Bagikan ke:

Cacar air atau varicella (chickenpox) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV). Penyakit ini mudah menular dan ditandai dengan ruam kulit berupa bintil-bintil kecil berair yang gatal.

Dengan program vaksinasi sejak 1990-an, kejadian cacar air telah berkurang signifikan. Namun, pemahaman tentang ciri-ciri, penyebab, dan penanganan tetap penting untuk mencegah penularan dan komplikasi.

Ciri-ciri Cacar Air

Gejala cacar air muncul 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus VZV. Berikut ciri-ciri cacar air yang perlu Sahabat Tirta kenali:

  1. Demam – Salah satu bentuk respons tubuh terhadap proses peradangan. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai infeksi, termasuk infeksi virus seperti virus penyebab cacar air, yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk meningkatkan suhu tubuh.
  2. Menggigil dan Malaise (merasa tidak sehat) – Sensasi menggigil dan ketidaknyamanan umum di seluruh tubuh terjadi pada fase awal.
  3. Sakit Kepala – Nyeri kepala ringan hingga sedang sering dialami saat awal infeksi.
  4. Penurunan Nafsu Makan – Penderita mengalami kehilangan minat makan dan rasa lemas.
  5. Bintil Merah (Papula) – Munculnya bintil-bintil merah kecil menonjol di wajah, kepala, leher, menyebar ke seluruh tubuh.
  6. Gelembung Berair (Vesikula) – Papula berkembang menjadi gelembung kecil berisi cairan jernih, sangat gatal, berbentuk seperti tetesan embun.
  7. Keropeng – Setelah gelembung pecah, luka mengering membentuk keropeng kecoklatan yang hilang bertahap.
  8. Ruam Bertahap – Ketiga tahapan dapat terjadi bersamaan di berbagai bagian tubuh.
  9. Rasa Gatal Intens – Gatal ekstrem merupakan keluhan utama yang mengganggu tidur dan aktivitas.
  10. Proses penyembuhan cacar air sekitar satu hingga dua minggu.

PANTANGAN CACAR AIR AGAR CEPAT SEMBUH DAN TIDAK MEMBERAT (Sumber: Youtube/Dokter Saddam Ismail)

Penyebab Cacar Air

Penyebab langsung cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster (VZV) dari keluarga virus herpes. Berikut mekanisme dan faktor pemicu:

  1. Penularan Droplet – Virus menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
  2. Kontak Langsung Cairan – Virus menular melalui cairan dari gelembung cacar air ketika orang lain menyentuhnya.
  3. Tingkat Penularan Tinggi – Hingga 90% orang tidak imun yang kontak dekat dengan penderita akan tertular.
  4. Periode Penularan Panjang – Penderita menularkan virus dari 1-2 hari sebelum ruam muncul hingga semua bintil mengering.
  5. Anak-anak Kurang dari 12 Tahun – Kelompok usia ini paling rentan tertular cacar air tetapi virus bisa menyerang semua usia yang tidak memiliki kekebalan, termasuk orang dewasa.
  6. Orang Tanpa Vaksin – Mereka yang belum divaksin berisiko tinggi terinfeksi.
  7. Sistem Imun Lemah – Penderita HIV/AIDS, kanker, atau menjalani kemoterapi sangat rentan.
  8. Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir – Kelompok ini menghadapi risiko komplikasi lebih serius.
  9. Belum Pernah Kena Sebelumnya – Tidak memiliki kekebalan alami dari pengalaman sebelumnya.

Cara Mencegah Cacar Air agar Tidak Bertambah Banyak

Mencegah Cacar Air dengan Vaksin Cacar Air

Pencegahan penularan cacar air sangat penting untuk mengurangi beban penyakit. Berikut langkah-langkah pencegahan efektif:

  1. Vaksinasi Cacar Air – Dua dosis vaksin adalah pencegahan yang efektif dengan keberhasilan sekitar 90% mencegah infeksi.
  2. Isolasi Penderita – Orang yang sakit cacar air harus mengisolasi diri di rumah selama 7-14 hari sampai sembuh.
  3. Hindari Kontak dengan Kelompok Rentan – Jauhkan penderita dari bayi, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun lemah.
  4. Cuci Tangan Secara Teratur – Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, terutama setelah menyentuh ruam.
  5. Tutup Mulut Saat Batuk – Menutup mulut dan hidung dengan tissue atau siku saat batuk atau bersin.
  6. Bersihkan Permukaan – Membersihkan benda yang sering disentuh dengan desinfektan untuk mengurangi kontaminasi.
  7. Hindari Berbagi Barang Pribadi – Tidak berbagi handuk, pakaian, peralatan makan, atau sikat gigi dengan orang lain.
  8. Gunakan Peralatan Mandi Sendiri – Dalam lingkungan keluarga, penderita harus menggunakan peralatan mandi terpisah.
  9. Vaksin Kombinasi MMRV – Tersedia vaksin gabungan yang melindungi dari cacar air, campak, gondongan, dan rubella sekaligus.

Biaya Vaksin Cacar Air (Bisa Home Care)

Vaksinasi cacar air kini dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai fasilitas kesehatan, termasuk layanan homecare. Tirta Medical Centre (TMC) merupakan klinik medical check up terpercaya dengan laboratorium tersertifikasi di Indonesia.

TMC menawarkan layanan Homecare TiCare yang memungkinkan vaksinasi langsung dari rumah atau kantor tanpa perlu berkunjung ke klinik. Dengan 30+ cabang di seluruh Indonesia, TMC memastikan aksesibilitas layanan untuk masyarakat luas.

TMC menyediakan dua pilihan vaksin cacar air dengan kualitas terjamin:

  • Biaya Vaksin Cacar Air/Varicella Biofarma: Rp550.000 per dosis
  • Biaya Vaksin Cacar Air/Varivax MSD: Rp850.000 per dosis

Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga vaksin cacar air atau reservasi promo TMC secara online di sini:

Kedua vaksin memiliki efektivitas tinggi dan diberikan dalam dua dosis sesuai rekomendasi dokter. Hubungi TMC terdekat atau layanan Homecare TiCare untuk informasi lebih lanjut.

Cara Mengobati Cacar Air

Penyakit Cacar Air

Penanganan cacar air difokuskan pada manajemen gejala dan pencegahan komplikasi. Berikut cara merawat penderita cacar air:

  1. Istirahat Cukup – Penderita memerlukan istirahat yang cukup untuk memberi kesempatan tubuh melawan infeksi virus.
  2. Konsumsi Cairan Banyak – Menjaga hidrasi dengan minum air putih, jus, kaldu, atau minuman elektrolit untuk mencegah dehidrasi.
  3. Gunakan Paracetamol – Menggunakan paracetamol (asetaminofen) untuk mengatasi demam dan nyeri dengan aman.
  4. Hindari Aspirin – Aspirin harus dihindari pada anak-anak karena risiko sindrom Reye yang serius.
  5. Aplikasi Losion Kalamin – Mengoleskan losion kalamin atau bedak salisilat pada area ruam untuk mengurangi gatal.
  6. Gunakan Antihistamin – Antihistamin oral dapat membantu mengurangi rasa gatal yang intens.
  7. Potong Kuku Pendek – Memotong kuku pendek untuk mencegah penderita menggaruk dan menyebabkan infeksi bakteri sekunder.
  8. Pertimbangkan Acyclovir – Penggunaan acyclovir diberikan dalam 24-48 jam sejak ruam muncul

Referensi:


Bagikan ke: