Pemeriksaan fisik merupakan salah satu prosedur medis yang sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan.
Sebagai langkah awal diagnosis, pemeriksaan ini membantu dokter mengevaluasi kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh dan mendeteksi sejak dini terkait potensi masalah kesehatan.
Apa Itu Pemeriksaan Fisik?
Pemeriksaan fisik adalah proses evaluasi sistematis terhadap kondisi tubuh seseorang yang dilakukan oleh tenaga medis profesional untuk menilai temuan anatomi objektif melalui pengamatan, perabaan, pengetukan, dan pendengaran.
Pemeriksaan ini bertujuan menilai kondisi kesehatan umum, mengidentifikasi potensi masalah kesehatan, serta memberikan rekomendasi untuk perawatan atau tindakan pencegahan.
Dalam medis, pemeriksaan fisik merupakan salah satu komponen krusial pada proses diagnosis dan perawatan kesehatan pasien.
Prosedur pemeriksaan fisik memungkinkan dokter mengumpulkan informasi penting tentang kondisi fisik pasien, yang kemudian dapat digunakan bersama dengan riwayat medis dan hasil tes laboratorium untuk membuat diagnosis yang akurat dan merencanakan perawatan yang tepat.
Tujuan Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik memiliki beberapa tujuan penting dalam pelayanan kesehatan. Berikut adalah tujuan utama pemeriksaan fisik yang perlu Sahabat Tirta ketahui:
1. Mendeteksi Penyakit Sejak Dini
Tujuan pemeriksaan fisik yang pertama adalah mendeteksi kemungkinan penyakit sejak dini sehingga dapat diobati lebih awal. Deteksi dini sangat penting karena banyak penyakit serius seperti kanker dan diabetes sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
2. Mengidentifikasi Masalah Medis Saat ini dan Masa Depan
Pemeriksaan fisik dapat membantu melihat tanda-tanda tertentu yang menjadi faktor risiko penyakit-penyakit serius.
3. Memperbarui Imunisasi
Tujuan selanjutnya memperbarui imunisasi yang diperlukan untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit infeksi. Vaksinasi merupakan bagian penting dari pencegahan penyakit yang dapat dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan fisik rutin.
4. Membangun Hubungan dengan Penyedia Layanan Kesehatan Primer (Primary Care Provider)
Hubungan yang baik dengan dokter sangat penting untuk perawatan kesehatan jangka panjang.
Selain itu, pemeriksaan fisik juga bertujuan untuk memeriksa kadar kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah yang mungkin tinggi tanpa menunjukkan tanda atau gejala apapun. Pemeriksaan rutin memungkinkan dokter mengobati kondisi-kondisi ini sebelum menjadi parah.
Tahapan Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan melalui empat tahapan teknik dasar yang sistematis. Setiap tahapan memiliki fungsi spesifik dalam mengevaluasi kondisi kesehatan pasien.
1. Inspeksi (Pemeriksaan dengan Pengamatan)
Inspeksi adalah tahap pertama dalam pemeriksaan fisik, yaitu mengamati kondisi fisik pasien secara keseluruhan menggunakan indera penglihatan. Dokter akan memperhatikan bentuk tubuh, warna kulit, serta adanya ruam, luka, atau pembengkakan.
Selain itu, dokter juga memperhatikan ekspresi wajah, cara berjalan, serta tanda-tanda ketidaknyamanan atau nyeri yang mungkin dialami pasien. Observasi ini membantu dokter mendapatkan gambaran awal tentang kondisi kesehatan pasien.
2. Palpasi (Pemeriksaan dengan Perabaan)
Palpasi adalah teknik pemeriksaan dengan menggunakan tangan atau jari untuk meraba bagian tubuh pasien. Melalui palpasi, dokter dapat menilai suhu kulit, tekstur, kelembaban, serta mendeteksi adanya benjolan, pembengkakan, atau nyeri tekan.
Teknik ini sangat berguna untuk memeriksa organ dalam seperti hati, limpa, dan mendeteksi massa atau tumor.
3. Perkusi (Pemeriksaan dengan Pengetukan)
Perkusi adalah teknik pemeriksaan yang dilakukan dengan mengetuk permukaan tubuh pasien menggunakan ujung jari untuk mengevaluasi kepadatan dan posisi organ dalam. Metode ini berguna untuk mendeteksi keberadaan cairan berlebih atau udara di dalam tubuh.
Contohnya, suara perkusi pada paru-paru dapat membantu mengidentifikasi apakah organ tersebut berisi udara, cairan, atau mengalami gangguan lain. Prosedur ini memerlukan keterampilan khusus dan sangat membantu dalam proses diagnosis medis.
4. Auskultasi (Pemeriksaan dengan Pendengaran)
Auskultasi adalah teknik mendengarkan suara tubuh menggunakan stetoskop. Dokter akan mendengarkan bunyi jantung, paru-paru, dan usus untuk mendeteksi kelainan.
Misalnya, mendengarkan detak jantung untuk memastikan tidak ada bunyi abnormal, atau mendengarkan bunyi napas untuk mendeteksi masalah pada paru-paru.
Jenis Pemeriksaan Fisik untuk Pria dan Wanita
Pemeriksaan fisik memiliki komponen khusus yang disesuaikan berdasarkan jenis kelamin untuk mendeteksi kondisi kesehatan yang spesifik.
a. Pemeriksaan Fisik untuk Wanita
Pemeriksaan fisik tahunan untuk wanita mencakup beberapa komponen khusus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan hormonal.
1. Pemeriksaan Payudara
Pemeriksaan payudara bertujuan untuk mendeteksi benjolan atau tanda-tanda kanker payudara lainnya. Dokter akan melakukan perabaan untuk mencari kelainan benjolan yang mungkin mendeteksi kanker payudara atau kondisi payudara jinak.
Dokter juga akan memeriksa kelenjar getah bening di area ketiak dan mencari kelainan visual pada payudara dan puting.
2. Mammogram
Wanita dengan risiko terkena kanker payudara disarankan oleh USPSTF (United States Preventive Services Taskforce) untuk melakukan mammogram setiap dua tahun pada usia 40-74 tahun.
Jika ada riwayat kanker payudara dalam keluarga, pemeriksaan bisa dilakukan lebih awal dan lebih sering sesuai anjuran dokter.
3. Pemeriksaan Pelvis
Pemeriksaan pelvis memungkinkan pemeriksaan vulva, vagina, serviks, uterus, dan ovarium. Pemeriksaan rutin untuk infeksi menular seksual sering dilakukan selama prosedur ini.
Dokter akan melakukan inspeksi organ genitalia eksterna untuk menilai kebersihan, keadaan keseluruhan, dan apakah terdapat abnormalitas.
4. Pap Smear
Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker serviks. Wanita disarankan mulai melakukan pap smear pada usia 21 tahun, lalu mengulanginya setiap tiga tahun jika kondisi kesehatan baik.
Tes Pap dan tes HPV dapat menyaring kanker serviks dan membantu menilai risiko.
b. Pemeriksaan Fisik untuk Pria
Berikut adalah pemeriksaan fisik tahunan untuk pria mencakup beberapa komponen khusus, seperti:
1. Pemeriksaan Testis
Dokter dapat memeriksa setiap testis untuk mencari benjolan, nyeri tekan, atau perubahan ukuran. Sebagian besar penderita kanker testis menyadari adanya pertumbuhan sebelum menemui dokter. Pemeriksaan ini sangat penting terutama untuk pria yang lebih muda.
2. Pemeriksaan Hernia
Cek kesehatan hernia dengan memeriksa kelemahan di dinding perut antara usus dan skrotum. Dokter akan melakukan palpasi area inguinal dan femoral untuk mengetahui adanya hernia.
3. Pemeriksaan Penis
Dokter mungkin menyadari bukti infeksi menular seksual seperti kutil atau bisul pada penis. Pemeriksaan ini termasuk inspeksi ukuran penis dan tanda pembengkakan, lesi kulit, dan inflamasi pada glans penis.
4. Pemeriksaan Prostat
Pemeriksaan prostat dan tes darah PSA (Prostate Specific Antigen) penting tergantung pada usia dan riwayat keluarga.
c. Pemeriksaan Fisik untuk Pria dan Wanita
Beberapa komponen pemeriksaan fisik dilakukan untuk semua orang dewasa, tanpa memandang jenis kelamin.
1. Pemeriksaan Tanda Vital
Pemeriksaan tanda vital mencakup pengukuran tekanan darah, detak jantung, laju pernapasan, dan suhu tubuh. Tekanan darah kurang dari 120 per 80 dianggap tekanan darah normal, sementara dokter mendefinisikan tekanan darah tinggi (hipertensi) sebagai 140 per 90 atau lebih tinggi.
Nilai detak jantung antara 60 dan 100 dianggap normal, meskipun ada orang sehat memiliki detak jantung lebih lambat dari 60.
2. Pemeriksaan Jantung
Mendengarkan jantung dengan stetoskop, dokter mungkin mendeteksi detak jantung tidak teratur, murmur jantung, atau petunjuk lain untuk penyakit jantung. Dokter juga akan memeriksa denyut nadi di lengan dan kaki serta memeriksa edema.
3. Pemeriksaan Paru-paru
Menggunakan stetoskop, dokter mendengarkan bunyi gemeretak, mengi, atau penurunan bunyi napas. Bunyi-bunyi ini dan lainnya adalah petunjuk untuk keberadaan penyakit jantung atau paru-paru.
4. Pemeriksaan Kepala dan Leher
Membuka dan mengatakan “ah” menunjukkan tenggorokan dan amandel. Kualitas gigi dan gusi juga memberikan informasi tentang kesehatan keseluruhan. Telinga, hidung, sinus, mata, kelenjar getah bening, tiroid, dan arteri karotid juga dapat diperiksa.
5. Pemeriksaan Abdomen
Dokter dapat menggunakan berbagai teknik pemeriksaan termasuk mengetuk perut untuk mendeteksi ukuran hati dan keberadaan cairan perut, mendengarkan bunyi usus dengan stetoskop, dan melakukan palpasi untuk nyeri tekan.
6. Pemeriksaan Neurologis
Saraf, kekuatan otot, refleks, keseimbangan, dan status mental dapat dinilai. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi gangguan sistem saraf.
7. Pemeriksaan Kulit
Temuan kulit dan kuku dapat menunjukkan masalah dermatologis atau penyakit di tempat lain di tubuh. Dokter akan memeriksa warna kulit, lesi, dan kelainan lainnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Pemeriksaan fisik dianjurkan dilakukan secara rutin, minimal setahun sekali, terutama pada seseorang di atas usia 50 tahun. Bagi pria berusia lebih dari 50 tahun disarankan melakukan pemeriksaan fisik tahunan, sedangkan mereka yang berusia di bawah 50 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan fisik setiap tiga hingga lima tahun.
Bahkan jika merasa sehat, pemeriksaan rutin dengan tim layanan kesehatan merupakan cara yang sangat baik untuk memvalidasi kesehatan atau mengidentifikasi masalah pada tahap awal.
Pemeriksaan kesehatan rutin memungkinkan penyedia layanan kesehatan primer untuk mengobati kondisi-kondisi ini sebelum menjadi parah.
Tempat Terbaik untuk Pemeriksaan Fisik di Klinik Tirta Medical Centre (TMC)
Jika Anda membutuhkan pemeriksaan fisik yang komprehensif dan terpercaya, Klinik Tirta Medical Centre (TMC) merupakan pilihan yang tepat.
TMC adalah klinik medical check up yang memiliki laboratorium terpercaya dan terbaik di Indonesia, dengan fasilitas pemeriksaan yang lengkap dan modern untuk memenuhi berbagai kebutuhan kesehatan Anda.
Keunggulan TMC tidak hanya terletak pada fasilitas yang canggih, tetapi juga pada kemudahan akses layanan.
Bagi Anda yang memiliki jadwal padat atau kesulitan untuk datang ke klinik, TMC menyediakan layanan Home care TiCare yang memungkinkan pemeriksaan kesehatan dilakukan di rumah atau kantor Anda. Layanan ini sangat praktis dan tetap menjaga standar kualitas pemeriksaan yang tinggi.
TMC juga telah hadir di lebih dari 30 lokasi cabang se-Indonesia, memudahkan Anda untuk mendapatkan layanan pemeriksaan fisik berkualitas di berbagai kota.
Dengan tenaga medis profesional dan berpengalaman, TMC siap membantu Anda mendeteksi masalah kesehatan sejak dini dan memberikan rekomendasi yang tepat untuk menjaga kesehatan optimal.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Physical Examination: What Is a Physical Exam?: https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/17366-physical-examination
- MedlinePlus Medical Encyclopedia. Physical examination: https://medlineplus.gov/ency/article/002274.htm
- NCBI Bookshelf. The Physical Examination: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK361/
- WebMD. Annual Physical Exams: What to Expect: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/annual-physical-examinations
- AMBOSS. Physical examination: https://www.amboss.com/us/knowledge/physical-examination/
- Healthline. Physical Examination: Purpose, Preparation, and Procedure: https://www.healthline.com/health/physical-examination
- Mayo Clinic Health System. Checkups, screenings in men’s health: https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/mens-health-checkups-and-screenings-are-key
- CDC. Medical History and Physical Examination: https://www.cdc.gov/immigrant-refugee-health/hcp/civil-surgeons/medical-history-physical-examination.html
- United States Preventive Services Taskforce. Recommendation: Breast Cancer: Screening: https://www.uspreventiveservicestaskforce.org/uspstf/recommendation/breast-cancer-screening

