Prediabetes di usia muda bukan masalah sepele karena kondisi ini menandakan kadar gula darah sudah lebih tinggi dari normal, tetapi belum masuk kriteria diabetes tipe 2.
Pada kelompok usia remaja dan dewasa muda, gangguan ini makin sering ditemukan dan berhubungan erat dengan obesitas, pola makan tinggi gula, serta kurang aktivitas fisik.
Jika tidak dikendalikan sejak dini, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, penyakit serebrovaskular, neuropati, dan nefropati.
Mengenali faktor risiko, gejala, penyebab, dan langkah pencegahan menjadi penting agar kondisi ini bisa ditangani lebih awal.
Faktor Risiko & Gejala Prediabetes di Usia Muda atau pada Remaja
Prediabetes lebih berisiko terjadi pada remaja yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2, jarang bergerak, serta menjalani pola hidup tidak sehat.
Masalahnya, prediabetes sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas. Namun, sebagian remaja dapat menunjukkan tanda seperti cepat lelah, lebih sering haus, dan lebih sering buang air kecil.
Bila faktor risiko sudah ada, pemeriksaan gula darah tetap diperlukan meski gejalanya ringan atau bahkan tidak terasa.
Penyebab Prediabetes di Usia Muda
Beberapa penyebab utama prediabetes di usia muda yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:
1. Berat badan berlebih atau obesitas
Penumpukan lemak tubuh, terutama di area perut, berhubungan erat dengan penurunan sensitivitas insulin pada remaja dan dewasa muda.
2. Pola makan tinggi gula dan kalori
Konsumsi minuman manis, makanan ultra-proses, camilan tinggi gula, dan asupan berlebih secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan kontrol gula darah.
3. Kurang aktivitas fisik
Gaya hidup sedentari membuat tubuh kurang efektif menggunakan glukosa sebagai energi sehingga risiko resistensi insulin meningkat.
4. Riwayat genetik keluarga diabetes
Anak atau remaja dengan orang tua atau keluarga dekat yang memiliki diabetes tipe 2 cenderung mempunyai risiko lebih tinggi mengalami prediabetes.
5. Kombinasi faktor metabolik lain
Kolesterol tinggi, obesitas, dan gangguan metabolik lain pada usia muda sering berjalan bersamaan dengan prediabetes.
Cara Mencegah Prediabetes di Usia Muda

Kabar baik dalam medis adalah kondisi prediabetes masih sangat bisa dicegah dan direversi kembali ke rentang normal jika ditangani dengan disiplin. Berikut adalah langkah medis yang direkomendasikan:
1. Perbaikan Pola Makan
Pangkas asupan karbohidrat sederhana dan gula tambahan. Ganti dengan diet tinggi serat dari sayuran hijau, buah-buahan utuh, dan biji-bijian sehingga dapat menstabilkan lonjakan gula darah harian.
2. Aktif Bergerak
Anak-anak dan remaja setidaknya melakukan 60 menit aktivitas fisik setiap hari. Olahraga rutin memaksa sel otot untuk menyerap sisa glukosa dalam darah tanpa harus terlalu bergantung pada kerja insulin.
3. Manajemen Berat Badan
Penurunan berat badan moderat sebesar 5 hingga 10 persen dari total bobot awal sudah terbukti secara klinis dapat mengendalikan gula darah.
Tempat Cek Diabetes (Bisa Home Care)
Jika Sahabat Tirta ingin melakukan pemeriksaan gula darah dengan lebih praktis, Tes Diabetes di Klinik Tirta Medical Centre (TMC) dapat menjadi pilihan.
TMC merupakan Klinik Medical Check Up dengan laboratorium terpercaya dan terbaik di Indonesia. Pemeriksaan di TMC juga bisa dilakukan di rumah atau kantor melalui layanan Homecare TiCare, sehingga lebih praktis bagi pasien dengan jadwal padat.
Selain itu, TMC telah hadir di 30+ cabang se-Indonesia, sehingga memudahkan akses pemeriksaan di berbagai kota.
Berikut biaya cek diabetes di Tirta Medical Centre (TMC):
- Biaya tes Gula Darah Sewaktu (GDS): Rp40.000
- Biaya tes Gula Darah Puasa (GDP): Rp40.000
- Biaya tes Glukosa 2 Jam Post Prandial (GD2PP): Rp40.000
- Biaya tes HbA1c: Rp185.000
- Biaya paket pemeriksaan diabetes: Rp595.000
Pemeriksaan laboratorium penting dilakukan terutama bila Anda sering lelah, memiliki berat badan berlebih, punya riwayat keluarga diabetes, atau mulai mengalami pola hidup kurang sehat.
Deteksi dini memberi peluang lebih besar untuk mencegah prediabetes berkembang menjadi diabetes yang menetap.
Referensi:
- https://diabetes.org/about-diabetes/prediabetes/adolescents-prediabetes-health-risk
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31790544/
- https://pedsendo.org/patient-resource/type-2-prediabetes-in-children-and-adolescents-a-guide-for-families/
- https://www.statnews.com/2025/07/09/prediabetes-in-teens-cdc-says-nearly-one-in-three-teenagers-at-risk-of-type-2-diabetes/
- https://www.childrens.com/health-wellness/how-to-spot-and-treat-prediabetes-in-kids
- https://ayosehat.kemkes.go.id/diabetes-ancaman-nyata-generasi-muda
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2972/waspada-diabetes-militus-pada-usia-muda-kenali-gejala-dan-faktor-risikonya
- https://www.cdc.gov/diabetes/prevention-type-2/prediabetes-prevent-type-2.html
- https://www.cdc.gov/diabetes/prevention-type-2/index.html
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prediabetes/diagnosis-treatment/drc-20355284
- https://ejournal.unisayogya.ac.id/index.php/jkk/article/download/1777/pdf
- https://journal.ipb.ac.id/jstrsv/article/view/69942
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7539503/
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9759381/
- https://media.neliti.com/media/publications/618018-patologi-penyakit-tidak-menular-3b7f9648.pdf

