Bagikan ke:

Demam adalah gejala umum yang sering dialami oleh anak maupun dewasa akibat infeksi virus, bakteri, atau reaksi tubuh terhadap penyakit lain.

Penting untuk memahami perbedaan gejala dan keparahannya agar penanganan dapat dilakukan tepat, karena DBD dapat berkembang menjadi kondisi serius hingga mengancam jiwa jika tidak segera diatasi.

Perbedaan Demam Biasa & Demam Berdarah

Ilustrasi Perbedaan Demam Biasa & Demam Berdarah

Secara medis, demam biasa adalah kondisi kenaikan suhu tubuh yang biasanya berhubungan dengan infeksi virus, seperti flu atau infeksi saluran napas, dan cenderung bersifat self‑limiting (mereda dalam beberapa hari).

Sedangkan demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, disertai tanda perdarahan serta risiko komplikasi berat seperti syok dengue.

– Gejala Demam Biasa

Demam biasa biasanya muncul ketika tubuh merespons infeksi ringan hingga sedang, terutama infeksi virus pada saluran napas.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Kenaikan suhu tubuh 37.8–38°C ke atas, terasa hangat atau panas saat disentuh.
  • Menggigil, kedinginan, atau berkeringat, terutama saat suhu naik‑turun.
  • Sakit kepala, otot pegal, kelelahan, serta nafsu makan yang menurun.
  • Pada infeksi pernapasan, sering disertai pilek, batuk, dan nyeri tenggorokan.

Demam biasa biasanya berlangsung 3–5 hari dan dapat mereda dengan istirahat cukup, banyak minum cairan, dan penurun panas golongan parasetamol.

– Gejala Demam Berdarah

Demam berdarah dengue memiliki gejala awal yang sering menyerupai demam biasa, sehingga mudah tertukar jika tidak diperhatikan secara detail. Namun, ada beberapa ciri khas yang perlu diwaspadai, terutama jika demam disertai kondisi berikut:

  • Demam tinggi secara tiba‑tiba, sering mencapai 39–40°C, dan sulit turun meski sudah diberi penurun panas, bisa berlangsung 2–7 hari.
  • Nyeri kepala hebat, nyeri di belakang mata, serta nyeri otot dan sendi yang cukup berat.
  • Ruam kemerahan di kulit, mual, muntah, dan nafsu makan yang turun drastis.
  • Tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, bintik merah kecil di kulit (petekie), atau bahkan darah di muntah, tinja, atau urine.

Pada fase kritis, pasien dapat mengalami sakit perut hebat, muntah berulang, sesak napas, kaki dan tangan dingin, denyut nadi lemah, dan tanda dehidrasi berat. Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat.

Penanganan untuk Gejala Demam

Minum Obat untuk Penanganan Gejala Demam

Pada demam biasa, penanganan bersifat simtomatik dan fokus pada kenyamanan serta pencegahan dehidrasi.

Langkah yang dapat dilakukan di rumah antara lain:

  • Konsumsi parasetamol sesuai dosis yang aman untuk anak atau dewasa, dan hindari obat yang mengandung asam salisilat (misalnya aspirin) pada anak.
  • Minum air putih atau cairan elektrolit yang cukup dan istirahat cukup

Pada dugaan demam berdarah, penting untuk tidak menunda pemeriksaan medis dan menghindari penggunaan obat antipiretik yang dapat memperburuk perdarahan, misalnya obat golongan NSAID tanpa pengawasan dokter.

Pasien DBD biasanya memerlukan pemantauan tanda vital, status cairan, serta pemeriksaan darah (trombosit, hematokrit, hemoglobin) untuk menilai risiko kebocoran plasma dan perdarahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Berikut beberapa situasi yang sebaiknya tidak ditangani sendiri di rumah dan memerlukan evaluasi medis segera:

  • Demam ≥ 3 hari dengan suhu tetap tinggi, disertai lemas, mual, muntah, atau sakit perut.
  • Tanda perdarahan: mimisan, gusi berdarah, bintik merah menyebar di kulit, muntah berdarah, atau tinja berwarna hitam.
  • Tanda syok: nafas cepat, detak jantung cepat, tangan atau kaki dingin, wajah pucat, kesadaran menurun, atau urin sangat berkurang.

Dalam kasus mencurigai demam berdarah, pemeriksaan klinis dan laboratorium darah sangat penting untuk menegakkan diagnosis dan menilai keparahan.

Klinik Tirta Medical Centre (TMC) merupakan salah satu klinik medical check up yang memiliki laboratorium terpercaya dan terbaik, serta dapat melakukan pemeriksaan darah lengkap, NS1, dan tanda laboratorium demam berdarah lainnya.

Layanan pemeriksaan di TMC dapat dilakukan di klinik dengan tindakan yang cepat dan akurat, serta tersedia pula layanan Home Care TiCare untuk pemeriksaan di rumah atau kantor, sehingga pasien dengan demam berat dapat dipantau tanpa harus berpindah‑pindah fasilitas.

Klinik TMC juga sudah hadir di 30+ cabang se‑Indonesia, memudahkan akses kontrol kesehatan bagi keluarga yang berisiko tinggi terkena demam berdarah.

Untuk pencegahan, Tirta Medical Centre (TMC) menyediakan vaksin DBD yang dapat menurunkan risiko infeksi berat.

Biaya vaksin DBD di TMC adalah sebagai berikut:

  • Harga Vaksin DBD (Qdenga – 1 dosis): Rp695.000
  • Harga Paket Vaksin DBD (Qdenga – 2 dosis): Rp1.300.000

Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga vaksin DBD atau reservasi promo TMC secara online di sini:

Vaksinasi ini dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan, selain pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) di lingkungan rumah, “Plus” adalah kegiatan tambahan seperti menabur bubuk larvasida (abate), memelihara ikan pemakan jentik, dan lainnya.

Referensi:


Bagikan ke: