Cacar api, dalam terminologi medis dikenal sebagai herpes zoster, adalah infeksi virus yang menyebabkan nyeri hebat, rasa terbakar, dan ruam berisi cairan pada kulit.
Penyakit ini dapat disembuhkan, namun dapat dikelola dengan baik melalui intervensi medis yang tepat dan cepat. Memahami ciri-ciri, penyebab, dan metode pengobatan cacar api sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup Sahabat Tirta atau keluarga.
Apa itu Cacar Api?
Cacar api adalah reaktivasi dari virus varicella-zoster (VZV), virus yang sama yang menyebabkan cacar air saat infeksi pertama kali.
Setelah seorang pasien sembuh dari cacar air, virus tidak benar-benar hilang dari tubuh. Sebaliknya, virus tetap tertidur (laten) di dalam ganglia saraf sensorik dorsal untuk jangka waktu lama.
Pada kondisi tertentu ketika sistem kekebalan tubuh melemah atau terjadi pemicu lainnya, virus ini dapat terbangun dan mengaktifkan kembali, menghasilkan manifestasi klinis yang disebut herpes zoster atau cacar api.
Perlu diketahui bahwa cacar api bukan merupakan penyakit yang langka. Diperkirakan sekitar 1 dari 3 orang akan mengalami cacar api pada suatu waktu dalam hidup mereka.
Di Amerika Serikat, terdapat sekitar 1,5 juta kasus baru setiap tahunnya. Insiden cacar api meningkat signifikan seiring dengan pertambahan usia, terutama pada individu berusia di atas 50 tahun.
Ciri-ciri Cacar Api
Gejala cacar api berkembang dalam fase-fase yang berbeda, dimulai dari prodromal hingga fase eruptif yang melibatkan pembentukan ruam yang khas:
1. Nyeri Tajam dan Terbakar
Gejala awal ditandai dengan rasa nyeri yang intens, sering digambarkan seperti ditusuk-tusuk atau terbakar, muncul beberapa hari sebelum ruam terlihat di kulit.
2. Kesemutan dan Gatal
Sensasi kesemutan, geli, dan gatal lokal di area yang terbatas, sering kali menjadi tanda pertama yang dialami pasien sebelum manifestasi kulit muncul.
3. Demam dan Malaise
Beberapa pasien mengalami demam ringan, rasa lemah, dan kelelahan sebagai bagian dari gejala prodromal.
4. Sakit Kepala dan Fotofobia
Dalam beberapa kasus, nyeri kepala dan sensitivitas terhadap cahaya terang dapat terjadi pada fase awal penyakit.
5. Ruam Kemerahan Unilateral
Ruam muncul hanya pada satu sisi tubuh, terbatas pada satu dermatom (area kulit yang dipersarafi oleh satu akar saraf). Ruam paling sering terjadi di daerah dada, punggung, atau wajah.
6. Lepuh Berisi Cairan
Dalam 1-2 hari, ruam kemerahan berubah menjadi kelompok vesikel (lepuh) berisi cairan yang jernih, kemudian menjadi keruh dalam beberapa hari.
7. Kerak dan Penyembuhan
Vesikel terus terbentuk selama 3-5 hari, lalu secara bertahap mengering dan membentuk kerak dalam 7-10 hari. Ruam umumnya sembuh sepenuhnya dalam 2-4 minggu.
Penyebab Cacar Api
Cacar api disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster yang sudah berada dalam tubuh sejak infeksi cacar air pertama kali. Beberapa faktor memicu reaktivasi virus ini:
1. Penurunan Sistem Imun Seiring Usia
Faktor risiko terbesar adalah usia lanjut, khususnya di atas 50 tahun, ketika fungsi kekebalan tubuh secara alami menurun seiring bertambahnya usia.
2. Penyakit Kronis Tertentu
Kondisi seperti diabetes melitus, penyakit paru-paru kronis, dan kanker dapat meningkatkan risiko reaktivasi virus.
3. Imunokompromais
Pasien dengan HIV/AIDS dan pasien yang menjalani kemoterapi, atau menerima transplantasi organ memiliki risiko sangat tinggi mengalami cacar api.
4. Stres Emosional Berat
Periode stress psikologis yang intens dapat menurunkan fungsi sistem imun, memicu reaktivasi virus.
5. Penggunaan Obat Imunosupresif
Pasien yang menerima terapi steroid jangka panjang atau obat penekanan imun lainnya berisiko lebih tinggi.
Perbedaan Cacar Api dengan Cacar Air
Meskipun disebabkan oleh virus yang sama, cacar api dan cacar air memiliki perbedaan klinis yang signifikan:
Cacar air ditandai dengan ruam yang menyebar ke seluruh permukaan tubuh (paling terkonsentrasi di dada & punggung), terjadi dalam beberapa “crop” atau gelombang, sering bilateral, dan umumnya gejala berlangsung 4 – 7 hari.
Sebaliknya, cacar api hanya muncul pada satu sisi tubuh mengikuti pola dermatom, unilateral dan terbatas pada 1-2 dermatom yang berdekatan, tidak menyeberangi garis tengah tubuh, dan menyebabkan nyeri yang sangat hebat yang dapat bertahan berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Kapan Harus ke Dokter?
Sangat penting untuk mencari pertolongan medis segera ketika mencurigai gejala cacar api. Beberapa situasi yang memerlukan perhatian medis urgent antara lain:
1. Rasa sakit dan ruam muncul di sekitar mata atau wajah
Ini adalah kondisi emergensi, karena cacar api di area mata (herpes zoster ophthalmicus) dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan hingga kebutaan. Konsultasi dengan dokter harus dilakukan secepatnya.
2. Usia 50 tahun ke atas
Individu dalam kelompok usia ini memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.
3. Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Pasien dengan kondisi yang melemahkan imun seperti kanker, HIV, atau sedang menjalani terapi imunosupresif memerlukan penanganan khusus.
4. Ruam luas dan sangat menyakitkan
Jika ruam menyebar ke area tubuh yang luas atau nyeri tidak tertahankan, evaluasi medis segera diperlukan untuk mencegah komplikasi.
Klinik Tirta Medical Centre (TMC) menyediakan layanan medical check up yang terpercaya dan laboratorium berkualitas terbaik di Indonesia, dengan kehadiran di 30+ lokasi cabang se-Indonesia.
Layanan Homecare TiCare TMC memungkinkan pasien untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis di rumah atau kantor, memudahkan akses layanan kesehatan tanpa perlu datang ke klinik.
Diagnosis Cacar Api
Diagnosis cacar api umumnya bersifat klinis berdasarkan gejala dan tampilan ruam yang khas:
1. Diagnosis Klinis
Dokter akan menanyakan riwayat gejala prodromal dan melihat pola dermatom yang unilateral serta karakteristik vesikel yang khas. Pola ini biasanya sudah cukup untuk menegakkan diagnosis.
2. PCR (Polymerase Chain Reaction)
Pemeriksaan laboratorium ini mendeteksi DNA virus varicella-zoster dari cairan lepuh atau swab lesi
3. Tzanck Smear
Pemeriksaan ini menunjukkan sel multinukleus dari cairan vesikel, namun kurang spesifik dibanding PCR.
4. Biopsi Kulit
Pada kasus-kasus dengan presentasi tidak khas atau diagnosis banding sulit, biopsi kulit dapat dilakukan untuk konfirmasi diagnosis.
Cara Mengobati Cacar Api
Pengobatan cacar api berfokus pada menghentikan replikasi virus, mengurangi gejala, dan mencegah komplikasi:
1. Antiviral Acyclovir
Diberikan dengan dosis 800 mg 5 kali sehari, selama 7-10 hari. Efektif mengurangi durasi gejala jika dimulai dalam 72 jam setelah rash muncul.
2. Antiviral Valacyclovir
Diberikan dengan dosis 1 gram tiga kali sehari selama 5-7 hari. Memiliki bioavailabilitas lebih baik dari acyclovir dan dapat mempercepat resolusi nyeri.
3. Antiviral Famciclovir
Diberikan dengan dosis 500 mg tiga kali sehari selama 7 hari, memiliki efektivitas serupa dengan valacyclovir.
4. Analgesik dan Penghilang Nyeri
Paracetamol, ibuprofen, atau obat antinyeri lainnya dapat diberikan untuk mengelola nyeri akut. Pada nyeri berat, dapat diberikan opioid atau obat nyeri neuropatik.
5. Topical Creams
Calamine lotion atau lidocaine cream dapat membantu meringankan gatal dan mencegah infeksi bakteri sekunder.
6. Kompres Dingin
Mengaplikasikan kompres air dingin atau handuk dingin pada area ruam selama 5-10 menit beberapa kali sehari dapat mengurangi gatal dan rasa sakit.
Komplikasi Cacar Api
Jika tidak ditangani dengan baik, cacar api dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius:
- Postherpetic Neuralgia (PHN) – Nyeri persisten yang berlangsung lebih dari 90 hari setelah rash sembuh.
- Herpes Zoster Ophthalmicus – Ketika virus menyerang cabang oftalmik nervus trigeminal, dapat menyebabkan keratitis, uveitis, dan risiko kehilangan penglihatan permanen.
- Ramsay Hunt Syndrome – Melibatkan nervus fasialis dan vestibulocochlear, menyebabkan paralisis wajah, vertigo, dan kehilangan pendengaran.
- Infeksi Bakteri Sekunder – Lepuh yang terbuka dapat terinfeksi bakteri, menyebabkan cellulitis atau impetigo.
- Diseminasi Luas – Pada pasien imunokompromais, virus dapat menyebar ke area tubuh lain yang luas, meningkatkan risiko komplikasi sistemik.
- Komplikasi Neurologis – Dalam kasus berat, dapat terjadi ensefalitis
Pencegahan Cacar Api
Pencegahan adalah strategi terbaik untuk menghindari cacar api dan komplikasinya:
Vaksinasi Shingrix merupakan vaksin herpes zoster rekombinan yang paling efektif untuk pencegahan. Rekomendasi usia untuk vaksinasi shingrix adalah usia 18 tahun sampai lebih dari 50 tahun.
Vaksin shingrix diberikan dalam 2 dosis dengan interval 2 bulan. Jika perlu adanya fleksibilitas dalam penjadwalan vaksinasi, dosis kedua dapat diberikan antara 2 – 6 bulan setelah vaksinasi dosis pertama.
Efektivitas vaksin Shingrix mencapai 91-97% dalam mencegah herpes zoster dan postherpetic neuralgia.
Harga vaksin cacar api atau herpes zoster merek Shingrix di Klinik Tirta Medical Centre (TMC) adalah sebagai berikut:
- Harga Promo Vaksin Shingrix 1 dosis:
DariRp2.749.000menjadi Rp2.600.000 per dosis - Harga Promo Vaksin Shingrix 2 dosis:
DariRp5.398.000menjadi Rp5.100.000 untuk dua dosis
Note: Harga vaksin dapat berubah sewaktu-waktu, Sahabat Tirta dapat menghubungi kami untuk update harga vaksin shingrix atau reservasi promo TMC secara online di sini:
Referensi:
- https://www.cdc.gov/shingles/about/index.html
- https://emedicine.medscape.com/article/1132465-overview
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/shingles-(herpes-zoster)
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11036-shingles
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441824/
- https://satgasimunisasipapdi.com/2024/08/14/herpes-zoster-atau-cacar-api-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya/
- https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-herpes-zoster
- https://www.cdc.gov/shingles/hcp/clinical-signs/index.html
- https://www.cdc.gov/chickenpox/hcp/clinical-signs/index.html
- https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=cfee4476-a3c9-4e0c-a235-c68c5d46931e
- https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/fda/fdaDrugXsl.cfm?setid=a5030b9d-1adb-f474-e053-2995a90ae0a0
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/postherpetic-neuralgia/diagnosis-treatment/drc-20376593
- https://www.healthline.com/health/shingles-skin-care
- https://www.medicalnewstoday.com/articles/322131
- https://www.nhs.uk/conditions/post-herpetic-neuralgia/
- https://health.com/condition/herpes-zoster
- https://prin.or.id/index.php/JURRIKE/article/download/1698/1677/4534

