuh dan masih berisiko menularkan penyakit.
4. Tahap Laten (Tersembunyi)
Tahap laten ditandai dengan tidak adanya gejala sama sekali, meski bakteri tetap aktif di dalam tubuh. Tahap ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa menunjukkan tanda-tanda infeksi. Jika tidak ditangani, sifilis dapat berkembang menjadi tahap tersier yang menyebabkan kerusakan serius pada jantung, otak, saraf, dan organ vital lainnya.
Penyebab Sifilis pada Wanita

Sifilis dapat ditularkan melalui berbagai cara, terutama hubungan seksual. Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab dan cara penularan sifilis pada wanita:
1. Kontak Langsung dengan Luka Terinfeksi
Sifilis ditularkan melalui kontak langsung dengan chancre atau luka sifilis yang terbuka. Bakteri Treponema pallidum dapat masuk melalui kulit yang terluka atau selaput lendir ketika terjadi kontak dengan area yang terinfeksi. Penularan paling sering terjadi melalui kontak intim dengan pasangan yang terinfeksi pada tahap primer atau sekunder.
2. Penularan melalui Hubungan Seksual
Pada wanita, penularan sifilis paling sering terjadi melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan yang terinfeksi.
Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual vaginal, anal, dan oral. Risiko penularan meningkat pada wanita yang memiliki luka atau peradangan pada area genital, yang memudahkan bakteri untuk masuk ke dalam tubuh.
3. Penularan Vertikal dari Ibu ke Bayi
Sifilis pada wanita hamil dapat ditularkan ke bayi melalui plasenta selama kehamilan atau saat persalinan, yang dikenal sebagai sifilis kongenital.
Wanita hamil yang tidak menjalani tes skrining dan pengobatan memiliki risiko tinggi untuk menularkan penyakit ini kepada janin, yang dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, atau bahkan kematian bayi. WHO menyatakan sifilis kongenital dapat terjadi meski ibu tidak bergejala, sehingga skrining rutin menjadi wajib.
4. Faktor Risiko yang Meningkatkan Penularan
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan tertular sifilis termasuk hubungan seksual tanpa pelindung, memiliki lebih dari satu pasangan seksual, riwayat penyakit menular seksual lainnya, dan penggunaan narkoba suntik.
Wanita dengan riwayat penyalahgunaan zat dan perempuan pekerja seks berada pada risiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi.
Diagnosis Sifilis pada Wanita
Diagnosis sifilis pada wanita melibatkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda sifilis, mengambil riwayat kesehatan, dan menanyakan riwayat seksual pasien.
Untuk memastikan diagnosis, diperlukan tes darah yang mendeteksi antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis.
Terdapat dua jenis tes darah utama untuk mendeteksi sifilis: tes VDRL (Venereal Disease Research Laboratory) dan tes TPHA (Treponema Pallidum Hemagglutination Assay).
Tes VDRL berfungsi sebagai tes skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk akibat infeksi sifilis. Tes TPHA digunakan untuk mengonfirmasi keberadaan antibodi spesifik terhadap bakteri Treponema pallidum. Kombinasi kedua tes ini membantu memastikan diagnosis sifilis secara akurat.
Berikut adalah harga tes sifilis di Tirta Medical Centre (TMC):
- Biaya Tes VDRL: Rp95.000
- Biaya Tes TPHA: Rp155.000
Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga tes VDRL dan TPHA atau reservasi promo TMC secara online di sini:
Pengobatan Sifilis pada Wanita
Sifilis dapat disembuhkan jika ditangani dengan tepat, terutama jika terdeteksi pada tahap awal. Pilihan utama pengobatan sifilis adalah antibiotik golongan penisilin, khususnya benzatin penisilin G yang diberikan melalui injeksi intramuskular.
Untuk sifilis primer dan sekunder, pengobatan biasanya berupa injeksi benzatin penisilin G 2,4 juta unit dosis tunggal. Untuk sifilis laten yang berlangsung lebih dari satu tahun, pengobatan memerlukan 3 dosis injeksi benzatin penisilin G masing-masing 2,4 juta unit yang diberikan dengan interval 1 minggu, total 7,2 juta unit.
Untuk wanita yang alergi terhadap penisilin, dokter dapat merekomendasikan antibiotik alternatif seperti doksisiklin. Pada wanita hamil, penisilin tetap menjadi pilihan utama. Jika wanita hamil alergi penisilin, prosedur desensitisasi penisilin dapat dilakukan agar pasien dapat menerima pengobatan dengan aman.
Penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan antibiotik bahkan jika gejala sudah hilang.
Setelah pengobatan, pemeriksaan tindak lanjut dengan tes VDRL atau RPR dilakukan pada bulan ke-1, 3, 6, dan 12 untuk memantau respons terhadap pengobatan. Tes TPHA biasanya akan tetap positif seumur hidup, meskipun bakteri telah dihilangkan dari tubuh.
Semua pasangan seksual harus diuji dan diobati jika diperlukan untuk mencegah penularan ulang. Wanita yang telah diobati tetap berisiko terinfeksi ulang jika melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi.
Kapan Harus Ke Dokter?
Segera kunjungi dokter jika Anda mengalami gejala-gejala yang mencurigakan sifilis, seperti luka atau borok pada area genital yang tidak kunjung sembuh, ruam kulit yang tidak jelas penyebabnya, demam tanpa sebab yang jelas, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan penyebaran infeksi.
Khususnya bagi wanita hamil, rekomendasi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) untuk skrining serologi sifilis ibu hamil pada kunjungan prenatal awal, dilanjutkan dengan pemeriksaan ulang pada trimester ketiga dan waktu persalinan.
Tes Sifilis di Klinik Tirta Medical Centre (TMC) menawarkan solusi terpercaya untuk pemeriksaan dan diagnosis sifilis.
TMC adalah klinik medical check up dengan laboratorium terpercaya dan terbaik di Indonesia. Dengan teknologi terkini dan petugas medis profesional, TMC menjamin akurasi hasil pemeriksaan.
Klinik TMC telah tersebar di 30+ lokasi cabang di seluruh Indonesia, memudahkan Anda mengakses layanan kesehatan berkualitas di mana pun Anda berada.
Jangan menganggap remeh gejala yang Anda rasakan. Deteksi dini sifilis dan pengobatan sifilis yang tepat adalah kunci untuk mencegah sifilis berkembang menjadi tahap yang lebih parah dan memproteksi kesehatan reproduksi serta calon bayi Sahabat Tirta.
Referensi:
- Department of Public Health. Syphilis In Women Action Toolkit: https://dph.sbcounty.gov/programs/communicable-disease/stds-2/syphilis-in-women-action-toolkit/
- Medical News Today. Syphilis symptoms in females: Stages, treatments, and more: https://www.medicalnewstoday.com/articles/syphilis-symptoms-in-females
- Public Health. Syphilis – Women’s Health Guide: https://publichealth.va.gov/PUBLICHEALTH/infectiondontpassiton/womens-health-guide/stds/syphilis.asp
- Australian Government Department of Health, Disability and Ageing. Women and syphilis | Don’t fool around with syphilis: https://www.health.gov.au/dont-fool-around-with-syphilis/resources/publications/women-and-syphilis?language=en
- Kemenkes. Berani Tes, Berani Lindungi Diri, Kemenkes Targetkan Eliminasi HIV dan IMS Tahun 2030: https://kemkes.go.id/id/berani-tes-berani-lindungi-diri-kemenkes-targetkan-eliminasi-hiv-dan-ims-tahun-2030
- Canada.ca. Syphilis: Symptoms and treatment: https://www.canada.ca/en/public-health/services/diseases/syphilis.html
- ACOG. Screening for Syphilis in Pregnancy: https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/practice-advisory/articles/2024/04/screening-for-syphilis-in-pregnancy
- Cleveland Clinic. Syphilis: Cause, Symptoms, Diagnosis, Treatment & Prevention: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4622-syphilis
- WHO. Syphilis: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/syphilis
- Mayo Clinic. Syphilis – Diagnosis and treatment: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/diagnosis-treatment/drc-20351762

