Bagikan ke:

Mata hitam (black eye) adalah memar di jaringan kulit dan jaringan lunak sekitar mata akibat pecahnya pembuluh darah kecil, biasanya setelah benturan atau cedera pada wajah. Secara medis disebut periorbital hematoma.

Kondisi ini umumnya membaik sendiri dalam 2–3 minggu, tetapi bisa menjadi tanda cedera mata atau kepala yang serius sehingga perlu dinilai oleh dokter.​

Berikut penjelasan penyebab, cara menghilangkan, pencegahan, serta kapan harus segera ke dokter.

Penyebab Mata Hitam

Penyebab Mata Hitam

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan mata tampak hitam atau lebam di sekitar kelopak mata. 

Pemahaman penyebabnya penting agar dokter dapat menilai apakah kondisi tersebut hanya memar ringan atau justru tanda cedera mata dan kepala yang lebih serius, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan aman.

1. Trauma benda tumpul pada wajah atau sekitar mata

Penyebab tersering mata hitam adalah benturan langsung, misalnya terpukul, jatuh, kecelakaan lalu lintas, atau benturan saat olahraga kontak seperti futsal, basket, dan bela diri.​

Benturan menyebabkan pembuluh darah kapiler di bawah kulit pecah sehingga darah merembes ke jaringan sekitar mata dan menimbulkan bengkak serta perubahan warna kebiruan hingga kehitaman.​

2. Operasi atau prosedur medis di wajah dan gigi

Mata hitam tidak selalu karena “pukulan”. Memar di sekitar mata juga bisa muncul setelah:

  • Operasi hidung (rinoplasti), operasi sinus, atau operasi gigi
  • Operasi kosmetik di area wajah

Perdarahan dari area hidung, sinus, atau jaringan pipi dapat mengalir ke jaringan sekitar mata karena gravitasi, sehingga memar dapat muncul beberapa hari setelah prosedur.

3. Cedera kepala berat dan fraktur tulang tengkorak

Memar di kedua mata (sering disebut raccoon eyes) dapat mengindikasikan fraktur basis tengkorak atau cedera kepala berat. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain seperti sakit kepala berat, muntah, penurunan kesadaran, kejang, keluar darah/cairan dari hidung atau telinga.​

Periorbital ecchymosis pada fraktur basis tengkorak biasanya muncul beberapa jam hingga 1–3 hari setelah cedera, bukan langsung, sehingga harus selalu diwaspadai bila ada riwayat trauma kepala.

4. Gangguan pembekuan darah dan penggunaan obat pengencer darah

Pasien dengan gangguan pembekuan darah (misalnya hemofilia) atau yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin lebih mudah mengalami memar luas, termasuk mata hitam, meskipun setelah benturan ringan.​

Beberapa panduan kesehatan menyarankan kewaspadaan khusus bila penderita yang memakai obat antikoagulan mengalami mata hitam, karena perdarahan di dalam kepala atau mata dapat lebih berat.​

5. Kondisi lain yang menyerupai mata hitam

Kadang, lingkaran gelap di bawah mata bukan memar, melainkan:

  • Allergic shiners”, yaitu lingkaran gelap bawah mata akibat kongesti dan pelebaran pembuluh darah karena alergi hidung kronis​
  • Periorbital ecchymosis (raccoon eyes) akibat perdarahan dalam di sekitar basis tengkorak​

Membedakan mata hitam akibat memar biasa dengan tanda cedera kepala atau kelainan lain penting agar penanganan tepat dan tidak terlambat.

Cara Menghilangkan Mata Hitam

Kompress Dingin untuk Menghilangkan Mata Hitam

Untuk mata hitam ringan tanpa tanda bahaya, perawatan di rumah umumnya cukup. Langkah-langkah berikut banyak direkomendasikan sebagai cara menghilangkan mata hitam:​

1. Kompres dingin (24–48 jam pertama)

Segera setelah cedera, tempelkan kompres dingin (es yang dibalut kain atau kantong sayuran beku dibungkus handuk tipis) pada area sekitar mata selama 15–20 menit setiap jam, saat Anda terjaga. Usahakan melakukan kompres dingin selama 24 jam.

Tujuannya mengurangi pembengkakan dan membatasi perdarahan di bawah kulit.  Hindari menekan bola mata, terutama bila terdapat nyeri, penglihatan kabur, atau adanya riwayat trauma berat.

2. Kompres hangat setelah bengkak mulai berkurang

Setelah 24 jam, ketika bengkak mulai mereda, kompres hangat (bukan panas) dapat membantu memperlancar aliran darah dan mempercepat penyerapan sisa darah di jaringan.​ Hindari kompres hangat terlalu lama (maksimal 15–20 menit) untuk mencegah iritasi kulit.

3. Obat pereda nyeri yang aman

Parasetamol dapat digunakan untuk mengurangi nyeri.​ Beberapa panduan menyarankan menghindari aspirin, dan berhati-hati dengan obat antiinflamasi non‑steroid tertentu pada pasien dengan risiko perdarahan, karena dapat memperberat memar.​

4. Hindari tindakan yang berisiko, seperti:

  • Jangan menggosok, memencet, atau memijat langsung area memar.
  • Hindari penggunaan salep atau tetes mata tanpa anjuran dokter, terutama bila terdapat nyeri hebat atau gangguan penglihatan.

Secara umum, mata hitam ringan akan memudar dalam 2–3 minggu, diikuti perubahan warna dari merah, biru keunguan, hijau, kuning, hingga cokelat muda sebelum kembali normal.​

Cara Mencegah Mata Hitam

Pencegahan terutama bertujuan mengurangi risiko cedera pada mata dan kepala:

1. Gunakan pelindung mata dan helm saat berolahraga atau bekerja berisiko

Kacamata pelindung, pelindung wajah, dan helm sesuai standar dapat menurunkan risiko cedera mata dan kepala.​

2. Terapkan keselamatan berkendara

Menggunakan sabuk pengaman, helm standar saat berkendara motor, dan menghindari kecepatan berlebih mengurangi risiko trauma tumpul pada wajah akibat kecelakaan.​

3. Cegah jatuh di rumah dan tempat kerja

Pencahayaan yang baik, lantai yang tidak licin, serta penataan lingkungan yang aman (terutama pada lansia dan anak) dapat mengurangi risiko terbentur dan jatuh.​

4. Konsultasi sebelum prosedur bedah wajah atau gigi

Diskusikan risiko memar dan cara menurunkannya dengan dokter bedah atau dokter gigi sebelum tindakan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun banyak kasus mata hitam bersifat ringan, pemeriksaan dokter sangat penting untuk memastikan tidak ada cedera mata atau kepala yang serius. Beberapa panduan internasional dan nasional menyarankan segera ke fasilitas kesehatan bila:​

  • Penglihatan kabur, ganda, atau hilang sebagian/total
  • Sulit menggerakkan bola mata atau terasa nyeri saat menggerakkan mata
  • Terlihat darah di bagian putih mata atau di dalam bola mata
  • Memar mengenai kedua mata (raccoon eyes) setelah benturan kepala
  • Sakit kepala berat, muntah, kejang, bingung, mengantuk berat, atau hilang kesadaran
  • Keluar darah atau cairan dari hidung atau telinga setelah trauma
  • Nyeri hebat di sekitar mata atau wajah yang tidak membaik
  • Demam, area sekitar mata terasa hangat, nyeri bila disentuh, atau mengeluarkan nanah (curiga infeksi)
  • Mata hitam tidak membaik setelah 2–3 minggu

Pedoman Kementerian Kesehatan mengenai trauma kepala dan nyeri kepala sekunder menekankan bahwa nyeri kepala yang berkaitan dengan trauma kepala dan adanya tanda neurologis harus segera dievaluasi untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.​

Periksa Kesehatan Mata di Klinik Tirta Medical Centre (TMC)

Ilustrasi Periksa Kesehatan Mata

Bila mengalami mata hitam akibat benturan, terutama disertai gejala di atas, sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter mata atau fasilitas kesehatan yang memiliki layanan pemeriksaan mata menyeluruh.

Klinik Tirta Medical Centre (TMC) merupakan pilihan yang tepat untuk:

  • Medical check up untuk pemeriksaan mata dan kesehatan umum dengan dukungan laboratorium yang terpercaya dan termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia, sehingga evaluasi cedera dan faktor risiko (misalnya gangguan pembekuan darah) dapat dilakukan secara komprehensif.
  • Layanan Home care TiCare, yang memungkinkan pemeriksaan awal dan pemantauan dilakukan di rumah atau kantor, sangat membantu bila pasien sulit datang ke fasilitas kesehatan atau sedang dalam masa pemulihan.
  • Jaringan lebih dari 30 cabang di berbagai kota di Indonesia, memudahkan pasien mendapatkan akses pemeriksaan mata dan evaluasi trauma kepala lebih dekat dengan domisili atau tempat kerja.

Segera manfaatkan layanan Periksa Kesehatan Mata di Klinik Tirta Medical Centre (TMC), baik di klinik cabang terdekat maupun melalui Homecare TiCare, bila mengalami mata hitam setelah cedera, ragu dengan tingkat keparahannya, atau memiliki penyakit penyerta yang meningkatkan risiko perdarahan. 

Penanganan dini yang tepat dapat membantu mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah komplikasi jangka panjang.

Referensi: 


Bagikan ke: